Setia Menabur dengan Menantikan Sukacita Penuaian

            Seorang petani menabur benih yang baik saat musim menabur dengan harapan akan mendapatkan hasil tuaian yang baik pula. Ketika seorang petani menabur, ia yakin benih tersebut akan tumbuh dan hasilnya dapat dinikmati kelak. Petani tersebut mungkin tidak tahu proses rinci bagaimana benih tersebut tumbuh menjadi tumbuhan yang besar, namun ia percaya bahwa proses tersebut terjadi dan hasilnya menjadi berkat.

Proses bagaimana benih tumbuh merupakan tahapan indah dan misterius yang menjadi bagian Allah bekerja. Menabur benih untuk Allah pun memiliki tahapan yang serupa, baik benih finansial, pikiran, tenaga, dan waktu merupakan taburan benih yang akan tumbuh dan hasilnya menjadi berkat. Bagaimana benih tersebut tumbuh menjadi berkat merupakan bagian Allah. Walaupun kita tidak mengerti persis bagaimana proses benih tersebut berlangsung, kita percaya pada Allah yang melakukan bagian-Nya dan kita tetap melakukan bagian kita dengan setia.

Ada musim untuk menabur dan ada musim untuk menuai. Akan tetapi penabur yang bijak tetap menabur walaupun ia sudah menuai, karena yang ditaburnya merupakan benih untuk gelombang tuaian selanjutnya. Seorang penabur yang bijak tahu menabur di tanah yang baik yang menghasilkan buah berkali lipat ganda dan akan menjagai ladang tempat ia menabur. Dalam kehidupan rohani, kita menabur pada pelayanan yang menjadi berkat dan menjagai ladang itu dengan doa dan persepuluhan sebagai pagar bagi ladang kita.

Seorang penabur yang mulai menabur sejak masa mudanya akan menuai lebih banyak. Investasi uang, waktu, tenaga, dan pikiran anak-anak muda akan membuahkan hasil yang begitu banyak bagi dirinya sendiri, orang-orang di sekitarnya, bahkan orang-orang lainnya. Bagi anak muda, benih yang ia miliki ialah potensi dirinya, waktu, tenaga, dan kesehatan yang prima. Belum banyak uang tidak jadi masalah, karena banyak benih lainnya yang ia miliki untuk ditabur di ladang-Nya. Tentu saja dengan uang terbatas yang dimiliki saat muda, kita perlu segera belajar bagaimana mengatur keuangan dengan bijak. Agar kelak ketika dipercayakan kekuatan finansial yang lebih besar, kita sudah siap sebagai bendahara Allah yang baik.

Di era modern ini, bahkan anak muda yang tidak memiliki kekuatan finansial yang besar pun dapat memberikan dampak yang besar. Uang bukan masalah, ketika kita mau berkarya kita dapat mencari sumber investasi darimana saja dengan akses yang luar biasa terbuka. Prinsipnya adalah kita bisa dipercaya dan mengelola keuangan dengan baik. Namun alangkah sayangnya bila dengan potensi yang besar tujuan kita hanya untuk memperkaya diri sendiri. Allah rindu agar kita memberikan dampak yang lebih dari itu, baik dampak sosial dengan menjadi berkat bagi yang berkekurangan maupun dampak eternal yaitu membawa orang-orang mengenal Allah dengan apa yang kita kerjakan.

Percayalah bahwa sukacita penuaian menanti kita saat kita menabur dengan hati yang ikhlas. Baik itu menabur untuk pekerjaan Allah maupun menabur dalam kehidupan kita sehari-hari. Semoga anak-anak muda dapat mengerti sejak dini pentingnya menabur untuk mendapatkan sukacita penuaian kelak.

Oleh: Ivan Stefanus

Check Also

Artikel Link

PRAISE AND WORSHIP (TALKSHOW)

Oleh: Tirza Raidishya Fairha Ayumi Handi Minggu, 22 September 2024 Ibadah Link Youth berkesempatan mengadakan …