MISSION:IMPOSIBLE

Oleh: Kevin Eldiwan

Shalom, teman-teman anak muda! Di bulan Oktober ini kita akan membahas tentang Misi. Mungkin kata misi ini bisa diartikan sebagai tugas pengiriman seseorang untuk melakukan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya ke suatu daerah. Mungkin kita tahu cerita sebuah film yang berjudul “MISSION : IMPOSSIBLE”, film yang dibintangi seorang aktor dari Holywood yaitu Tom Cruise. Di mana film ini menyuguhkan beberapa cerita tentang tugas dan misi yang memang sangat sulit untuk dilakukan bahkan untuk diselesaikan, butuh banyak pengorbanan yang harus dilakukan untuk menyelesaikan, sehingga film ini diberi judul “misi yang tidak mungkin.”

Dalam Matius 28:18-20, Tuhan Yesus sendiri memberikan misi kepada kita, yaitu menjadikan semua bangsa murid-Nya. Nah, mungkin inilah yang terbesit dalam pikiran kita ketika kita berpikir misi itu harus mengorbankan banyak sekali hal, misi itu harus keluar kota, misi itu harus tinggal di pedalaman karena mengacu apa yang terdapat pada Matius 28:18-20, terutama mengenai lokasi atau tujuan yang akan kita capai dan membuat kita berkesimpulan misi itu sangat sulit untuk dilakukan. Padahal untuk soal lokasi, kita tak perlu jauh-jauh untuk memulai. Coba mulai dari keluarga, kerabat dan teman-teman sebaya di sekolah, tempat bekerja dan gereja.

Setelah itu mungkin ada hal kedua yang membuat kita berpikir lagi, yaitu apakah kita layak atau mampu. Karena mungkin di masa muda, kita masih belum memiliki pengaruh besar, hanya sebagai seorang anak dalam keluarga, masih harus fokus menekuni pelajaran dan tugas dari guru-guru atau dosen. Mari kita ingat-ingat dan cermati kembali bahwa dalam Matius 28:18-20 bahkan dalam ayat terakhir di Alkitab (Wahyu 22:21) sendiri pun ada tertulis “menyertai kamu sekalian”. Tuhan Yesus sendiri yang berbicara kepada kita semua, bahwa Dialah yang akan menyertai setiap kita. Tuhan yang layakkan kita, Tuhan yang mampukan kita untuk menjadi berkat dalam memberitakan Injil. Namanya menyertai berarti selalu ada kuasa dari Roh Kudus yaitu Ia sendiri selalu menyertai kita.

Permasalahannya ialah seringkali daging kita sebagai manusia cenderung mengeluh dan banyak bicara tidak mungkin terlebih dahulu sebelum kita mencoba. Memang secara manusia, kita tidak mampu, namun ketika kita percaya dengan Iman kita berjalan bersama-sama dengan Roh Kudus yang menyertai kita. Berjalan bersama Roh Kudus di sini juga berarti adanya komunikasi kita dengan Roh Kudus melalui hubungan pribadi. Percayalah kita dimampukan untuk memberitakan Injil dan menjadi berkat. Alhasil, misi yang diberitakan dalam Matius 28:18-20 yang awalnya dalam benak kita itu sulit,namun jadi bisa dilakukan oleh kita. Mari mulai dari langkah kecil tidak usah berpikiran harus bepergian untuk menjalankan misi tersebut, dan mari jalani hubungan yang intim bersama Roh Kudus yang memampukan dan melayakkan setiap kita untuk menjalankan Misi Amanat Agung ini. Ingat, Misi Amanat Agung tersebut Possible untuk kita lakukan. Tuhan Yesus memberkati.

Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini  

Check Also

Artikel Link

PRAISE AND WORSHIP (TALKSHOW)

Oleh: Tirza Raidishya Fairha Ayumi Handi Minggu, 22 September 2024 Ibadah Link Youth berkesempatan mengadakan …