
Menjadi Sahabat buat Suami; Pdt. Paul Gunadi, Ph.D.; Literatur SAAT; Cetakan Keenam: 2016, 18 halaman.
Tuhan memberikan peranan khusus kepada istri menjadi penolong yang sepadan bagi suaminya. Seorang istri harus mengerti suaminya, karena seorang suami pada umumnya memiliki keunikan-keunikan yang membedakan dia dari seorang wanita, dan para pria menghormati wanita yang stabil emosinya. Bagi pria ketidakstabilan emosi diidentikkan dengan kelemahan kepribadian sehingga reaksi pria pada umumnya adalah tidak mau dekat-dekat dengan sesama pria yang beremosi terlalu kuat. Persepsi atau standar ini dibawa oleh pria ke dalam rumah tangganya, sehingga pada umumnya pria akan berkeberatan kalau istrinya terlalu beremosi. MENJADI SAHABAT BUAT SUAMI
Ada lima nasihat bijak untuk istri, yang diberikan oleh penulis dalam buku kecil ini: 1) Wanita perlu mengupayakan mengontrol emosinya ketika ia sedang berbicara. 2) Seorang istri perlu mengerti bahwa pria tidak siap menghadapi dan tidak menyukai kejutan. Yang dimaksud dengan kejutan di sini adalah perubahan mendadak dari sesuatu yang sudah rutin. 3) Wanita perlu mengerti bahwa pria tidak menyukai problem dalam rumah. 4) Wanita perlu mengerti bahwa pria mengharapkan istrinya menjadi sahabat dan sahabat berarti dia tidak meragukan pertimbangannya. Ketika berbeda pendapat, jangan menyerangnya secara frontal. Menjadi sahabat suami, berarti istri membantunya untuk berhasil dalam usahanya. Suami berharap istri menolong dia dan tidak menghambat dia dalam kariernya.Suami juga mengharapkan istri menghormatinya di hadapan orang lain. 5) Wanita harus mengerti bahwa pria menikmati seks sebagai kepuasan fisiknya dan menggunakan seks sebagai wadah penyataan kemesraannya. Pria kurang mampu menunjukkan kemesraan dan seringkali hanya bisa menunjukkan kemesraan dalam hubungan seksual, jadi terimalah itu sebagai kemesraan romantisnya.
Pdt. Paul Gunadi menyandang gelar B.A. dalam bidang Psikologi (dari Azusa Pacific College), M.A. bidang Konseling (dari Denver Seminary), dan Ph.D. bidang Psikologi Konseling (dari University of Southern California) adalah dosen tamu di bidang konseling di STT Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT), Malang (1991-2005) dan STT Reformed Injili Indonesia, Jakarta. Beliau ditahbiskan sebagai pendeta di Gereja Injili Indonesia, Azusa, California dan pernah melayani di sana sebagai pendeta pembantu; Children’s Social Worker di Los Angeles County Department of Children’s Services, dan Behavioral Specialist, College Hospital, Cerritos, California. Mulai bulan Juni 2005 beliau bermukim di Kota Monrovia, Negara Bagian California, Amerika Serikat, bersama istri dan ketiga anak mereka yang telah dewasa. Di sana beliau melayani sebagai pendeta di Gereja Baptis Indonesia Pertama (First Indonesian Baptist Church). Putri pertama telah menikah dan dikaruniai 3 orang anak. Putra tunggal menikah bulan Juli 2018 dan putri bungsu juga sudah menikah pada awal September 2018.
Untuk membaca resensi buku yang lain silahkan klik disini
GBI Pasir Koja 39 Bandung