
Yesus masuk ke dalam lubang perbudakan kita. Ia mematahkan belenggu dan Ia membebaskan kita. Ia memulihkan kita pada hidup yang berarti dan berhasil. Rasul Paulus dalam Efesus 1:7-12, memberitahukan bahwa di dalam Kristus, kita mendapatkan pengampunan dosa. Kesadaran akan dosa membuat kita bersembunyi dari Allah dan dari orang lain dan bahkan dari diri kita sendiri. Dosa menimbulkan rasa malu, penarikan diri dan penyangkalan. Ingatan akan dosa-dosa membuat kita merasa tertolak, baik terhadap diri kita sendiri maupun orang lain. Rasa malu yang diakibatkan oleh dosa membuat kita menyendiri, menutup-nutupi, curiga, kesepian dan putus asa.
Ketika Yesus masuk ke dalam hidup kita, terang-Nya menghalau kegelapan. Seperti yang dikatakan-Nya kepada wanita yang tertangkap basah berzinah. Yohanes 8:11 … “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” . Banyak orang meragukan dan bertanya, dengan apakah Dia mengampuni dosa orang? Bagaimana itu bisa terjadi?
Efesus 1:7, Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, . Begitulah pengampunan terjadi. Darah-Nya membayar harga penebusan kita. Darah-Nya memberikan kemerdekaan dari perbudakan dosa. Darah-Nya tertumpah di atas kayu salib keaiban, untuk menghapuskan dosa kita. Itulah karya Yesus Kristus.
Kayu salib bukanlah hal yang menyenangkan. Darah itu lengket, kotor dan bahkan memuakkan bagi kebanyakan orang. Banyak orang yang menjadi pusing bila melihat darah. Jadi seluruh pekerjaan dari Juruselamat yang berdarah ini adalah sesuatu yang menjijikkan bagi kebanyakan orang, karena mereka tidak mengerti mengapa Allah bersikeras harus ada darah sebelum terjadi pengampunan. Tidak ada cara lain. Ibrani 9:22, mengatakan : “Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan. Mengapa? Karena darah menegaskan realitas dosa kita. Yesus mati karena kita pantas mati. Kita pantas mendapatkan penghukuman Allah.
Yesus mati sebagai pengganti kita. Darah-Nya adalah pengganti darah kita, Salib-Nya adalah pengganti dari salib yang sebenarnya pantas bagi Anda dan saya, dan Ia bukan hanya pengganti semata, pengganti bagi kita di atas kayu salib namun Ia berpihak kepada kita. Sesungguhnya Ia telah menggantikan kita di atas kayu salib. 2 Korintus 5:21, Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah. Ketika Yesus mengambil tempat kita dan memihak kita, Allah membiarkan-Nya mati karena itulah yang sebenarnya layak kita terima dan kita tidak bisa lolos tanpa pertolongan Allah.
Kita harus memahami bahwa salib adalah benar-benar kabar terbaik dari semua kabar. Darah Kristus memberi tahu kita bahwa Allah itu adil dan Ia menghadapi dosa. Ketika Kristus mati, integritas dan keadilan Allah ditegakkan. Sekarang Ia bebas untuk mengasihi kita sepenuhnya. Tidak seorangpun bisa bertahan di bawah bayang-bayang salib dan membantah bahwa Allah memandang enteng dosa.
Semua manusia telah berdosa namun salib itu membela kita, darah itu telah memerdekakan kita. Harga kita telah dibayar lunas, dan Allah sekarang menerima kita seutuhnya di dalam Kristus. Halleluya puji Tuhan. Amin
GBI Pasir Koja 39 Bandung