
Pemuridan Dengan Prinsip Timotius; Roy Robertson; Yayasan ANDI; Cetakan ke-1, 1995; 180 halaman.
Setiap bab dalam buku penuntun yang praktis ini akan memimpin Anda secara lebih mendalam kepada prinsip-prinsip strategis untuk dapat menjadi orang tua rohani yang dimulai dengan Paulus dan “anak”-nya, Timotius. Anda akan mempelajari tentang rahasia-rahasia untuk memantapkan seorang murid baru, mengajarnya untuk mengadakan Pemahaman Alkitab, berdoa, dan bersaat teduh, melatihnya untuk melakukan penginjilan dan bimbingan lanjutan serta menolongnya untuk memantapkan seorang murid baru lainnya. Penulis buku ini, Roy Robertson, melengkapi dengan contoh-contoh yang sangat mengesankan dari pengalamannya sendiri selama dirinya dimuridkan dan dilatih oleh pendiri Para Navigator, Dawson Earle Trotman (1906-1956). “Kehidupan rohani tidak ditularkan melalui para malaikat, tidak melalui fakta-fakta dan informasi-informasi yang membosankan, dan juga tidak melalui mukjizat-mukjizat,” kata Roy dalam buku ini. “Kehidupan rohani ditularkan melalui diri kita, orang-orang yang hidup secara rohani.”
Roy menyusun bukunya menjadi 14 bab: 1) Dua Perintah Allah yang Pertama, 2) Menghasilkan Buah Rohani, 3) Berbuah Lebat Dimulai dengan Disiplin, 4) Dasar-dasar untuk Pertumbuhan Rohani, 5) Menyelidiki Firman Allah, 6) Sukacita dalam Memenangkan Jiwa, 7) Jembatan Kehidupan, 8) Membebaskan Anak-anak Rohani, 9) Tindak Lanjut Pendahuluan, 10) Mengajar Pelipatgandaan Rohani, 11) Cucu Rohani, 12) Prinsip Timotius, 13) Strategi Orang Kunci, dan 14) Visi Dunia.
Roy Robertson mendirikan cabang pelayanan Para Navigator di Singapura pada tahun 1962. Sebelum pergi ke luar negeri sebagai misionaris pertama dari Para Navigator, ia juga telah merintis pelayanan Para Navigator di tempat asalnya yaitu di negara bagian Texas, Amerika Serikat. Sebagai seorang misionaris, Roy secara pribadi telah membuka pelayanan Para Navigator di daratan Tiongkok, Taiwan, Jepang, Singapura, dan Indonesia. Sebagai direktur wilayah Asia, ia memimpin dan mengawasi pelayanan Para Navigator di Filipina, Hong Kong, India, dan Korea. Jabatannya sebelum itu adalah sebagai koordinator pelayanan luar negeri bagi Para Navigator. Selama melayani sebagai misionaris Para Navigator, Roy juga mendirikan dan memimpin sebuah pelayanan yang dinamakan Training Evangelistic Leadership (TEL). Pelayanan TEL ini mengkhususkan diri untuk membina para penginjil dan dan tim-tim penginjilan di Asia.
Setelah berhenti melayani dari Para Navigator pada tahun 1987, ia terus memimpin dan mengawasi pelayanan-pelayanan TEL yang semakin berkembang di Indonesia, India, Filipina, dan Hong Kong. Dua di antara keenam putra-putri dari Roy dan istrinya Phyllis, yaitu Janet Lewis dan Susan Rice, bersama suami mereka, juga menjadi misionaris Para Navigator di Afrika. Lee, salah satu dari putra kembarnya yang lahir di Singapura, pernah melayani di bawah lembaga TEL di Indonesia. Roy Robertson berpulang ke rumah Bapa di Sorga pada tahun 2008
GBI Pasir Koja 39 Bandung