RASA RENDAH DIRI: BAGAIKAN KUCING BERMATA HIJAU (Joyce Landorf) – 1

Artikel Wanita Jan 25 1

“Apa yang ingin Anda ubah dalam diri wanita pada umumnya (andaikata Anda mempunyai tongkat wasiat)?” Saya mulai mengadakan riset untuk buku ini dengan mengajukan pertanyaan tersebut kepada banyak orang, dari berbagai macam lingkungan. Berikut ini adalah sebagian dari jawaban orang-orang itu, dan ada juga yang saya sebutkan siapa yang memberikan jawaban itu, agar lebih jelas:

  1. “Saya ingin agar para wanita lebih feminim.” (Komentar seorang pria yang menikah dengan seorang wanita yang sangat agresif).
  2. “Saya ingin agar para wanita berbicara dengan lebih lembut.” (Komentar putera kami yang baru saja keluar dari pekerjaannya di toko bahan makanan dan minuman; ia merasa lelah sekali menghadapi wanita-wanita bagian pemeriksa barang-barang yang cepat marah).
  3. “Saya ingin agar para wanita lebih memperhatikan dandanannya dan membatasi makanannya.” (Komentar seorang pemuda yang sudah dua tahun menikah dan rupanya isterinya memerlukan hal-hal itu).
  4. “Saya ingin agar para wanita tidak mempunyai pikiran yang terlalu sempit mengenai keadaan-keadaan yang menyangkut teman sekerjanya.” (Komentar suami saya, seorang Wakil Presiden Bank, yang merasa jengkel karena telah kehilangan waktu beberapa jam untuk menyelesaikan percekcokan antara dua pegawai wanita yang mempergunjingkan jadwal waktu makan siang yang berbeda 10 menit).
  5. “Saya ingin agar para wanita membukakan matanya terhadap dunia di sekeliling mereka.” (Komentar Pat French, pemilik sekolah mode dan keluwesan. Ia juga mengatakan bahwa jalan pikiran beberapa orang wanita hanya sedangkal kubangan penuh lumpur).
  6. “Saya ingin agar gadis-gadis tidak lagi menyesali diri sendiri.” (Komentar seorang pemuda yang bekerja di toko makanan dan minuman, bagian pemeriksa barang-barang. la baru saja berkencan dengan seorang gadis yang “benar-benar cantik” dan “tubuhnya indah”, dan setiap kali ia memuji gadis itu, gadis itu selalu membantahnya).
  7. “Saya ingin agar para wanita lebih banyak bicara dan berani berterus terang.” (Komentar ini benar-benar membingungkan saya, sampai saya mengetahui bahwa sebenarnya laki-laki itu telah menikah dengan seorang “bidadari” yang sifatnya lemah lembut dan pendiam. la sebenarnya tidak menyadari akan permata yang dimilikinya!).
  8. “Saya ingin agar para wanita tidak terlalu kritis.” (Komentar seorang wanita muda yang baru saja kembali dari perayaan untuk menyambut kelahiran seorang bayi).
  9. “Saya ingin agar para wanita tidak lagi berusaha untuk mengambil hati majikannya, dan hendaknya mereka bersikap wajar.” (Komentar seorang kepala sekolah yang mengepalai 15 orang guru wanita).
  10. “Saya ingin agar para wanita berhenti mengatakan: “Ah, saya kan hanya seorang ibu rumah tangga”, dengan nada suara sama seperti kalau mereka memberi komentar tentang penyakit masuk angin biasa.” (Komentar saya, karena saya yakin bahwa tidak ada istilah seremeh “hanya seorang ibu rumah tangga,” kalau para wanita menyadari arti sesungguhnya kedudukan itu).

Bersambung….

Check Also

Artikel Wanita April 26 copy

IMAN UNTUK MENANG – 7

Artikel Wanita April 26 copy Dalam pertandingan yang ditayangkan secara nasional di televisi dari Norman, …