TUGAS SEORANG IBU (Memperbaiki Kesalahan)

Artikel Wanita Maret 23
Oleh: Indri Haans

MEMPERBAIKI KESALAHAN

Tahap hukuman dari pendisiplinan adalah memperbaiki kesalahan. Para orang tua seharusnya menetapkan hukuman yang adil untuk setiap kesalahan yang dilakukan. Jangan keras dan tidak adil. Menyetrap seorang anak remaja selama sebulan untuk satu kesalahan kecil kemungkinan terlalu keras. Buatlah hukuman yang sesuai dengan pelanggaran itu.
Keluaran 21: 23-35
Tetapi jika perempuan itu mendapat kecelakaan yang membawa maut, maka engkau harus memberikan nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki, lecur ganti lecur, luka ganti luka, bengkak ganti bengkak.
Bagaimana metode untuk menetapkan hukuman? ________________________
Menurut hukum Perjanjian Lama, hukuman-hukuman ditetapkan setara dengan kesalahan yang telah ditetapkan.
Keluaran 22:5-6
Apabila seseorang menggembalakan ternaknya di ladangnya atau di kebun anggurnya dan ternak itu dibiarkannya berjalan lepas, sehingga makan habis ladang orang lain, maka ia harus memberikan hasil yang terbaik dari ladangnya sendiri atau hasil yang terbaik dari kebun anggurnya sebagai ganti kerugian. Apabila ada api dinyalakan dan api itu menjilat semak duri, tetapi tumpukan gandum atau gandum yang belum dituai atau seluruh ladang itu ikut juga dimakan api, maka orang yang menyebabkan kebakaran itu harus membayar ganti kerugian sepenuhnya.
Apa yang Anda pahami mengenai restitusi (mengganti kerugian) dalam ayat-ayat ini? __________________________________________________________________
Imamat 6:1-7
TUHAN berfirman kepada Musa: “Apabila seseorang berbuat dosa dan berubah setia terhadap TUHAN, dan memungkiri terhadap sesamanya barang yang dipercayakan kepadanya, atau barang yang diserahkan kepadanya atau barang yang dirampasnya, atau apabila ia telah melakukan pemerasan atas sesamanya, atau bila ia menemui barang hilang, dan memungkirinya, dan ia bersumpah dusta — dalam perkara apapun yang diperbuat seseorang, sehingga ia berdosa– apabila dengan demikian ia berbuat dosa dan bersalah, maka haruslah ia memulangkan barang yang telah dirampasnya atau yang telah diperasnya atau yang telah dipercayakan kepadanya atau barang hilang yang ditemuinya itu, atau segala sesuatu yang dimungkirinya dengan bersumpah dusta. Haruslah ia membayar gantinya sepenuhnya dengan menambah seperlima; haruslah ia menyerahkannya kepada pemiliknya pada hari ia mempersembahkan korban penebus salahnya. Sebagai korban penebus salahnya haruslah ia mempersembahkan kepada TUHAN seekor domba jantan yang tidak bercela dari kambing domba, yang sudah dinilai, menjadi korban penebus salah, dengan menyerahkannya kepada imam. Imam harus mengadakan pendamaian bagi orang itu di hadapan TUHAN, sehingga ia menerima pengampunan atas perkara apapun yang diperbuatnya sehingga ia bersalah.”
Bagaimana seseorang memperbaharui dan membuat restitusi untuk berbohong, mencari atau menghilangkan harta benda seseorang? __________________________ ______________________________________________________________________
Baca Bilangan 5:6-7, Lukas 19:1-2, 8, dan Amsal 6:30-31 dari Alkitab Anda.
Jika anak Anda memecahkan lampu, dia perlu membantu membersihkannya dan jika dia cukup besar, dia perlu membantu membayar untuk menggantinya. Inilah yang disebut memperbaiki kesalahan yang dilakukan.
Bahkan seorang anak berusia lima tahun bisa melakukan beberapa pekerjaan yang tidak umum di sekitar rumah untuk mendapatkan uang sebagai upaya menggantikan satu lampu yang baru. Anak perlu mengambil tanggung jawab atas perbuatannya. Dia perlu membayar konsekuensinya.
Menurut Dr. Richard Fugate, beberapa contoh hukuman yang sepantasnya adalah:
Kesalahan yang dilakukan                      Memperbaiki Kesalahan
Memecahkan                                           Membersihkan dan membayar
Bersikap Kasar                                          Minta maaf
Pembuat Masalah                                    Diasingkan
Kekurangan pengendalian diri                 Menolak memberikan sesuatu yang dinginkan
Kemalasan                                                Penambahan tugas-tugas
Makan makanan yang salah                    Menolak untuk memberikan cemilan, permen
Membuat berantakan                              Bersihkan

Buat keputusan mengenai hukuman pada saat Anda menetapkan standar, sehingga Anda tidak akan tergoda untuk membuat keputusan yang emosional pada saat terjadi ketidaktaatan bahkan jika kesalahan adalah tidak disengaja, anak Anda harus membayar harga untuk perbaikan itu.

Setiap Standar yang Dilanggar Mempunyai Hukuman. Pertanyaannya adalah: Siapakah yang membayar biayanya?

Hukuman mengajarkan seorang anak bahwa keadilan itu ada. Hukuman perlu ditetapkan bagi anak-anak untuk mengajarkan mereka menghargai harta benda, untuk mengajarkan mereka tatakrama dan perilaku yang benar terhadap orang lain, untuk tidak menyakiti orang lain secara fisik, dan pengendalian diri.

Ibu, satu di antara peranan kita adalah menjadi “hakim”. Anda harus “duduk dengan tegak dan bersikap tegas” dan mengambil keputusan tentang siapa yang bersalah dan menentukan hukuman yang adil untuk kesalahan-kesalahan yang dilakukan. Anda butuh hikmat dosis besar dari Bapa Anda yang di sorga untuk melakukan itu. Saya mempunyai satu “ayat Ibu” yang luar biasa untuk Anda:
Yakobus 1: 5
Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, — yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit–, maka hal itu akan diberikan kepadanya.
Allah akan memberikan semua hikmat yang Anda butuhkan. Mintalah!

Kiat-kiat untuk Ibu
1. Biarkan anak-anak Anda tahu bahwa Anda serius dengan ketaatan mereka. Jangan tertawa atau tersenyum ketika Anda memberikan perintah langsung kepada anak Anda. Anda perlu mengajarkan anak Anda bahwa menaati Anda adalah satu hal yang serius. Sikap seorang Ibu sangat dapat dibaca oleh seorang anak. Apakah dia berani menantang otoritas Anda? Jika Anda tertawa atas ketidaktaatannya, dia tahu bahwa Anda adalah seorang yang gampang dipengaruhi.
2. Ini datangnya dari kepala sekolah menengah. Dia berkata, “Tolong sampaikan kepada ibu-ibu untuk tidak membuat persepakatan tentang aturan-aturan yang akan mereka terapkan bersama sebagai kelompok. Itu tidak akan jalan. Jika salah seorang ibu melanggar perjanjian, semuanya menjadi kecewa. Terlepas dari yang lain melakukannya atau tidak, masing-masing keluarga hendaknya berdoa dan dengan teliti menetapkan batasan-batasan mereka sendiri dan berpegang teguh kepadanya.

Check Also

Artikel Wanita April 26 copy

IMAN UNTUK MENANG – 7

Artikel Wanita April 26 copy Dalam pertandingan yang ditayangkan secara nasional di televisi dari Norman, …