
Penulis: Pdt. Dr. Ulrich Beyer dan Pdt. Evalina Simamora, S.Th
Penerbit: BPK Gunung Mulia; 2015; 167 halaman.
Buku ini mengulas tafsiran dan teologi persembahan yang didasarkan atas Surat 2 Korintus 8 dan 9. Rasul Paulus memprakarsai suatu kegiatan mengumpulkan sumbangan dari jemaat-jemaat Kristen berlatar belakang Helenis (Yunani) yang telah didirikannya, untuk membantu jemaat induk Yahudi di Yerusalem yang sebagian besarnya miskin. Sangat mengherankan, bahwa kegiatan solidaritas orang-orang Kristen bukan Yahudi ini dengan sukarela dan tekun melayani jemaat Kristen Yahudi yang tidak mereka kenal dan tempat tinggalnya pun jauh sekali. Orang-orang Kristen baru itu mampu memberi karena mereka mensyukuri pemberian yang berlimpah-limpah dari Allah dalam Yesus Kristus. Peristiwa rohani ini sekaligus mengukuhkan kesatuan mereka dengan jemaat Yerusalem sebagai suatu persekutuan gerejawi yang erat dan matang.
Buku ini ingin mengajak jemaat-jemaat masa kini untuk memberi persembahan syukur dan persembahan lainnya dengan sukacita, tulus ikhlas, dan penuh kemurahan hati. Dengan penjelasan yang mendalam, buku ini dapat menjadi salah satu acuan bagi orang Kristen agar tidak hanya memahami persembahan semata-mata sebagai tindakan “mengumpulkan uang”. Melalui kajian teologis dan historis dalam buku ini, akan tampak bahwa betapa eratnya hubungan antara iman kepercayaan kepada Yesus Kristus dengan pemberian persembahan. Lebih jauh, dengan membaca uraian demi uraian dalam buku ini, kita dapat mengetahui latar belakang sejarah tindakan Paulus mengumpulkan dana pada saat itu (menurut catatan 2 Korintus 8 dan 9), serta landasan teologis yang menjadi alasan utama bagi setiap orang Kristen untuk memberikan persembahan.
Pdt. Dr. Ulrich Beyer berasal dan tinggal di Jerman. Telah mengajar Perjanjian Baru di Fakultas Theologia Universitas HKBP Nommensen selama 8 tahun. Kini masih melayani mahasiswa/i sebagai dosen tamu pada beberapa STT di Indonesia. Buku-buku yang ditulisnya mencakup tafsiran dan teologi Perjanjian Baru serta beraneka ragam topik sosio-budaya gereja dan masyarakat di Indonesia dalam bahasa Jerman dan bahasa Indonesia.
Pdt. Evalina Simamora, S.Th. lahir di Medan, 27 Oktober 1982. Menerima tahbisan pendeta di HKBP Parparean, Porsea, 25 Mei 2008. Saat ini melayani sebagai pendeta yang diperbantukan di HKBP Distrik XXIII Langkat, Sumatra Utara.
Oleh: Hanan Gandasubrata
GBI Pasir Koja 39 Bandung