Pergi dan Perbuatlah demikian !

artutamaMisi adalah sebuah tindakan kepedulian. Ada jutaan orang sedang menuju pada kematian kekal tanpa masa depan dan tanpa harapan. Jika kita mau memberi sedikit waktu untuk berbicara atau perhatian, kita bisa membawa mereka pada keselamatan kekal dan hidup penuh dengan kemurahan Tuhan. Ketika kita membaca kisah dalam Alkitab, dan menemukan orang orang yang dijuluki pahlawan dalam Tuhan karena keberaniannya , atau dijuluki sebagai pahlawan iman karena keyakinannya kepada kuasa Tuhan yang sanggup menolong , melepaskan dari kesulitan yang sedang dihadapi atau bahkan dari ancaman jiwanya . Kalimat yang paling singkatnya adalah karena mereka peduli !

Nehemia , peduli kepada bangsanya. Ruth peduli kepada mertuanya . Daniel, dan ketiga rekannya Sadrakh, Mesakh dan abednego juga peduli kepada rakyat Babel agar mereka bisa melihat bahwa Tuhan yang disembah oleh Daniel adalah Tuhan yang hidup dan Maha kuasa. Tuhan Yesus, mau mati di kayu salib dengan cara yang paling tragis bahkan sangat tidak layak karena Tuhan Yesus peduli kepada manusia yang akan binasa dalam penderitaan kekal di neraka.

Cerita orang Samaria yang baik hati sudah sangat terkenal. Banyak film, drama, novel, dan cerpen yang ditulis berdasarkan cerita ini. Cerita ini bukan kisah nyata, tetapi maknanya sangat riil. Orang yang membutuhkan pertolongan, orang yang baik hati dan orang yang tidak mau peduli terhadap sesama yang menderita adalah sosok-sosok nyata yang ada di dunia ini dari dulu sampai sekarang. Bukan tanpa sengaja kalau Tuhan Yesus menjadikan orang Samaria sebagai “tokoh baik”, sedangkan imam dan orang Lewi sebagai “tokoh buruk”. Orang Samaria di mata orang-orang Yahudi adalah kelompok marginal, yang dianggap hina, sedangkan imam dan orang Lewi dianggap sebagai kalangan elite masyarakat dan terhormat. Cerita ini seakan-akan hendak menjungkirbalikkan anggapan umum yang ada pada waktu itu, bahwa yang Tuhan hargai dari manusia bukanlah status atau kedudukan sosial yang disandangnya, tetapi karya kasihnya kepada orang lain yang menderita.

Di dalam cerita itu, imam dan orang Lewi digambarkan sebagai orang-orang yang tidak memiliki kepedulian dan kepekaan terhadap sesama. Sebaliknya orang Samaria, dengan sigap menyingsingkan lengan baju untuk menolong si korban. Bahkan, ia memberi pertolongan tanpa pamrih dan gembar-gembor. Tuhan Yesus menutup cerita ini dengan satu nasihat praktis,

” Pergilah dan perbuatlah juga demikian ” (Lukas 10: 37).

Oleh: Dede Imawan

 

 

 

 

Check Also

Artikel Utama

BERSAKSI ITU MENYENANGKAN

Oleh: Pdt. Dr. A.L. Jantje Haans 2 Timotius 4:2, 8Menginjil itu tidak mudah. Namun, menginjil/bersaksi …