
Uji Keempat untuk Pekerjaan Seorang Wanita: Di bawah Otoritas Pimpinan Saya
Kolose 3: 22
Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan.
Jika pekerjaan atau kegiatan Anda telah lulus dari tiga pengujian yang pertama, maka ketika Anda setuju bekerja atau melakukan tugas itu, Anda sedang memilih untuk tunduk kepada otoritas di atas Anda. Hubungan hamba-tuan yang digambarkan di Alkitab adalah hubungan pekerja dengan pimpinannya.
Efesus 6: 5-9
Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah, dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia. Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan. Dan kamu tuan-tuan, perbuatlah demikian juga terhadap mereka dan jauhkanlah ancaman. Ingatlah, bahwa Tuhan mereka dan Tuhan kamu ada di sorga dan Ia tidak memandang muka.
Sikap-sikap apakah yang harus dimiliki seorang pekerja terhadap pimpinan-Nya?
Siapakah tuan kita yang sebenarnya?
Apakah Anda perlu membuat beberapa perubahan dalam cara kerja Anda?
Perubahan apakah itu?
1 Timotius 6: 1-2
Semua orang yang menanggung beban perbudakan hendaknya menganggap tuan mereka layak mendapat segala penghormatan, agar nama Allah dan ajaran kita jangan dihujat orang. Jika tuan mereka seorang percaya, janganlah ia kurang disegani karena bersaudara dalam Kristus, melainkan hendaklah ia dilayani mereka dengan lebih baik lagi, karena tuan yang menerima berkat pelayanan mereka ialah saudara yang percaya dan yang kekasih.
Anda harus menghormati otoritas Anda dengan menganggapnya bahwa ia layak dapat penghormatan.
Anda seharusnya memperlakukan otoritas di atas Anda yang adalah seorang percaya, yaitu dengan dilayani lebih baik lagi, karena akan mempengaruhi tugas di gereja (jemaat menerima berkat pelayanannya).
Titus 2: 9-10
Hamba-hamba hendaklah taat kepada tuannya dalam segala hal dan berkenan kepada mereka, jangan membantah, jangan curang, tetapi hendaklah selalu tulus dan setia, supaya dengan demikian mereka dalam segala hal memuliakan ajaran Allah, Juruselamat kita.
Apa yang seharusnya tidak Anda lakukan di tempat kerja? (membantah, curang).
Apakah yang dinyatakan oleh kualitas pekerjaan Anda berkaitan dengan hubungan Anda dengan Allah? (Allah dimuliakan)
1 Petrus 2: 18-24
Hai kamu, hamba-hamba, tunduklah dengan penuh ketakutan kepada tuanmu, bukan saja kepada yang baik dan peramah, tetapi juga kepada yang bengis. Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung. Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah. Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya. Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil. Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh. Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.
Apa yang ayat-ayat ini ajarkan Anda tentang hubungan Anda dengan otoritas Anda?
Apa yang seharusnya Anda lakukan jika otoritas Anda memperlakukan Anda dengan kasar?
GBI Pasir Koja 39 Bandung