Peran Roh Kudus

Di zaman sekarang, banyak anak muda yang meninggalkan agama karena tidak suka dengan aturan yang mengikat. Anak muda identik dengan keinginan akan kebebasan dan biasanya tidak suka dengan peraturan-peraturan yang umumnya terdapat pada agama. Begitupun dengan anak muda Kristen. Sayang sekali bila kekristenan hanya dipandang sebagai kumpulan aturan antara hal yang boleh dan tidak boleh atau hal yang harus dan hal yang dilarang. Anak muda perlu mengerti bahwa kekristenan lebih dari itu. Seorang Kristen merupakan orang yang mengikuti Yesus, bukan hanya mengikuti aturan-aturan. Aturan bersifat kaku dan statis sedangkan Yesus itu dinamis dan kontekstual.

Salah satu hal yang membuat saya kagum dan terpikat pada kekristenan ialah khotbah Yesus di bukit. Pada khotbah di bukit, Yesus menyampaikan suatu cara hidup yang luar biasa. Beberapa prinsip yang Yesus sampaikan ialah kasihilah musuhmu dan berdoalah baginya, bila seseorang menampar pipi kirimu berilah juga pipi kananmu, bila seorang memintamu berjalan sejauh satu mil berjalanlah bersamanya untuk dua mil. Sungguh suatu cara hidup yang sangat berbeda dengan prinsip dunia. Cara hidup yang Kristus bawa ini bukan bertentangan dengan hukum taurat, melainkan merupakan cara hidup yang berada di atas standar hukum taurat.

Dalam bahasa sederhana, prinsip ini membawa kita untuk memberi lebih dari ekspektasi. Ketika dikecewakan tetap tegar, ketika dimusuhi tetap mengasihi, dan ketika tidak dihargai tetap melayani. Namun, bagaimana mungkin manusia melakukan ini? Terutama kita sebagai anak-anak muda yang masih besar keakuannya. Apakah prinsip yang Kristus bawa ini hanya sebuah ide yang indah namun pada praktiknya sukar untuk dilakukan?

Hal ini bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan karena Ia memberikan Roh Kudus kepada kita sehingga memungkinkan kita untuk melakukan kehendak Bapa. Ketika Roh-Nya tinggal dalam kita, kita dimampukan sebagaimana Yesus bertindak dan mengasihi. Seperti kata Yesus, “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” – Matius 5:48. Kita bisa sempurna karena Roh Allah yang sempurna tinggal di dalam kita. Tentu ada proses yang kita jalani untuk menyelaraskan keinginan kita dengan keinginan Allah, dan pada proses itu Roh Kudus akan setia menemani.

Anak muda, apa peran Roh Kudus dalam hidupmu? Sudahkah kita membangun hubungan intim dengan-Nya? Tidak sulit membangun hubungan dengan-Nya, dengan setia saat teduh, membaca firman dan memiliki jam doa pribadi untuk menangkap isi hati-Nya.

Oleh: Ivan Stefanus

Check Also

Artikel Link

PRAISE AND WORSHIP (TALKSHOW)

Oleh: Tirza Raidishya Fairha Ayumi Handi Minggu, 22 September 2024 Ibadah Link Youth berkesempatan mengadakan …