Membangun Hidup Intim Dengan Roh Kudus (Roma 8:9-17)

Oleh: Ir. Tommy Hintajaya

Roh Kudus adalah Pribadi ke-3 dari Allah dan Ia ada di tengah dunia ini, senantiasa hadir di tengah kumpulan orang percaya bahkan Roh Kudus berdiam di dalam hati setiap orang percaya. Sekalipun tidak terlihat oleh mata, suara-Nya tidak terdengar oleh telinga bahkan terkadang kehadiran-Nya pun tidak terasa tapi percayalah bahwa penyertaan dan perlindungan Roh Kudus selalu tersedia bagi orang percaya.

Menurut Efesus 1:13-14 bahwa Roh Kudus itu adalah meterai Allah yang diberikan  kepada setiap  orang percaya untuk menandakan milik kepunyaan-Nya sehingga Iblis tidak bisa sembarangan mengusik kehidupan orang percaya. Kalaupun Iblis ingin mencobai orang percaya maka harus seijin Allah dan Allah sendiri akan mengawasi jalannya pencobaan tersebut seperti yang terjadi pada Ayub.  

Jika Allah di pihak kita siapa yang akan sanggup melawan kita? Mulut singa dikatupkan, dapur api didinginkan dan orang-orang yang mengikhtiarkan kecelakaan harus menanggung akibat dari perbuatannya. Tersedia pembelaan Allah bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya

Orang-orang percaya tidak perlu takut dengan keadaan dunia saat ini bahkan di tengah wabah virus covid-19 sekalipun  karena semua yang terjadi ada dalam kendali-Nya. Roh Kudus akan meluputkan setiap orang yang hatinya melekat kepada-Nya dari setiap marabahaya.

Karena itu setiap orang percaya harus mempunyai hubungan yang intim dengan Roh Kudus dan keintiman dengan-Nya  hanya bisa terjadi ketika kita memiliki:

  1. Kesadaran dan kerinduan akan Roh Kudus.

Sadari bahwa Roh Kudus adalah Pribadi yang tinggal dalam hati kita dan Ia selalu  ada bersama dengan kita. Jangan pernah mengabaikan-Nya seolah Dia tidak ada. Layaknya orang pacaran yang   selalu ingin bertemu sang pujaan hati, sekalipun ketika bertemu tidak banyak kata yang diucapkan tapi dengan berada di dekatnya sudah membuat hati ini senang dan tenang ‘bikin hidup lebih hidup’ demikianlah seharusnya hubungan kita dengan Roh Kudus.

Dengan selalu mengingat dan  merindukan pribadi Roh Kudus maka keintiman dengan-Nya akan terbangun dan keintiman dengan Roh Kudus akan memberikan rasa sukacita dan damai sejahtera di tengah situasi yang buruk sekalipun.

2.Tekad untuk memelihara keintiman dengan Roh Kudus.

Kesibukan membuat sebuah hubungan menjadi renggang. Ketika suami, istri dan anak-anak sibuk dengan urusannya masing-masing sehingga waktu untuk berkumpul dan berkomunikasi sangat kurang. Untuk menjaga keintiman diperlukan tekad dan usaha dari masing-masing pribadi yang berhubungan. Keintiman dengan Roh Kudus harus dipelihara dengan tekad dan usaha untuk  selalu melibatkan Roh Kudus setiap waktu. Tetaplah menjalin komunikasi dengan Roh kudus. Salah satu tujuan Roh Kudus tinggal menetap dalam hati orang percaya adalah terlibat dalam semua bidang kehidupan kita. 

Hal praktis yang harus dilakukan orang percaya   untuk membangun keintiman dengan Roh Kudus dan hidup di bawah pimpinan-Nya adalah menyediakan waktu pribadi untuk berdoa, memuji dan menyembah Tuhan. 

Doa bersama itu baik dan perlu untuk membangkitkan semangat kita dalam berdoa tapi jangan pernah tinggalkan doa pribadi kita kepada Tuhan. Dalam keramaian kita sulit mendengar suara Tuhan tapi ketika kita berdoa seorang diri dan mencurahkan isi hati kita kepada Tuhan maka Roh Kudus akan berbicara memberikan tuntunan-Nya kepada kita.

Memuji dan menyembah Tuhan bersama itu baik dan menyenangkan tapi keintiman dengan Roh Kudus akan terbangun ketika kita belajar untuk tetap memuji dan menyembah Tuhan di kala  kita  sendirian dan hanya berdua dengan Roh Kudus. Ketika kehidupan terasa berat dan mulut ini sulit untuk memuji dan menyembah Tuhan, saat itulah kita harus berseru meminta Roh Kudus menolong kita untuk tetap mengucap syukur, memuji dan menyembah Tuhan. Melalui pujian dan penyembahan yang dinaikkan, hadirat Allah akan turun memenuhi hidup kita dan kuasa-Nya akan memampukan kita untuk menghadapi bahkan menyelesaikan semua persoalan yang terjadi.

Yak. 1:25, Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.

Jangan pernah bosan atau berhenti untuk membaca Alkitab karena di dalamnya berisi perkataan Allah yang akan mengajarkan dan memberikan nasihat kepada kita tentang segala hal yang harus dikerjakan di dalam kehidupan ini. Sekalipun nampaknya tidak masuk akal dan sulit untuk dilakukan, percayalah bahwa perintah Tuhan itu tidak mungkin salah. Dalam membaca Alkitab kita harus memiliki sikap hati yang mau percaya sekalipun tidak mengerti dan  mau melakukan sekalipun sulit. Untuk itulah diperlukan pertolongan Roh Kudus untuk kita bisa percaya dan melakukan Firman-Nya.

Kiranya setiap jemaat Tuhan memiliki kehidupan yang intim dengan Roh Kudus dan selalu hidup dalam pimpinan-Nya.

Amin, Tuhan Yesus memberkati   

Check Also

Artikel Utama

BERSAKSI ITU MENYENANGKAN

Oleh: Pdt. Dr. A.L. Jantje Haans 2 Timotius 4:2, 8Menginjil itu tidak mudah. Namun, menginjil/bersaksi …