
Karena Bethlehem Kasih Dilahirkan, Harapan Ada Di Sini; Max Lucado, M.A.; Light Publishing; Cetakan ke 1, Desember 2016.
Biarlah lonceng berbunyi. Biarlah para pemuji bernyanyi. Semakin banyak rangkaian daun mistletoe yang biasa digantung di depan pintu rumah pada masa perayaan Natal, semakin meriah. Semakin banyak pohon semakin baik. Saya suka Natal. Saya menyukainya karena di suatu tempat seseorang akan menanyakan pertanyaan-pertanyaan tentang Natal: Apa urusannya dengan Bayi di dalam palungan? Siapakah Dia? Apa hubungan kelahiran-Nya dengan saya?
Dan saya menyukai jawaban-jawaban yang saya temukan. Seperti yang satu ini: Tuhan mengetahui bagaimana rasanya menjadi manusia. Ketika kita bercerita pada-Nya tentang tenggat waktu atau jalan yang panjang atau masa-masa yang sukar, Ia mengerti. Ia telah ada pada masa-masa itu. Ia ada juga di saat-saat sekarang di sini. Karena Bethlehem, kita memiliki seorang teman di surga.
Dan yang satu ini: Natal dimulai dari apa yang dirayakan saat Paskah. Anak yang ada di dalam palungan menjadi seorang Raja di kayu salib. Karena Bethlehem, kita memiliki seorang Juruselamat di surga.
Ini adalah janji-janji tentang Natal yang sangat menggugah hati. Lama setelah tamu-tamu yang berlibur telah pergi dan para penyanyi sudah kembali ke rumahnya masing-masing, dan lampu-lampu telah dipadamkan, janji-janji ini tetap kekal.
Marilah nyalakan lampunya, bersandarlah di tempat yang nyaman, dan lihatlah ke dalam kisah tentang Bethlehem yang indah dan tidak biasa. Kiranya Anda menemukan juga di dalamnya seperti apa yang telah saya temukan: pengharapan di sepanjang masa.
Penulis mengisi buku ini dengan 12 judul tulisannya: 1) Saya Menyukai Natal, 2) Allah Memiliki Wajah, 3) Diselamatkan dari Diri Kita Sendiri, 4) Harapan bagi Hari-hari Buruk, 5) Tidak Pernah Terlambat, 6) Penyembahan Mengerjakan berbagai Keajaiban, 7) Allah Menuntun Orang Bijak, 8) Kerendahan Hati Bersinar, 9) Mungkin Hari Ini, 10) Mahkota, Buaian, dan Salib, 11) Selamat Tinggal Kemiringan, 12) Setiap Hari adalah Natal, Setiap Hati adalah Palungan, dan diakhiri dengan Penuntun Renungan Adven dan Catatan.
Rev. Max Lucado, B.A., M.A. (11 Januari 1955-…) lahir di San Angelo, Texas, sebagai anak bungsu dari empat bersaudara dari pasangan Jack dan Thelma Lucado. Dia dibesarkan di Kota Andrews, Negara Bagian Texas, Amerika Serikat. Lucado kuliah di Universitas Kristen Abilene di mana ia menerima gelar sarjana (B.A.) di bidang Komunikasi Massa. Awalnya dia ingin menjadi pengacara, tetapi dia mengatakan bahwa kuliah Alkitab yang diwajibkan di universitas dan perjalanan misi membuatnya berubah pikiran, memutuskan untuk menjadi misionaris. Lucado lulus dari Universitas Kristen Abilene dengan gelar master dalam Studi Alkitab (M.A.). Dia menikah dengan Denalyn dan dikaruniai tiga orang anak yang kini telah dewasa.
GBI Pasir Koja 39 Bandung