Remaja dalam Mengelola Uang

Seorang remaja berpendapat tentang keuangan : “Masa remaja adalah masa di mana keuangannya masih diperoleh dari belas kasihan orang tua atau pemberian orang tua.” Ya kalau orang tua sedang senang dengan kita mungkin di kasih ‘full’ uang jajannya, tetapi kalau sedang sebel dengan anaknya, ‘mungkin cuma sepertiga’ yang diberi, sisanya kita harus usaha sendiri bahkan memohon dengan sangat bahkan mungkin marah kepada orang tua kita.

Setuju dengan pendapat diatas? Atau pernah mengalami hal seperti itu?

Tetapi prinsip dasarnya, dapat dipastikan rata-rata remaja uang pribadinya berasal dari orang tua. Meskipun demikian, remaja harus pintar-pintar mengelola keuangannya. Janganlah menggunakan keuangan dari orang tua dengan sembarangan. Memang itu hak kita untuk menggunakannya, namun banyak anak muda yang keliru dengan uang pemberian itu. Percaya atau tidak, banyak peristiwa yang membuka mata kita bahwa remaja juga sering mengalami masalah yang berkaitan dengan keuangan. Banyak orang bertanya-tanya, apa sebenarnya penyebab dari permasalahan tersebut sehingga banyak remaja harus bermasalah dengan uang.

Banyak remaja Kristen yang menyukai hidup hedonisme, materialisme, konsumtif, dan lain sebagainya. Sebagai orang percaya, kita harus peka atas pekerjaan Iblis. Iblis senantiasa bekerja untuk menjatuhkan para remaja melalui cara-cara yang tidak terduga, salah satunya melalui uang. Iblis sering kali membelokkan pikiran kita bahwa uang lah yang dapat memberikan kebahagiaan, kehidupan yang layak, kehormatan, kekuasaan, dan harapan bagi kita. Hal inilah yang kemudian membuat para remaja menganggap bahwa uang adalah “yang berkuasa” dan “sangat penting”, melebihi Sang Pencipta. Sikap seperti inilah yang kemudian membuat para remaja memiliki motivasi yang salah dengan uang dan berlanjut pada pencarian uang dengan cara yang tidak benar, serta penggunaan uang yang hanya berpusat untuk memenuhi  keinginan pribadi.

Bagaimana sebagai remaja Kristen bersikap yang benar terhadap keuangan?

  1. Menyadari bahwa Allah adalah sumber berkat (Ulangan 8:18) 
  2. Kebanyakan remaja berpikir uang jajan mereka bersumber dari hasil kerja keras orang tua mereka dan sudah selayaknya orang tua memberikan yang terbaik buat anak-anak. Namun bukanlah seperti demikian. Seorang remaja harus mulai memahami bahwa keuangan yang mereka dapatkan berasal dari Tuhan. Ketika mereka memahaminya, maka mereka akan memiliki rasa sungkan menggunakan uang tersebut untuk hal hal yang tidak berguna. 
  3. Membuat daftar ‘Keinginan’ dan ‘Kebutuhan’
  4. Seringkali remaja pada saat umurnya memiliki banyak  keinginan untuk mengikuti perkembangan jaman, apakah itu semuanya harus dimiliki? Alangkah baiknya, kita membuat sebuah daftar keinginan dan kebutuhan tersebut. Jangan sampai ketika ada kebutuhan yang mendesak, tidak dapat tercapai karena keuangan sudah dihabiskan untuk memenuhi keinginan semata.
  5. Belajar memberi dan menabur (Amsal 3:9)
  6. Memberi persembahan untuk pekerjaan Tuhan adalah suatu sikap ucapan syukur. Seorang remaja mempunyai uang jajan dan setiap hari Minggu diberikan lagi uang untuk persembahan, itu artinya sebagai remaja berkesempatan untuk belajar memberi dari yang apa yang dimiliki. Bukan masalah besar atau kecil jumlahnya, tetapi ucapan syukur yang mengalir dari hati.
  7. Menabur itu apa sih? Menabur sama dengan memberi, artinya menyisihkan uang jajan untuk menjadi alat kesaksian kasih Tuhan bagi sesama. Percayalah, apa yang ditabur itulah yang dituai. Dan, bahkan Tuhan akan melimpahkan berkat lebih lagi agar kita bisa menjadi berkat bagi orang lain.

Lalu, mengapa remaja perlu belajar mengelola keuangan dari sekarang? Karena, uang itu alat dan remaja harus cerdas menggunakan alat itu agar berguna bagi setiap yang membutuhkan baik diri sendiri maupun orang lain. Seorang remaja harus tahu bahwa mengelola uang adalah sebuah kebiasaan yang baik, dan sebuah kebiasaan yang baik tidak bisa muncul begitu saja. Seorang remaja perlu membiasakan diri agar menjadi biasa.

Oleh: Kevin Eldiwan

Check Also

Artikel Link

PRAISE AND WORSHIP (TALKSHOW)

Oleh: Tirza Raidishya Fairha Ayumi Handi Minggu, 22 September 2024 Ibadah Link Youth berkesempatan mengadakan …