
Belum terlambat sepertinya untuk saya mengucapkan Selamat Tahun Baru 2024 untuk kita semua. Di awal tahun ini biasanya setiap anak muda membuat susunan resolusi untuk dijalani di tahun 2024, atau resolusi tahun sebelumnya yang belum dijalankan untuk dijalankan di tahun ini. Banyak yang bisa kita rencanakan di setiap tahunnya, namun seberapa banyak keadaan yang telah kita lalui dan bisa kita syukuri. Biasanya kita cenderung mengingat situasi kondisi yang lebih buruk yang telah menimpa kita, dan tidak kita sadari bahwa penyertaan serta berkat Tuhan yang sudah diberikan kepada kita, tidak begitu kita rasakan. Memasuki tahun 2024 ini mungkin kita berpikir, dari tahun-tahun sebelumnya dari tahun 2022, tahun 2023 doa kita tidak dijawab-jawab, pekerjaan dan pelayanan yang begitu-begitu saja, permasalahan dengan orang sekitar kita tak kunjung selesai dan seakan-akan tidak ada kemajuan dalam kehidupan kita. Sifat dasar manusia yang cenderung tidak puas dan selalu merasa kurang.
Padahal Tuhan mengajarkan kita untuk menghitung setiap berkat yang telah diberikan kepada kita. Count Your Blessings yang berasal dari sebuah lagu lama yang ditulis oleh Johnson Oatman. berbunyi, “Saat di atas ombak kehidupan kita diombang-ambingkan, saat kita putus asa dan berpikir semuanya hilang, hitunglah betapa banyak berkatmu, sebutkan satu persatu dan kau niscaya kagum olehnya dan lihatlah apa yang telah Tuhan lakukan, hitunglah banyak berkatmu, setiap keraguan akan terbang dan kamu akan terus bernyanyi, seiring berjalannya hari.” (Mazmur 104:5) Itulah salah satu cara untuk kita menyadari, meskipun mungkin kita lebih sering merasakan yang buruk menerpa kita, tapi Tuhan tetap menyertai dengan segala berkat yang mungkin kita tak sadari. Mari kita cek kembali apakah yang menjadi fokus kita, the Badness or the Goodness?
Nah, sekarang apa yang kita harapkan untuk memasuki tahun 2024 ini? Mujizat Tuhan-kah, percepatan-kah, atau penyertaan Tuhan-kah. “If you live your life from one miracle to next miracle, you will live from crisis to crisis.” Ketika kita menghadapi krisis, kita mengharapkan mujizat. Dengan demikian kita hanya hidup dari krisis ke krisis saja. Berbeda dengan persepsi kita harus hidup berkat-Nya Tuhan, dengan berkatnya Tuhan, kita pasti bisa melalui setiap musim kehidupan kita. Mari kita hidup dalam berkat-Nya Tuhan, dengan hidup dalam hadirat Tuhan, hidup dalam perkenanan-Nya Tuhan dengan bergaul selalu dengan Tuhan, jangan hanya melihat mukjizat-Nya saja. Mari kita ubah persepsi kita untuk menghadapi tahun 2024 ini. Tuhan Yesus memberkati.
GBI Pasir Koja 39 Bandung