PUJIAN

Oleh: Joanna Patricia & Agnes Milka

Jika berbicara mengenai ‘pujian’ hal yang terlintas dalam benak kita adalah mengagumi sesuatu, dan memang secara definisi pun demikian. Namun, bagaimana jika kita berbicara mengenai pujian dalam konteks rohani? Mungkin yang terlintas dalam pikiran kita adalah bernyanyi lagu rohani di gereja sambil mengangkat tangan kita. Pemikiran tersebut tidaklah keliru, namun, pujian dan penyembahan memiliki arti yang lebih dalam dan intim dari sekedar bernyanyi.

Pujian dan penyembahan yang benar bukanlah sekedar musik, dan nyanyian. Bahkan, pujian dan penyembahan terkadang sering disalah artikan sebagai suatu genre musik tertentu. Biasanya jika sebuah lagu itu memiliki tempo yang cepat lagu tersebut dianggap sebagai “pujian”. Tetapi jika sebuah lagu bertempo lambat maka disebut sebagai “penyembahan”. Pujian dan penyembahan yang benar tidak ditentukan oleh cepat atau lambatnya suatu lagu, atau bahkan tidak harus berbentuk sebuah lagu. Lagu ataupun alunan musik hanya merupakan sebuah alat untuk kita menyembah. Namun, jika sesuatu yang keluar dari hati kita dan kemudian dipersembahkan kepada Allah dalam Roh dan kebenaran, itulah definisi sesungguhnya dari pujian penyembahan.

Pujian dan penyembahan yang benar dimotivasi oleh kasih, ucapan syukur, dan sukacita, bukan karena kewajiban. Oleh sebab itu pujian dan penyembahan bukan hanya ketika seorang pemimpin pujian berkata, “Mari sembah Dia!” atau ”Mari puji Dia!” Pujian dan penyembahan bukanlah hanya sebagian dari kehidupan kita, melainkan pujian dan penyembahan harus menjadi kehidupan kita. Hal ini karena kita sebagai manusia memiliki kesadaran, bahwa kehidupan yang kita nikmati ini, semata-mata merupakan kemurahan Allah saja, dan sudah selayaknya kita berterimakasih dan menyembah Allah yang memberikan hal tersebut. Ketika seseorang memuji dan menyembah Tuhan juga, bukan semata-mata hanya karena apa yang Allah telah dan dapat lakukan bagi kita, namun murni karena siapa Allah. Karena sesungguhnya Allah adalah Pribadi yang layak dan harus kita puji juga sembah.

Tentunya, pujian dan penyembahan tidak hanya sebatas nyanyian yang sepenuhnya kita berikan kepada Allah saja. Melainkan kita harus menjadikan pujian dan penyembahan sebagai gaya hidup kita sehari-hari. Ketika kita menggunakan kehidupan kita sebagai pujian dan penyembahan bagi kemuliaan Allah, hal ini pula yang akan menjadikan hidup kita berdampak bagi orang-orang di sekitar kita. Semakin kita sungguh-sungguh memuji dan menyembah Allah dalam bentuk apa pun, kita akan semakin tinggal dalam kasih-Nya dan mengerti segala kehendak-Nya.

Check Also

Artikel Link

PRAISE AND WORSHIP (TALKSHOW)

Oleh: Tirza Raidishya Fairha Ayumi Handi Minggu, 22 September 2024 Ibadah Link Youth berkesempatan mengadakan …