
“Tugas ini kuberikan kepadamu, Timotius anakku, sesuai dengan apa yang telah dinubuatkan tentang dirimu, supaya dikuatkan oleh nubuat itu engkau memperjuangkan perjuangan yang baik dengan iman dan hati nurani yang murni.” – 1 Timotius 1 : 18
Timotius sebagai pemuda pada saat itu sudah diberikan “misi” oleh sang mentornya yaitu Paulus. Paulus sangat mengerti betul bagaimana Timotius harus menjalankan misi tersebut, yaitu supaya Timotius berjuang untuk memberikan nasihat kepada jemaat di Efesus agar mengalami perubahan dalam kehidupan dan pelayanan mereka. Misi yang begitu menantang. Jemaat Efesus pada saat itu dipenuhi dengan ajaran sesat yang hanya menghasilkan persoalan-persoalan belaka. Namun Timotius tetap dengan kasih menjalankan misi tersebut dengan pedoman dari Paulus.
“Janganlah seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu, dan dalam kesucianmu.” – 1 Timotius 4 : 12
Bagaimana dengan kita? Apakah masih menganggap diri kita masih muda, belum saatnya untuk menjalankan misi, dan seringkali kita menganggap misi itu adalah sesuatu yang berat karena harus selalu berpergian ke luar kota bahkan sampai ke pedalaman? Tentu tidak. Mulailah dari misi paling dekat dalam hidup kita yaitu: keluarga, sekolah, tempat kerja, bahkan di gereja pun misi akan selalu ada. Dimana melalui misi tersebut kita bisa memenangkan jiwa, dari keluarga kita yang belum percaya dengan memberitakan Injil tentang Yesus, menjadi seorang anak yang taat dan menghormati orang tua, begitu juga di sekolah kita bisa menjadi seorang teman yang selalu mendukung namun berani menegur dalam kebenaran, menjadi berbeda dengan menjaga pergaulan dan kekudusan, bahkan di tempat kerja, kita bisa menjadi rekan kerja yang jujur dan bertanggung jawab bahkan sampai memuridkan dan menjadi teladan di gereja. Hal sederhana namun sangat berdampak yaitu selalu menjadi saluran kasih dan kebaikan Tuhan, menjadi pribadi yang memancarkan Kristus dalam kehidupan kita sehari-hari dengan melakukan apa yang benar dan sesuai dengan firman Tuhan, sehingga orang di sekitar kita melihat Kristus dalam kehidupan kita dan merasakan kasih-Nya untuk mengubahkan kehidupan mereka.
Lakukan semuanya itu dengan iman dan motivasi yang benar dari hati nurani yang murni, sama seperti Timotius yang dipakai Tuhan untuk melawat jemaat di Efesus (1 Timotius 1:18). Mari kita jalankan misi kita mulai di kehidupan nyata sehari-hari sekalipun dalam hal yang sangat sederhana.
Oleh: Kevin Eldiwan
GBI Pasir Koja 39 Bandung