KITA TIDAK DAPAT MEMILIH KELUARGA DIMANA KITA DILAHIRKAN

Youth
Oleh: Kevin Eldiwan

Shalom anak muda! Tak terasa kita memasuki bulan keluarga pada Juni ini. Ada satu pertanyaan yang akan kita bahas soal keluarga kita. Selalukah kita mendoakan dan bersyukur atas keluarga di mana kita dilahirkan? Ya, satu organisasi terkecil dalam kehidupan kita yang selalu kita jumpai atau tempat kita berkomunikasi. Tidak sedikit anak-anak dilahirkan di keluarga yang tidak sempurna atau bahkan dari kecil sudah diasuh oleh wali atau saudara dan kerabat. Betul sekali, kita tidak bisa memilih keluarga di mana kita dilahirkan ke dalam dunia ini, karena Tuhan yang menetapkan di keluarga manakah kita dilahirkan.

Oleh karena itu banyak yang kecewa dan bertanya mengapa harus dilahirkan di dalam keluarga ini, dibanding bersyukur terhadap keluarga di mana kita dilahirkan. Pertanyaan tentang tempat keluarga timbul bisa karena seseorang tidak memiliki hubungan yang baik dengan ayah, ibu atau saudara kandungnya atau bahkan tidak tahu keluarga yang sebenarnya berada di mana. Namun firman Tuhan dalam Mazmur 139:13-16 mengatakan:
“Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya.”

Dan Yeremia 29:11. Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Tak peduli di keluarga mana ditempatkan atau di mana pun seseorang dibesarkan ada beberapa point yang menyatakan bahwa:
1. Tuhan punya maksud untuk setiap orang dilahirkan ke dunia ini, dimanapun keluarganya.
2. Selalu ingat tidak ada orang tua yang sempurna, namun mereka adalah wakil Bapa kita di sorga yang sempurna.

Oleh karena itu mari belajar bersyukur di keluarga manapun kita dilahirkan, rumput tetangga selalu lebih hijau adalah kalimat yang benar apabila kita hanya terus-menerus membandingkan keluarga kita dengan keluarga lain yang mungkin dianggap ‘lebih sempurna,’ padahal nyatanya Tuhan punya maksud yang baik, saat kita ditempatkan dalam keluarga sekarang. Rasa syukur terhadap keluarga bisa dimulai dari mendoakan anggota keluarga, menikmati hasil masakan orang tua atau saling membantu antar satu anggota keluarga dengan anggota keluarga lainnnya. Mari syukuri, sekalipun keluarga hanya organisasi terkecil dalam kehidupan, tetapi akan berdampak secara langsung dalam kehidupan saat kita bersyukur dan berdoa bagi keluarga.

Check Also

Artikel Link

PRAISE AND WORSHIP (TALKSHOW)

Oleh: Tirza Raidishya Fairha Ayumi Handi Minggu, 22 September 2024 Ibadah Link Youth berkesempatan mengadakan …