Penulis: Ferry Simanjuntak, M.Th.
Penerbit: Satu-Satu, Maret 2015 (Cetakan ke-1), 150 halaman.
Orang Kristen seringkali memberikan waktu terbanyak untuk mempelajari Perjanjian Baru dan mengabaikan Perjanjian Lama. Kalaupun mereka mempelajari Perjanjian Lama umumnya mereka menyelidiki Kitab Mazmur dan Amsal, lalu sesekali kitab yang lain. Akibatnya banyak orang Kristen gagal untuk memahami keseluruhan maksud Allah dalam Alkitab.
Maksud penulisan buku ini adalah untuk memberikan penerangan tentang Perjanjian Lama kepada orang Kristen. Dampak selanjutnya yang diharapkan adalah tumbuhnya minat atau kecintaan di kalangan orang Kristen secara luas untuk mempelajari Perjanjian Lama. Di samping itu, dengan mempelajari buku ini diharapkan orang Kristen dapat melihat Perjanjian Lama dari sudut pandang keseluruhan kebenaran Alkitab sehingga mereka dapat melihat dengan jelas relevansinya bagi kehidupan Kristen sekarang.
Buku ini melengkapi dan menambah wawasan anda mengenai kitab-kitab puisi dan nabi-nabi besar, buku ini baik sebagai bahan pengetahuan dan menarik untuk disimak. Unsur-unsur penting dalam tulisan ini memberi nuansa puitis dan perspektif terhadap kondisi masa lalu yang tetap update bagi kelayakan kontemporer teologis gereja masa kini. Fenomena iman Kristen yang tersaji dalam khasanah Perjanjian Lama terenda secara berkesinambungan ketika Perjanjian Baru merebak dan memberi jawab terhadap nubuat tentang kehadiran Kristus, sehingga untaian nilai-nilai puitis membuka cakrawala keselamatan itu semakin merebak dalam konteks Perjanjian Baru.
Buku ini pantas menambah salah satu sumber utama referensi teologi anda yang akurat, untuk mengenal siapa Juruselamat manusia yang termeterai dalam diri Yesus Kristus secara lebih inspiratif, namun juga berpretensi dalam tataran praktis teologis.
Penulis buku ini adalah seorang pengajar Alkitab yang sepenuhnya percaya pada Alkitab sebagai Firman Allah. Bapak Ferry Simanjuntak, S.Th., M.Th., D.Th. (Cand) dilahirkan di Laras, Sumatera Utara, 1 Agustus 1976. Setelah lulus dari SMA Negeri 1 Serbelawan (1995), ia melanjutkan pendidikan pada program studi Christian Leadership di Harvest Leadership Institute (1996). Suami dari Marthalina Tampubolon ini lalu melanjutkan studi Teologi Kependetaan di STT Kharisma Bandung hingga mendapat gelar S.Th. (2009), dan gelar M.Th. (2012) di tempat yang sama. Saat ini beliau sedang dalam tahap penyelesaian program D.Th. (S-3 Teologi) di STT Bethesda Bekasi. Ayah dari Ruth Larasita Simanjuntak ini, kini melayani dalam tim penggembalaan di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jl. Pasirkoja No. 39 Bandung. Selain itu, beliau juga menjadi tim pengajar di program studi Teologi Kependetaan dan menjabat sebagai Ketua Unit Penjamin Mutu Internal (UPMI) di STT Kharisma Bandung.
Oleh: Hanan Gandasubrata
GBI Pasir Koja 39 Bandung
