
Daud mengetahui segala macam khayalan itu. Bacalah kitab Mazmur pasal 73 (FAYH) seluruhnya. Dalam pasal ini dikemukakan beberapa pandangan baru mengenai sebuah persoalan yang sudah lama.
“Karena aku iri hati terhadap kemakmuran orang-orang yang sombong dan jahat. Ya, perjalanan hidup mereka selalu rata dan menyenangkan. Mereka sehat-sehat dan gemuk-gemuk. Mereka tidak mengenal kesulitan dan kekuatiran seperti orang-orang lain… Orang-orang gendut itu dapat memperoleh apa saja yang mereka inginkan” (ayat 3-7).
Selanjutnya dalam Mazmur 73 Daud memutuskan untuk pergi ke bait suci Allah dan merenungkan perasaan-perasaan iri hati nya itu. Ia membuat kesimpulan bahwa, “Hidup mereka yang sekarang hanya sekedar impian! Mereka akan terbangun dari mimpi itu dan dihadapkan kepada kenyataan yang sebenarnya” (ayat 20).
Kemudian ia menyatakan pula, “Aku merasa begitu bodoh dan dungu. Pada pemandangan-Mu, ya Allah, aku pasti kelihatan seperti binatang. Walaupun demikian, Engkau mengasihi aku” (ayat 22,23).
Saya berhenti di situ, tetapi Mazmur 73 itu diakhiri dengan pernyataan-pernyataan yang indah sekali. Saya harap Anda akan membacanya sampai selesai. Setiap kali saya membaca pasal itu, saya tertegun oleh kata-kata Daud kepada Tuhan, “Walaupun demikian, Engkau mengasihi aku.”
Inilah kunci untuk mengatasi perasaan harga diri yang rendah yang mungkin Anda alami. Mulailah menyadari, bahwa “Walaupun demikian, Engkau mengasihi aku.”
Wanita yang selalu mencela kecantikan atau keberhasilan orang lain adalah wanita yang paling jelek.
Wanita yang selalu tenggelam dalam khayalannya berarti ia hidup dalam dunia yang tidak nyata, dunia khayalan. Ia kehilangan sukacita yang mempesonakan yang ada di dalam kehidupan yang nyata.
Wanita yang memiliki harga diri yang rendah, yang terus menerus mendambakan agar memiliki wajah, suami, bakat, atau rumah seperti yang dimiliki oleh orang lain, keadaannya menyedihkan sekali, karena ia salah menggunakan waktunya selama di dunia ini. Kehidupannya merupakan pemborosan tenaga dan energi yang besar sekali, terutama bila ditinjau dari kemungkinan-kemungkinan yang ada untuk memanfaatkannya. Ia terperosok makin dalam di kubangan lumpur depresi dan tidak melihat tangan Allah yang kuat yang diulurkan kepadanya. Ia membiarkan semua yang telah direncanakan oleh Allah baginya lalu dengan begitu saja, dan ia sama sekali tidak menghiraukan kata-kata-Nya ketika Ia mengatakan, “Anak-Ku yang Kukasihi, berpeganglah kepada-Ku, sambutlah tangan-Ku, maka Aku akan menarik kamu keluar. Aku akan membebaskan kamu. Kamu sangat berharga bagi-Ku, jadi Aku harus datang untuk menolong kamu. Sambutlah tangan-Ku, datanglah kepada-Ku. Aku mengasihi kamu.”
Kalau Anda mempunyai salah satu persamaan dengan wanita yang memiliki rasa rendah diri itu, Anda dapat mengubahnya. Anda dapat mengangkat derajat, memperbaiki kedudukan Anda, dan meninggikan perasaan harga diri Anda mulai sekarang, juga di tempat Anda berada. Pertama-tama sadarilah bahwa: Allah sedang mencurahkan kasih-Nya kepada Anda sekarang, pada detik ini juga.
GBI Pasir Koja 39 Bandung