
Yohanes 13:34. Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.
Kita hidup di dunia yang terdiri dari ruang kelas individu, artinya pengalaman dan cara kita menanggapi pengalaman hidup akan berbeda. Oleh karena itu, kita harus mau belajar dan diajar oleh pengalaman orang lain. Beberapa dari kita telah mengalami pengalaman yang traumatis dalam kehidupan dan karena kasih karunia Tuhan, maka kita dapat bertahan hidup, ditebus dan dijadikan baru dalam Kristus. Ini tidak terjadi kepada setiap orang. Kesulitan, kesakitan dan mungkin kekacauan yang dialami oleh beberapa orang mendorong mereka untuk berpaling dari Tuhan, menyangkali Tuhan. Oleh karena itu, sudut pandang mereka akan berbeda dari kita sebagai pengikut Kristus.
Ketika kita bertemu dengan orang yang mempunyai keyakinan yang bertentangan dengan kita, kita harus mengerti bahwa kita mempresentasikan Yesus, dan bisa jadi kita dipakai Tuhan untuk mengubah hidup mereka. Di sinilah kebenaran, dan juga kesantunan menjadi penting. Seringkali ketika orang lain tidak setuju dengan kita, kita menjadi marah dan ingin membela kepercayaan kita dan bahkan seolah membela Tuhan kita. Di saat seperti inilah kita seharusnya berbicara tentang kebenaran, tetapi sekaligus membiarkan Roh Kudus menuntun agar tidak termakan oleh keinginan kita yang penuh dosa. Hanya dengan tuntunan dan pimpinan Roh Kudus, maka kita akan menunjukkan buah-Nya: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri.
Saat kita berada dalam diskusi di mana seseorang jelas-jelas memiliki kepercayaan yang berbeda dari kita, tidaklah menjadi masalah untuk kita mengakui, bahwa kita tidak memiliki semua jawabannya. Sebagai pengikut Yesus , kita tidak mengetahui semua tentang Tuhan. Jika kita merasa mengetahui segala hal tentang Tuhan, maka kita akan menjadi Dia. Oleh karena itu, berkatalah jujur dan beritahu mereka bahwa Anda masih belajar dan bertumbuh dalam iman Anda. Sesungguhnya, bertemu dengan orang-orang yang tidak sependapat bahkan berseberangan dengan pendapat kita justru akan memperkuat kita. Jika kita berteman hanya dengan orang yang selalu setuju dengan kita, kita takkan terlatih. Ketika kita belajar dari orang lain, tidaklah menjadi masalah jika sudut pandang kita berubah – bukan hal iman – selama hal itu masih sejajar dengan perspektif Tuhan dan kebenaran-Nya.
Kita takkan pernah benar-benar sependapat dengan orang lain mengenai segala hal. Sekalipun itu pasangan hidup kita ataupun sahabat baik kita. Dari hampir delapan milyar manusia di dunia ini, tak satupun yang sama persis seperti Anda. Itu berarti bahwa tak akan ada seorangpun yang mempunyai sudut pandang yang persis sama mengenai kehidupan, politik, uang, hubungan dan agama seperti Anda. Anda orang yang unik dan begitu pula orang yang ada di sekitar bahkan di samping Anda.
Meski kita semua berbeda, kita masih bisa mengasihi sesama. Mengapa penting mengasihi seseorang meski jelas-jelas kita tidak setuju dengannya? Karena firman Tuhan mengatakan dalam Yohanes 13:34, Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.
Luangkan waktu untuk mendengarkan orang lain adalah wujud kita menghargai mereka dengan menunjukkan kasih dan hormat. Ketika kita mendengarkan dengan sungguh-sungguh, kita dapat mempelajari mengapa mereka memercayai apa yang mereka percayai. Hal tersebut membantu kita melihat lebih dalam kehidupan mereka. Saat mendengarkan, tidaklah bijaksana dan menunjukkan ketidakdewasaan apabila kita memberikan bantahan selagi mereka berbicara. Penting bagi kita untuk benar-benar mendengarkan dan memikirkan tentang apa yang orang lain sampaikan. Merespon saat mereka sedang berbicara adalah seperti mengajak berdebat. Hal yang kita cari dari skenario tersebut adalah untuk saling menghargai satu dengan yang lain, daripada untuk mencari tahu siapa yang benar. Mempelajari alasan orang lain akan membantu kita untuk melihat dari sudut pandang mereka dan mencegah kita menghakimi lebih cepat. Matius 7:1, “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.”
Inti mengasihi sesama yang berbeda ialah menjaga persatuan dan kedamaian. Sebagai pengikut Yesus, kita ingin orang lain mengenal dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat sebagaimana kita menerima-Nya. Mari kita merepresentasikan Yesus dengan baik dan benar, agar orang lain terdorong untuk ingin mengenal-Nya , dan meminta Roh Kudus yang memperbaiki sudut pandang mereka yang tidak sejalan dengan kebenaran firman Tuhan.
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
GBI Pasir Koja 39 Bandung