
Kita tahu, bahwa setiap anak butuh menerima kasih. Jadi mengapa kita sebagai ibu harus berusaha untuk memberikan kasih? Saya yakin ada paling tidak tiga alasan.
A. Kurang Kasih Sayang Orang Tua
1 Korintus 13: 6 menyatakan, bahwa “ia tidak bersukacita karena ketidakadilan.” Banyak ibu-ibu yang mengalami penderitaan atas perlakuan tidak adil dari orang tua mereka sendiri. Beberapa dari ibu-ibu ini mempunyai kesulitan untuk mengasihi anak-anak mereka sendiri karena mereka tidak dikasihi oleh orang tua mereka. Untuk memberikan kasih Anda harus menerima kasih. Beberapa di antara kita benar-benar mempunyai orang tua yang luar biasa, tetapi ada juga yang tidak.
Di dalam rumah yang bagaimana Anda dibesarkan? Apakah dalam rumah yang dingin dan hubungan yang berjarak? Apakah itu rumah yang hangat dan penuh dengan kasih? Catatlah kesan-kesan Anda di sini.
Bagaimana Anda menginginkan suasana rumah Anda tetap sama atau berubah?
Anda mungkin merasa benar-benar tidak cukup memberikan kasih kepada anak Anda karena kasih tidak diberikan kepada Anda. Saya tahu untuk beberapa di antara Anda, pada saat kata “ayah” disebut, Anda mendengarnya. Ayah atau Ibu Anda tidak memperlakukan Anda sebagaimana harusnya. Mungkin mereka melukai Anda secara mendalam. Adalah sulit bagi Anda untuk berhubungan dengan Allah sebagai seorang Bapa karena Anda tidak pernah mampu berhubungan dengan bapa duniawi Anda. Saya ingin menghimbau Anda untuk mencari penyembuhan dari luka itu. Bukan hanya demi Anda sendiri tetapi demi anak Anda
Maukah Anda berhenti sekarang dan meminta Allah untuk membersihkan luka lama itu di hati Anda? Minta Dia untuk mencabut ke luar semua kepahitan dan luka dan sakit hati. Bersikaplah berani dan izinkan Allah masuk ke dalam ruang terdalam yang gelap itu.
Ada satu langkah yang Anda harus ambil dalam proses ini tidak ada yang bisa melakukan bagian ini untuk Anda. Anda harus mengampuni orang tua Anda. Saya tahu, saya tahu. Mereka tidak sepantasnya menerima itu. Tetapi saya mempunyai satu pertanyaan untuk Anda. Apakah Anda layak untuk menerima pengampunan Yesus? Apakah Anda layak menerima kematian yang Dia bayar di kayu salib?
Kita layak menerima pengampunan Yesus karena Dia sudah menanggungnya di atas kayu salib. Semua surat hutang dosa kita sudah dihapuskan. Dia memakukan semua dosa kita di atas kayu salib (Kolose 2: 13, 14).
Saya ingin meminta Anda untuk mengambil dosa-dosa yang bapa atau ibu Anda lakukan terhadap Anda, tidak masalah apakah itu besar atau kecil, dan pakukanlah di salib Yesus, di mana dosa-dosa itu telah dibayarkan dan tinggalkan semuanya di situ. Ini akan merupakan langkah awal dari penyembuhan yang sebenarnya untuk Anda, membebaskan Anda untuk mengasihi anak Anda.
B. Sifat Egosentris
1 Korintus 13: 5 mengatakan, “kasih… tidak mencari keuntungan diri sendiri. Pergumulan kedua yang ibu-ibu hadapi dalam memberikan kasih kepada anak-anak mereka adalah masalah sifat egosentris. Mengasihi seorang anak memerlukan pengorbanan diri.
Kebutuhan anak-anak bukan hanya terpenuhi antara pagi jam 9.00-05.00 sore, Senin hingga Jumat. Ibu-ibu dalam keadaan “bertugas jaga” 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 365 hari setahun. Gaya hidup berupa pelayanan-diri, sifat egosentris tidak cocok dengan tuntutan peran seorang ibu.
Pernah suatu saat saya sangat tertarik dengan gerakan kaum feminis yang kedengarannya bagus untuk berdiri di atas “hak-hak” saya. Apa yang tidak saya dengar dari pembicara di podium adalah berapa besar harga yang harus dibayarkan keluarga saya apabila saya mempertahankan “hak-hak” saya.
Ketika Allah mulai mengubah sikap saya, Dia menuntun saya untuk melihat Kitab Roma.
Bacalah Roma 12: 1-2
Apa yang bisa kita persembahkan pada Allah sebagai satu tindakan penyembahan?
Bagaimana penerapannya dalam peran Anda sebagai ibu?
Memilih untuk mengorbankan uang, waktu dan energi Anda dalam upaya mengekspresikan kasih tanpa syarat kepada anak-anak Anda adalah satu panggilan mulia. Relakah Anda membuat pengorbanan yang diperlukan untuk memberikan anak Anda hadiah ini?
C. Penerimaan Berdasarkan Prestasi
Kendala ketiga yang harus diatasi ibu-ibu supaya dapat mengasihi anak-anak mereka adalah penerimaan berdasarkan prestasi. 1 Korintus 13:7 mendefinisikan kasih tanpa syarat. “Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.”
Jika kita tersandung pada kendala penerimaan-berdasarkan prestasi untuk anak-anak kita, itu berarti kita condong untuk menerima anak-anak kita hanya ketika mereka berperilaku baik, yang menyenangkan kita, daripada mengasihi dan menerima mereka semata-mata karena mereka adalah anak-anak kita.
Ketika bayi Anda membuat Anda terbangun sepanjang malam atau anak Anda yang berumur 2 tahun ke bawah membuat Anda lari terengah-engah, anak umur 2 tahun Anda tidak mau pipis di kamar mandi, atau anak umur 6 tahun Anda tidak mau duduk diam, adalah sukar untuk mempertahankan aliran kasih tanpa syarat. Ketika anak pra- remaja Anda lancang dan remaja Anda memberontak, kasih Anda akan di uji. Ketika anak dewasa Anda tak mau mengunjungi pada saat liburan dan tak mengirim email, Anda akan cenderung menolak dia.
Cerita terbesar yang Yesus beritahukan tentang kasih tanpa syarat dari orangtua ada di kitab Lukas.
Bacalah Lukas 15:11-24 di Alkitab Anda
Bapa ini punya semua alasan untuk marah dan bersikap kasar terhadap anaknya. Dia bisa saja bersikap dingin dan menjaga jarak. Tetapi menghadapi dosa-dosa dan sikap tidak bertanggung jawab yang sangat nyata dari pihak anaknya, dia memberikan kasih tanpa syarat. Kasihnya tidak didasarkan pada kinerja anaknya, tidak berdasarkan pada perilakunya. Kasihnya didasarkan pada kenyataan, bahwa anak ini adalah anaknya, dan itu saja sudah cukup.
Bilakah Anda tergoda untuk menahan kasih untuk anak Anda?
Bilakah Anda lebih condong untuk melepaskan kemarahan dan menjadi kasar dan mencela anak Anda?
Adalah mudah untuk seorang anak yang berkelakuan baik. Adakah begitu sulit untuk mengasihi seorang anak yang tidak seperti itu. Ibu, akankah Anda mengasihi anak Anda terlepas dari apakah dia menyenangkan Anda ataupun tidak?
GBI Pasir Koja 39 Bandung