RELATIONSHIP WITH HOLY SPIRIT

RELATIONSHIP WITH HOLY SPIRIT - Roma 8:5 “Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup
Oleh: Kevin Eldiwan

Roma 8:5 “Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.” RELATIONSHIP WITH HOLY SPIRIT

Di bulan April lalu, kita memperingati hari Jumat Agung serta hari Paskah. Di mana melalui momen Jumat Agung dan Paskah kita diingatkan kembali akan pengorbanan Tuhan Yesus di atas kayu salib serta kebangkitan-Nya atas maut, yang berarti kita telah ditebus dan dibayar oleh darah-Nya yang mahal. Lalu, pada bulan ini (Mei) kita memperingati hari kenaikan Tuhan Yesus ke sorga dan pencurahan Roh Kudus. Pertanyaannya, lalu setelah rangkaian peringatan tersebut, apa yang harus kita lakukan? Apakah kita kembali melakukan aktivitas kita sehari-hari dengan biasa-biasa saja dan menunggu momen ini terulang di tahun depan? RELATIONSHIP WITH HOLY SPIRIT

Kata relationship berarti hubungan, yang juga berarti saling berkaitan satu sama lain. Hubungan dengan Roh Kudus berarti saling berkaitan dengan Roh Kudus. Setelah Roh Kudus dicurahkan dua ribu tahun yang lalu, Roh Kudus ada dalam hidup kita. Roh Kudus tinggal dalam hati kita, kita bisa bebas berinteraksi dengan Roh Kudus sama seperti layaknya kita yang berkomunikasi dua arah.

Melalui momen peringatan hari pencurahan Roh Kudus ini, mari kita memulai kembali hubungan pribadi kita bersama Roh Kudus lewat pembacaan firman Tuhan dan doa-doa dalam saat teduh dan perenungan kita. Mungkin hubungan kita sudah lama tidak dibangun atau terputus sama seperti dalam kisah seorang Bapa dengan si bungsu yang terpisah. Tidak ada kegembiraan, tidak ada damai sejahtera. Ketika si bungsu itu kembali dan menjalin hubungan kembali dengan Bapa, terjadilah kegembiraan dan damai sejahtera. Ketika kita hidup dalam Roh, kita memikirkan hal-hal yang dari Roh yang dapat menimbulkan damai sejahtera, Roh memampukan kita ketika kita tidak mampu melakukan sesuatu secara kekuatan manusia. Sama seperti Petrus yang dahulunya adalah seorang penyangkal, tapi ketika Roh Kudus tinggal dalam dirinya, Ia membuat banyak orang untuk bertobat.

Roh Kudus sudah dicurahkan dua ribu tahun yang lalu dan sudah ada dalam hati kita, tinggal kita bebas memutuskan apakah kita mau membangun hubungan kita dengan Roh Kudus? Bila kita tidak menjalani hubungan tersebut, sama saja seperti kita tidak menggunakan sebuah fasilitas atau privilege yang sudah diberikan secara cuma-cuma. Dan malah kita tetap hidup mengandalkan kekuatan diri sendiri di dalam daging. Dengan hidup dalam Roh, kita dijauhkan dari perbuatan-perbuatan daging. Seakan-akan ada yang mengingatkan dalam hati kita untuk tidak melakukan perbuatan daging dan semakin diperbaharui dari hari ke hari menjadi serupa dengan Kristus. Begitupun sebaliknya, ketika kita hidup dalam daging, kita tidak akan menghasilkan apa-apa bahkan mengalami kehidupan yang stagnan dan kehidupan yang biasa-biasa saja, sampai pada akhirnya kita tidak mengalami terobosan bahkan tidak layak untuk kembali kepada Kristus.

Mari kita bangun hubungan yang terus-menerus dengan Roh Kudus, karena Roh Kudus membantu dalam segala kelemahan kita, supaya sesuatu yang besar dan yang mulia terjadi atas hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.

Untuk membaca artikel Youth yang lain silahkan klik disini  

Check Also

Artikel Link

PRAISE AND WORSHIP (TALKSHOW)

Oleh: Tirza Raidishya Fairha Ayumi Handi Minggu, 22 September 2024 Ibadah Link Youth berkesempatan mengadakan …