Pelayanan Anak Muda yang Penuh Kuasa

4-5 Januari 2018, Villa Rumah Pelita – Bandung

Acara ini diadakan sejalan dengan kerinduan dari Pdt. Simon Irianto untuk memberikan impartasi hati bagi pelayanan anak-anak muda kepada staf pengerja Youth GBI Pasirkoja. Acara ini diikuti oleh staf pengerja Youth dan mereka yang memiliki hati untuk membangun generasi muda.

Sesi pertama dilayani oleh Ko Ivan Stefanus, dengan tema “Pelayanan Anak Muda yang Dinamis, Visioner, dan Berprinsip” mengingatkan bahwa pelayanan anak muda harus menjadi pelayanan yang dinamis, karena anak-anak muda adalah tulang punggung gereja di masa yang akan datang. Bahwa setiap anak muda memiliki peran yang sangat penting, seperti beberapa tokoh Alkitab yang dipakai sejak masa muda: Daniel, Timotius, Yesus. Pelayanan anak muda perlu dipandang dari kacamata long-term. “Apa yang kita lihat dari pelayanan anak muda di GBI Pasirkoja sekarang? Bagaimana dengan dulu? Bagaimana di masa depan? Bagaimana menghadapi tantangan baru? Terus belajar! Karena ada hal-hal yang baru dialami di generasi kita dan tidak dialami oleh generasi sebelumnya.” Zaman boleh berubah, tetapi firman Allah tidak berubah. Dasar anak-anak muda harus kuat agar dapat membedakan manakah budaya yang dibangun manusia dan manakah firman Allah yang kekal (Mat. 15:1-6). Sementara itu dasar pelayanan anak muda yang tidak boleh berubah yaitu kasih dan pengorbanan yang disertai hikmat. Kasih terhadap Allah dan sesama manusia melahirkan keintiman, dan keintiman dengan Allah melahirkan kekudusan; tanpa kasih, seperti kata rasul Paulus, semua sia-sia.

Pengorbanan yang disertai hikmat berbicara mengenai korban; bila ada korban, maka akan datang api (1 Raj. 18:36-39). Sedangkan perubahan atau dinamika yang dapat dilakukan pada pelayanan bisa berupa kreativitas, teknologi, organisasi, gaya liturgi, serta cara berkomunikasi. Selain itu, anak muda juga perlu punya target atau visi. Visi merupakan hal yang kita lihat bagi pelayanan anak muda di masa depan; bukan kata-kata yang tersusun rapi tanpa roh yang menyala. Adanya visi membuat pelayanan maju. “Jangan mau stuck!” Terkadang kita merasa maju, padahal berputar-putar pada hal yang sama seperti bangsa Israel di padang gurun. Untuk maju, ada hal-hal lama yang perlu diubah, yaitu kebiasaan lama yang tidak relevan lagi; namun sekali lagi, tetap tidak boleh menggeser prinsip firman Tuhan. Visi membangkitkan motivasi, tetapi compassion yang menjaga api.

Sesi kedua dan ketiga, firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Simon Irianto. Sebagai materi, Pak Simon sudah menyiapkan sebuah buku yang beliau tulis “Pelayanan Anak Muda yang Penuh Kuasa”; di buku tersebut Pak Simon menceritakan mengenai perjalanan panjang melayani Tuhan semenjak usia muda, khususnya dalam melayani anak-anak muda. Sesi kedua ini sangat spesial, karena Pak Simon membagikan kunci-kunci pelayanan yang penuh kuasa bagi anak-anak muda:

  1. “Kuasa, Bukan Perkataan”; anak-anak muda diingatkan bahwa kuasa adalah ciri utama gereja (1 Kor. 4:20). Jika pelayanan tidak disertai dengan kuasa, maka tidaklah ada bedanya dengan perkumpulan anak-anak muda seperti pramuka atau karang taruna. Pak Simon rindu anak-anak muda juga memiliki kerinduan untuk melayani pekerjaan Tuhan dengan penuh kuasa.
  2. “Belas Kasihan, Bukan Ambisi”; api kebangunan rohani selalu dibawa oleh orang-orang yang memiliki belas kasihan Ilahi. Belas kasihan Ilahi membuat seseorang mau menyisihkan kenyamanan dan bahkan rela menderita demi orang lain, seperti rasul Paulus yang rela menderita “sakit bersalin” demi rupa Kristus nyata di dalam diri anak-anak rohaninya (Gal. 4:19). Ambisi digerakkan oleh hal-hal yang fana, seperti pujian dan kebanggaan diri; sedangkan belas kasihan digerakkan oleh kasih kepada jiwa-jiwa melalui sudut pandang kekekalan.
  3. “Karakter, Bukan Kegiatan”; pelayanan adalah ladang pembentukan karakter bagi anak-anak muda. Tuhan sungguh sangat merindukan anak-anak muda yang mengalami proses pembentukan agar memiliki karakter yang matang (1 Kor. 3:10-15). Pembapaan rohani dan teladan hidup sungguh penting dalam proses pendewasaan karakter anak-anak muda; oleh karena itu diperlukan bapak dan ibu rohani yang sungguh-sungguh memiliki hati bapa dan siap menjadi teladan.

Selain ketiga hal tadi, Pak Simon juga membagikan mengenai “Pemimpin yang Melahirkan Pemimpin”; pemimpin sejati selalu melahirkan pemimpin-pemimpin baru yang bahkan lebih hebat dari pemimpin sebelumnya. Sesi kedua ini diakhiri dengan doa pengurapan oleh Pak Simon kepada setiap peserta revisi.

Keesokan harinya, acara pada hari kedua dimulai dengan saat teduh dipimpin oleh Kevin Eldiwan. Kevin membagikan mengenai kehidupan anak-anak muda yang berbuah; sama seperti perumpamaan di dalam firman Tuhan mengenai pohon atau ranting yang berbuah.

pada sesi ketiga, Pak Simon membagikan mengenai “Sumber Kuasa Itu”. Pak Simon menyampaikan mengenai empat sumber kuasa bagi setiap anak-anak muda yang mau melayani dengan penuh kuasa:

  1. “Hidup yang Diremukkan”; mengalami peremukan adalah syarat mutlak untuk memperoleh kuasa, oleh karena itu setiap anak-anak muda harus mengijinkan dirinya diremukkan oleh tangan Tuhan yang terampil agar dapat dipakai menjadi alat kemuliaan-Nya (Yoh. 12:24).
  2. “Penundukan Diri pada Otoritas”; tidak ada kuasa yang akan diperoleh tanpa penundukan diri pada otoritas. Anak-anak muda harus memberi diri untuk tunduk pada otoritas yang Tuhan taruh di atas mereka; pemberontakan terhadap otoritas hanya akan mendatangkan akibat-akibat yang mengerikan (Bil. 12).
  3. “Doa” dan “Firman”; pelayanan tanpa doa adalah pelayanan yang mati, sedangkan pelayanan yang disertai dengan urapan besar selalu dimulai dengan lutut dan air mata (Mat. 14:23); begitu juga iman yang kokoh hanya bisa dihasilkan dari firman Allah, tanpa iman tidak akan ada saluran bagi kuasa Allah untuk mengalir (Ibr 11:1).
  4. “Keintiman dengan Roh Kudus”; kitab Kisah Para Rasul adalah contoh demonstrasi kuasa Roh Kudus melalui pelayanan para rasul (Kis. 5:15-16), Tuhan akan mengurapi dan menyertai dengan kuasa bila anak-anak muda hidup dalam pimpinan Roh Kudus.

Oleh: Timotius Witono, Ivan Stefanus

Check Also

Artikel Link

PRAISE AND WORSHIP (TALKSHOW)

Oleh: Tirza Raidishya Fairha Ayumi Handi Minggu, 22 September 2024 Ibadah Link Youth berkesempatan mengadakan …