
Teologi Kemerdekaan: Suatu Ontologi Tentang Kemerdekaan Dan Pembebasan Dalam Perspektif Kerajaan Allah; Pdt. Marthinus Theodorus Mawene, D.Th.; PT BPK Gunung Mulia; Cetakan ke-1: 2004; 231 halaman.
Kesadaran kita terhentak tatkala beberapa wilayah di negara kita hendak memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan berbagai alasan mereka menyatakan keinginannya untuk memerdekakan diri. Pertanyaan kita adalah apa akar perjuangan memerdekakan diri itu? Apakah sekedar masalah ketidakadilan, penindasan dan kekerasan sosial serta nyerinya penderitaan yang mereka alami; atau ada hal lain lagi yang mengakari semua perjuangan mereka?
Buku ini mengulas konsep Alkitab tentang kemerdekaan dalam perspektif Kerajaan Allah, yakni ihwal pemerintahan Allah di dunia ini. Allah menjadi sumber, pemelihara, sekaligus penjamin kemerdekaan manusia. Sebaliknya manusia dituntut kesetiaannya kepada Allah karena anugerah kemerdekaan yang telah diberikan kepadanya. Perjanjian Lama mengungkapkan bahwa karena ketidaksetiaan umat-Nya, Allah menjadikan bangsa-bangsa asing, sebagai alat di tangan-Nya untuk mendisiplinkan mereka dengan keras. Bangsa asing merampas kemerdekaan mereka dan menjajahnya.
Situasi dijajah juga dialami umat yang hidup pada zaman Yesus. Di tengah perjuangan umat yang menginginkan tegaknya kerajaan politis, Yesus justru tampil sebagai Mesias yang menentang cara-cara kekerasan dalam memperjuangkan kemerdekaan. Radikalisme Yesus jauh mengatasi semua bentuk perjuangan pemerdekaan diri manusia dengan memerangi akar penjajahan dan penderitaan manusia yakni dosa.
Buku yang berasal dari disertasi yang disusun penulis ini, terbagi dalam 3 bab utama: Bab I) Kemerdekaan Dalam Perspektif Kerajaan Allah: A) Pergumulan Kemerdekaan dalam Perjanjian Lama, B) Yesus Kristus dan Kemerdekaan Sejati dalam Perjanjian Baru, C) Kerajaan Allah dan Teologi Kemerdekaan; Bab II) Keluaran Dari Mesir Sebagai Paradigma Pembebasan Dalam Kitab Deutero-Yesaya: A) Pandangan Para Nabi Israel tentang Sejarah Masa Silam Bangsanya, B) Tradisi Keluaran dari Mesir dalam Kitab DY, C) Pembebasan dari Pembuangan di Babel sebagai Suatu Keluaran yang Baru; Bab III) Merajut Spiritualitas Pembebasan: A) Penghiburan bagi yang Tertindas, B) Anjuran untuk Bertindak Secara benar, C) Injil dan Institusi Pembebasan, D) Pembebasan dalam Napas Hikmat dan Pengharapan akan Dunia Baru.
Almarhum Pdt. Marthinus Theodorus Mawene, S.Th., M.Th, D.Th., semasa hidupnya mengajar sebagai dosen tetap bidang Teologi Perjanjian Lama di STFT GKI Izaak Samuel Kijne di Jayapura, Papua, dan pernah menjabat sebagai Pembantu Ketua (Puket) I. Beliau menyelesaikan pendidikan S1 teologi tahun 1978, dan S2 teologi tahun 1990 di STT (kini STFT) Jakarta. Gelar Doktor Teologi diraih tahun 2007 dari Universitas Kristen Duta Wacana di Yogyakarta. Beliau menikah dengan Ruth Fransina Timisela, dan dikaruniai dua orang putri yang kini telah dewasa: Theodora Christina Alberthina Cornelia Mawene, S.Th. dan Misere Cordias Domini Mawene, M.Psi.
GBI Pasir Koja 39 Bandung