Yesus datang supaya kita hidup, hidup yang dimaksud pertama-tama adalah kehidupan setelah kematian yaitu kehidupan setelah kita meninggalkan dunia ini. Hanya ada satu tempat yang menjadi tujuan akhir setiap manusia yang mati yaitu sorga atau neraka (baca kisah orang kaya dan Lazarus yang miskin – Luk. 16:19-31). Tuhan Yesus lahir ke dunia, meninggalkan segala kemuliaan-Nya di sorga, mengosongkan diri-Nya dan melepaskan segala kemahaan-Nya sebagai Allah dan menjadi sama seperti manusia bahkan sebagai manusia, Ia merendahkan diri-Nya, membiarkan diri-Nya difitnah dan disiksa bahkan merelakan tubuh-Nya di gantung di kayu salib sampai mati. Dia yang tidak berdosa dijadikan berdosa karena seluruh dosa manusia ditanggungkan kepada-Nya, Dia mati secara sangat tidak terhormat bahkan terkutuk, dengan satu tujuan yaitu untuk menebus dosa semua manusia. Dia turun dari sorga ke bumi untuk menyelamatkan umat manusia karena tidak ada pribadi lain yang dapat menyelamatkan manusia dari dosa dan hukumannya, selain Allah sendiri melalui pribadi Tuhan Yesus. Tuhan Yesus satu-satunya juruselamat di dunia ini dan tidak ada pribadi lain atau cara-cara lain untuk mendapatkan keselamatan (Yoh. 14:6, Yoh. 10:9, Kis. 4:12). Keselamatan yang sudah Yesus kerjakan di atas kayu salib dianugrahkan kepada semua orang tanpa membedakan suku, bangsa dan bahasa (Yoh. 3:16) tapi hanya orang-orang yang secara “PRIBADI” mengaku dengan mulutnya dan percaya di dalam hatinya bahwa Yesus adalah Tuhan dan juruselamat maka orang tersebut akan menerima kehidupan kekal di dalam sorga (Rm. 10:9-10; I Yoh. 5:11-12). Orang-orang yang secara pribadi menolak untuk percaya dan menerima karya Kristus di kayu salib maka mereka akan menerima kematian kekal di dalam neraka.
Ketika seseorang percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai juruselamat, seketika orang itu mati meninggalkan dunia ini maka seketika itu pula rohnya masuk sorga, ia akan berada di tempat dimana Tuhan Yesus berada (Yoh. 5:24; Luk. 23:42-43).
Tidak semua yang percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai juruselamat langsung mati meninggalkan dunia ini.
Yesus mati supaya kita hidup, arti hidup yang kedua adalah ‘hidup baru bersama Tuhan Yesus’, yaitu hidup di dunia yang tidak lagi dijalani sendiri, berusaha dan berjuang sendiri melainkan hidup yang dijalani bersama Tuhan Yesus dimana Roh Kudus, Roh yang menyertai Tuhan Yesus ketika di dunia, Roh yang membangkitkan Yesus dari kematian-Nya, Roh itu pula yang telah diutus dari sorga untuk selalu menyertai dan tinggal dalam kehidupan setiap orang percaya disegala waktu dan keadaan. Dia adalah Allah Immanuel, Allah yang senantiasa menyertai kita sampai kesudahan dunia ini. Allah yang mau terlibat di dalam semua segi kehidupan kita. Allah yang senantiasa memberi kekuatan dan pertolongan tepat pada waktunya. Pengharapan kepada-Nya tidak akan sia-sia. Pengharapan kepada-Nya seperti sauh yang kuat yang membuat kita kokoh berpegang teguh kepada setiap janji Firman-Nya di tengah dunia yang penuh dengan kekacauan dan ketidakpastian ini.
Seseorang yang belum menikah hanya memiliki satu kehidupan dan tidak punya pilihan yaitu hidup sebagai seorang bujangan. Tapi seseorang yang sudah menikah memiliki dua kehidupan yaitu kehidupan lama yang pernah dijalaninya yaitu sebagai seorang bujangan dan kehidupan baru yang akan dan harus dijalaninya yaitu sebagai seorang yang sudah punya pasangan. Tidak sedikit orang yang sekalipun sudah menikah tapi tetap mempertahankan kehidupan lamanya yaitu sebagai seorang bujangan, mengabaikan tugas dan tanggungjawab dalam kehidupan barunya. Keadaan ini akan menyebabkan sebuah rumahtangga berantakan bahkan mungkin akan berakhir dengan perceraian.
Demikian halnya banyak orang yang tetap mempertahankan cara dan kebiasaan lamanya di dalam menjalani kehidupan ini sekalipun sudah berstatus sebagai orang percaya. Keadaan inilah yang menyebabkan hidup baru yang Allah sediakan tidak dapat dialami dan dinikmati secara limpah olehnya. Sebagai orang percaya, kita harus menyadari bahwa kita tidak lagi hidup sendiri melainkan ada Allah yang senantiasa menyertai kehidupan kita. Hendaklah kita melibatkan Allah di dalam semua segi kehidupan kita bahkan kita harus belajar untuk senantiasa melakukan setiap perintah-Nya dan menjauhi setiap larangan-Nya seperti yang tertulis di dalam Alkitab. Semua perintah dan larangan-Nya bertujuan untuk kebaikan kita sebagai orang percaya supaya janji Allah yang tertulis dalam Yohanes 10:10 bahwa ada kehidupan berkelimpahan yang Allah sediakan bagi setiap anak-anak-Nya bisa menjadi sebuah kenyataan dan pengalaman sehari-hari di dalam kehidupan setiap kita yang percaya kepada-Nya.
Selamat Paskah 2017, Tuhan Yesus memberkati
Oleh: Tommy Hintajaya
GBI Pasir Koja 39 Bandung