KUASA DOA DAN PUASA

Pada tahun 1815, Kerajaan  Inggris menyatakan  perang  terhadap  negara  Amerika  Serikat.  Sebagai  tanggapan  atas  keadaan  darurat  tersebut,  maka  Presiden ke 4 Amerika Serikat  pada  saat itu, James Madison  menghendaki diadakannya suatu hari nasional untuk merendahkan diri, berpuasa dan berdoa yaitu pada tanggal 12 Januari 1815. Karena ditetapkannya hari nasional untuk berpuasa dan berdoa ini, maka terjadilah penggenapan nyata dari janji Tuhan yang tercatat dalam 2 Tawarikh 7:14 berbunyi “dan umat-Ku, yang atas nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka”. Sejarah mencatat bahwa akhirnya Amerika Serikat memenangkan peperangan terhadap Kerajaan Inggris, yang kemudian memaksa Inggris menandatangani perjanjian perdamaian. Sebagaimana kita ketahui, negara Amerika Serikat masih menjadi salah satu negara Super Power di dunia sampai saat ini, dimana para pendiri negara tersebut membangun negaranya dengan doa dan puasa.

Peristiwa sejarah tersebut diatas, hanyalah salah satu dari banyak contoh kuasa doa dan puasa bagi terjadinya pemulihan suatu bangsa atau kebangunan rohani. Kita sebagai orang percaya seharusnya menyadari betapa pentingnya doa dan puasa tidak saja bagi pertumbuhan rohani pribadi masing-masing, tetapi juga bagi keluarga, lingkungan sekitar, tempat kerja,  kota bahkan bangsa kita sendiri.

Ketika kita berdoa dengan berpuasa menunjukkan bahwa kita sebagai umat Tuhan merendahkan diri kita di hadapan Tuhan dan secara tidak langsung menyatakan bahwa kita sepenuhnya membutuhkan Dia dan berserah penuh kepada Tuhan Yesus. Dalam Kisah Para Rasul 2:41-47, gereja mula-mula selalu berkumpul untuk berdoa dan berpuasa. Jemaat mula-mula tersebut selalu lapar dan haus akan Tuhan Yesus, sehingga terjadi pencurahan Roh Kudus yang dahsyat atas jemaat, dan terjadi kebangunan rohani serta terjadi pelipatgandaan yang luar biasa karena kesaksian dan mujizat yang dilakukan oleh jemaat gereja mula-mula.

Firman Tuhan dalam Kisah Para Rasul 2:42, menuliskan bahwa jemaat yang pertama di Yerusalem, selalu bertekun dalam pengajaran dan selalu berkumpul untuk berdoa. Ketekunan dalam berdoa sangat penting bagi gereja Tuhan di akhir zaman untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Tuhan Yesus yang kedua. Ketekunan berdoa yang dilakukan oleh gereja dengan puasa secara rutin, tidak hanya menunjukkan iman yang teguh dan berakar kuat dalam Kristus Yesus, tetapi juga membuktikan iman yang tidak mudah menyerah, sampai janji Tuhan tergenapi dan Kerajaan-NYA ditegakkan di muka bumi.

Firman Tuhan dalam Matius 24:1- 14, menjelaskan bahwa Tuhan Yesus akan datang kedua kali ke bumi, apabila Injil telah diberitakan ke seluruh dunia. Kita harus menyadari bahwa kita yang disebut sebagai generasi gereja akhir zaman saat ini, memiliki tugas raksasa yaitu mempersiapkan jalan bagi kedatangan Tuhan yang kedua, yaitu untuk menjadikan semua bangsa murid Tuhan. Untuk itu, kita membutuhkan kuasa Tuhan yang dahsyat untuk menjadi saksi Kristus, dan hal tersebut hanya bisa kita peroleh dengan melakukan doa dan puasa dengan tekun dan kesungguhan hati untuk menggenapi tugas yang besar tersebut. Kehidupan doa dan puasa harus ditumbuh kembangkan dalam jemaat agar gereja akhir zaman dapat mengalami kuasa Allah sebagaimana yang dialami oleh gereja mula-mula.

Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Oleh: Paulus Dewanto

 

 

 

 

Check Also

Artikel Utama

BERSAKSI ITU MENYENANGKAN

Oleh: Pdt. Dr. A.L. Jantje Haans 2 Timotius 4:2, 8Menginjil itu tidak mudah. Namun, menginjil/bersaksi …