SANG JURUSELAMAT LAHIR DI HATI

“Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.”  Lukas 2:11.

Sejak dahulu, Desember bukanlah bulan favorit saya. Bahkan, saya tidak menyukai Desember, karena sejak awal bulan, seluruh dunia mulai merayakan Natal. Sebuah perayaan yang mestinya membawa kegembiraan bagi saya yang sejak lahir beragama Kristen. Aneh memang, tetapi itu kenyataannya.

Di bulan di mana semua orang berbahagia, mall dipenuhi keluarga-keluarga yang berbelanja Natal, gereja-gereja penuh dengan jemaat yang datang dengan sukacita untuk merayakan Natal, rumah-rumah yang dihiasi dengan pernak pernik Natal yang cantik, kue-kue lezat, hadiah-hadiah dan berkumpulnya seluruh anggota keluarga sehingga membuat rumah terasa begitu hangat. Ada saya dan banyak orang yang tidak menyukainya, karena kami hanya bisa melihat dengan iri.

Rumah kami sepi, Natal adalah waktu di mana Ayah kami selalu pergi judi bermalam-malam tanpa pulang. Tidak ada pohon Natal, makanan lezat, hadiah bahkan, ke gereja pun kami pergi sendiri tanpa ditemani. Semakin kami melihat rumah yang ramai dan wajah yang berbahagia, semakin kami merasa kesepian dan nelangsa. Saya sendiri tidak tahu sejak kapan perasaan itu ada, tetapi yang saya ingat adalah Desember 1993 adalah Desember terakhir yang saya benci. Karena sejak 1 Januari 1994, Sang Juruselamat lahir di hati saya.

Desember 1994, rumah kami masih seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, hati saya tidak lagi kosong. Saya semangat untuk berjumpa CINTA SEJATI saya. Hadir-Nya mendatangkan sukacita, damai sejahtera, perasaan dicintai, harapan dan menutup semua lubang kesepian di batin saya. Jika saat ini, Anda merasakan apa yang saya rasakan dulu, ijinkan saya memberitakan kabar kesukaan besar ini bagi Anda, “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan.”

Di bulan Natal ini mungkin kita lupa, ada orang-orang seperti saya dulu yang merasa kesepian di tengah musim yang penuh perayaan dan keramaian. Mereka yang masih ada di dalam kegelapan, tanpa harapan, dan hidup yang kalah karena dosa. Kita begitu bergembira dalam pesta dan lupa berbagi berita sukacita, bahwa Allah mengasihi mereka dan menyertai mereka.

Mari kita jadikan momen yang indah dan penuh sukacita ini, untuk menghampiri dan membagikan kasih Kristus kepada mereka, sehingga keselamatan, pemulihan, pengharapan, sukacita, damai sejahtera dan hidup berkemenangan juga menjadi bagian mereka. Rick Warren mengatakan, bahwa Yesus datang tidak hanya menebus dosa kita, tetapi juga untuk mengatur ulang tujuan awal Allah bagi kita, yaitu hidup bagi Dia dan melakukan kehendak-Nya. Dan Allah mau Anda hidup sebagai saksi-saksi-Nya dan menjadikan semua bangsa murid-Nya.

Selain dikejutkan dengan kenyataaan, bahwa banyak orang tidak menyukai Natal. Namun, ada hal yang sama mengejutkannya, yaitu ada banyak orang yang selama ini merayakan Natal tanpa mengerti “anugerah” terhebat dan “hadiah” termahal yang telah Allah berikan bagi mereka. Hadiah yang terbungkus di dalam Yesus adalah semua manfaat dan berkat yang Allah sediakan bagi hidup Anda dan saya, yang telah Ia tuliskan di dalam Alkitab.

Kelahiran Kristus mengaruniakan kita yang percaya kepada-Nya segala berkat rohani di dalam sorga. Di dalam Dia, Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tidak bercacat di hadapan-Nya. Di dalam Kristus, kita beroleh jalan kepada Bapa. Kita didamaikan dengan Bapa dan dapat menghampiri-Nya kapan saja. Oleh Yesus Kristus, kita kini menjadi anak-anak Allah. Di dalam Dia dan oleh darah-Nya, kita beroleh penebusan. Di dalam Kristus kita mendapat semua bagian yang dijanjikan Allah. Sebuah kehidupan yang penuh dengan kekayaaan, kemenangan dan berkat. (Efesus 1:1-14). Karenanya, sebuah kerugian besar, jika kita merayakan Natal tanpa membuka dan menikmati “hadiah” Natal dari Bapa.

Menerima Yesus, Sang Juruselamat akan membuat hidup kita berbeda total. Anda dan saya tidak lagi memiliki hidup yang kosong, hampa dan diliputi kegelapan. Tetapi, Sang Juruselamat yang telah lahir di hati membuat hidup jadi berarti. Ia bekerja di dalam dan melalui kita. Sebuah hidup dengan tujuan yang jelas, yaitu sorga dan mahkota. Kehidupan yang berjaminkan kemenangan, karena Allah dalam rupa Roh Kudus kini menyertai kita selama-lamanya. Kehidupan yang tidak hanya diberkati tetapi juga memberkati dunia.

Selamat Natal. Tuhan Yesus memberkati.

Oleh: Bhernadethe Siregar

Check Also

Artikel Utama

BERSAKSI ITU MENYENANGKAN

Oleh: Pdt. Dr. A.L. Jantje Haans 2 Timotius 4:2, 8Menginjil itu tidak mudah. Namun, menginjil/bersaksi …