
Di dalam kita melakukan pelayanan misi, ada 3 hal yang perlu untuk selalu direnungkan dan kita pegang dengan baik.
- Mengerti Essensi/Motivasi pekerjaan Misi, Bekerja untuk Tuhan seharusnya memberi
Dalam memberitakan Injil, kita perlu pahami bahwa motivasi adalah yang utama. Seringkali kita mendengar ada beberapa orang yang terjun ke pelayanan pekerjaan Tuhan bukan untuk memberi hidup mereka untuk TUHAN, tetapi “untuk mencari hidup/kehidupan (uang)”. Pada akhirnya, seringkali bukan lagi dedikasi sebagai wujud terima kasih untuk membalas kebaikan Tuhan tetapi lebih kepada tujuan profesional untuk “mencari, pengakuan, pengaruh dan lebih jauh lagi untuk mencari nafkah” agar memperoleh keuntungan materi.
Keputusan untuk melayani Tuhan, seharusnya didasari pada komitmen memberi yang terbaik untuk Tuhan. Pemberian yang terbaik sebenarnya adalah WAKTU dan HIDUP kita untuk Tuhan yang sepenuhnya dipersembahkan bagi Tuhan tanpa batas..
- Tidak menjadi bunglon (Melakukan dengan sungguh bukan hanya seperti melakukan)
Jika kita memperhatikan Bunglon, binatang ini sanggup untuk menempel dengan baik di permukaan dinding atau pohon dan sanggup merubah warna dirinya menjadi serupa dengan apa yang ditempelnya. Seringkali ada cerita kekecewaan yang timbul dari pekerjaan misi, kita kecewa karena melihat bunglon-bunglon di sekeliling area pelayanan kita. Kita tidak bisa mengubah karakter orang tersebut, namun kita bisa menjaga hati dan tetap melakukan panggilan pelayanan yang dipercayakan kepada kita. Kita perlu menguji hati dan memohon Roh Kudus untuk memberikan hikmat supaya pelayanan kita ada dalam perkenanan Tuhan.
- Mengambil komitmen untuk kegerakan Bersama.
Jangan pernah meragukan apa yang TUHAN taruh dalam visi pimpinan gereja kita. Dalam pelayanan misi, seringkali Roh Kudus juga turut campur dan berbicara secara spesifik dalam rencana-rencana pekerjaan Allah di dalam gereja (contoh: Kisah Para Rasul 16:6-15).
Terkadang kita terjebak untuk berusaha melogika dan berpikir bahwa pekerjaan itu atau pendekatan pelayanan tersebut sesuai atau tidak sesuai, pantas atau tidak pantas, mahal atau murah, pemborosan atau bukan, dan banyak lagi. Jika kita meragukan dan tidak sehati mendukung sebagai satu tubuh Kritus dalam pekerjaan pelayanaan tesebut maka kita sejatinya sedang menghambat pekerjaan Tuhan. Terlebih lagi dalam konteks pelayanan misi, kita perlu sungguh-sungguh berkomitmen dan terlibat sebagai satu tim.

Contoh dan ilustrasi yang sangat baik untuk menggambarkan kesatuan hati adalah Ibarat kita sedang mendayung perahu secara bersama sama seperti gambar ini.
Dalam keadaan kita ingin menjalankan perahu ini, coba kita bayangkan :
- Jika ada orang yang duduk di tengah seolah-olah mendayung, atau mendayung dengan setengah tenaga – pasti akan memperlambat laju perahu (menjadi bunglon): sepertinya dia mengerjakan pekerjaan Tuhan, sangat rohani tetapi tidak ada hasil dan buah dari yang dikerjakan. Orang batak bilang : MAKAN TULANG KAWAN. Tidak keliatan bukan, dari luar seolah-olah kita sedang bekerja. Hanya TUHAN dan kita sendiri yang tahu apakah kita sedang makan tulang kawan atau tidak.
- Jika ada orang yang memasukan dayung ke dalam air namun tidak menggerakan dayungnya – akan mengacaukan ritme dan memperlambat laju kecepatan perahu: Ini adalah orang orang yang merasa tidak setuju, tidak membangkang namun tidak mau terlibat baik dalam bentuk apapun.
- Jika ada orang yang memasukan dayung namun kita menggerakan kebelakang – bukan hanya menghambat tapi juga mengerem laju: Ini adalah tipikal orang yang secara eksplisit mengemukakan ketidak setujuannya tanpa dasar, mengkritik terus tanpa konfirmasi dan mencari hal yang bisa menjatuhkan karena merasa tidak setuju dengan program atau pola pelayanan yang dilakukan
Oleh karena itu, saudara yang saya kasihi dalam Tuhan, untuk berlari pada visi Allah terkait pelayanan yang dipercayakan kepadan kita (Misi) perlu kerendahan hati dari semua anggota untuk mau mendengar arahan dari leader (gembala, Tuhan dan pendeta) seperti leader pada perahu di atas memberikan komando pada semua anggota yang ada, dan semua anggota harus meresponinya dengan sungguh-sungguh dan melakukan instruksi dengan seksama sehingga perahu (gereja) bisa melaju dengan optimal dan mencapai pertumbuhan yang baik sesuai dengan kerinduan TUHAN. Semoga kita tidak sedang MAKAN TULANG KAWAN. Mari ambil posisi kita, bersiap, dengarkan instruksi dari TUHAN dan berlari bersama memenangkan jiwa-jiwa buat kerajaan Tuhan.
Tuhan Yesus memberkati.
Oleh: dr. Ronny Lesmana
GBI Pasir Koja 39 Bandung