
Hadiah ketiga yang paling penting yang Anda dapat berikan kepada anak-anak Anda adalah roti kehidupan: kehidupan Yesus melalui firman Allah dan doa. Walaupun ini adalah hal terpenting untuk dimiliki anak Anda, dia tidak akan dapat menerimanya jika dia mempunyai hati memberontak.
Untuk meniadakan pemberontakkan dan kebebalan dari hatinya, Anda harus mendisiplin dia. Dia tidak akan menerima pendisiplinan Anda bagaimanapun juga, jika dia tidak dikasihi. Ketiga hadiah ini bekerja bersama-sama, yang satu berhubungan dengan yang lain.
Seperti menanam bunga, melatih seorang anak untuk mengasihi Allah bukan tergantung pada “keterampilan” Anda! Diperlukan kerjasama dengan Allah untuk menciptakan iklim yang baik bagi iman untuk bertumbuh.
Ulangan 6: 4-9 Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.
Sudahkah Anda mengikat satu tanda kasih untuk Allah ke dalam kehidupan pribadi Anda? Kehidupan umum Anda?
Strategi untuk meneruskan tongkat komitmen diberikan dalam beberapa ayat berikut ini:
Tuliskan strategi-strategi yang Anda temukan di ayat 7-9
______________________________________________________________________
Strategi-strategi Untuk Mengomunikasikan Kebenaran Kepada Anak-anak kita
Mengajar
Ini adalah satu waktu yang dikhususkan untuk pembelajaran. Bukan hanya menyampaikan komentar, tetapi merencanakan waktu khusus yang dijadwalkan untuk mengajar anak-anak Anda untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan mereka.
Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah seseorang telah menerima pengajaran, adalah dengan melihat apakah ada satu perubahan. Jika pembelajaran telah dilakukan, akan ada perubahan yang merefleksikan apa yang telah dipelajari. “Memberitahukan” bukan mengajar. Keluarga kami mengajarkan anak-anak kami tentang Tuhan melalui ibadah keluarga yang dijelaskan di keterampilan Ibu.
GBI Pasir Koja 39 Bandung