Praise and Worship as From of Thankful Heart

Oleh: Jane Louismono

Pujian dan penyembahan kita menjadi hal yang penting, karena menjadi bentuk rasa syukur kepada-Nya atas segala berkat, perlindungan dan penyertaan yang telah Ia berikan pada kita sekaligus menjadi tanda bahwa kita adalah anak-anak-Nya yang tidak layak mendapatkan keselamatan namun oleh karena begitu besar kasih-Nya pada kita, Ia menganugrahkannya kepada kita. Namun tidak jarang banyak dari kita yang merasa tidak memiliki talenta, merasa tidak bisa untuk memuji dan menyembah, sehingga membuatnya undur padahal bukan tentang bagus atau tidaknya seseorang saat memuji dan menyembah tetapi Tuhan melihat hati yang tulus dan sungguh-sungguh mencari wajah-Nya, diam tenang di hadirat-Nya dan rindu duduk di kaki-Nya.

Lebih celakanya lagi banyak orang berfokus hanya pada kualitas pujian dan penyembahan dalam arti berfokus pada skill yang dimiliki, seberapa mahir orang tersebut dalam memimpin pujian, dalam bernyanyi ataupun dalam memainkan berbagai alat musik beserta aransemennya. Belum lagi karena ingin dilihat orang lain atau agar dapat diakui orang lain, ketika kita memberikan yang terbaik tapi berpusat hanya kepada diri sendiri dan bukan Yesus, itu adalah sebuah kekeliruan terbesar. Seharusnya kita sebagai orang-orang yang telah mendapatkan anugrah secara cuma-cuma, kita menyadari bahwa tanpa Tuhan kita bukan apa-apa. Tidak ada dalam diri kita yang bisa kita banggakan, yang bisa kita sombongkan, karena Yesus menjadi satu-satunya yang bisa kita megahkan. Segala talenta yang kita miliki adalah milik-Nya dan menjadi sebuah titipan yang akan kita kembangkan atau kita kubur dalam-dalam.

Ketika kita memuji dan menyembah Tuhan, memberikan yang terbaik dan mengembangkan talenta yang kita miliki hanya untuk kemuliaan-Nya kita tidak hanya sedang menyenangkan Tuhan tapi menjadi berkat bagi orang lain. Pujian penyembahan tidak terbatas hanya saat kita beribadah offline di gereja maupun ibadah online di rumah, atau melalui saat teduh waktu pribadi kita bersama Tuhan, atau saat kita berkumpul berdoa, berbagi kesaksian tentang Dia. Bukan hanya tentang nyanyian, mazmur atau alunan lagu, tetapi bentuk pujian penyembahan yaitu ketika kita melakukan hal yang menjadi kehendak-Nya, mengasihi sesama, mengasihi jiwa-jiwa bahkan mengasihi musuh sekalipun.

Ketika kita hidup seturut dengan apa yang Ia senangi, secara tidak langsung itu merupakan pujian penyembahan kita kepada-Nya, jadi jangan pernah enggan untuk memuji dan menyembah-Nya karena berbagai alasan. Pujian dan penyembahan yang berpusat hanya kepada-Nya bukan yang lain, tidak dibatasi oleh apapun, karena segala yang kita pikirkan, kita rasakan dan kita lakukan semuanya merupakan ucapan syukur kita, merupakan pujian dan penyembahan yang kita naikkan bagi kemuliaan-Nya. Memuji dan menyembah Tuhan menjadi kekuatan bagi kita dan menumbuhkan iman kita, karena kita tahu kita memiliki Allah yang tidak akan pernah meninggalkan, satu-satunya yang dapat kita andalkan dan kita sadar bahwa kita berada di tangan yang tepat. Membuat kita terus belajar untuk rendah hati, siap dibentuk, mau diproses untuk menjadi serupa dengan-Nya. Terus cari yang menjadi kerinduan hati-Nya, karena hanya mereka yang telah merasakan betapa besar Kasih Allah pada mereka, merekalah yang dapat sungguh-sungguh memuji dan menyembah-Nya.

Check Also

Artikel Link

PRAISE AND WORSHIP (TALKSHOW)

Oleh: Tirza Raidishya Fairha Ayumi Handi Minggu, 22 September 2024 Ibadah Link Youth berkesempatan mengadakan …