Kepemimpinan Rohani

Menjadi pemimpin itu berbicara tentang pengaruh yang diberikan kepada orang yang dipimpin. Fokus dari kepemimpinan bukanlah jabatan atau gelar, sehingga sejak masih muda kita dapat menjadi pemimpin walaupun tidak ada jabatan atau gelar. Kita dapat belajar dari tokoh alkitab Timotius, yang sejak masa mudanya dipercayakan menjadi pemimpin oleh Paulus.

Salah satu pesan yang kita dapatkan dari Paulus kepada Timotius ialah “Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.” – 1 Timotius 4:12. Pesan ini memiliki pesan tersirat bahwa jika kita mau menjadi pemimpin, maka jadilah teladan! Yakni dengan melakukan prinsip Kristus dalam kehidupan kita sehari-hari. Ketika kita berbicara, kata-kata kita berpengaruh besar karena kita melakukan apa yang kita katakan. Kepemimpinan tidak berbicara mengenai usia, karena banyak orang yang tidak memiliki kemampuan memimpin (bahkan memimpin diri sendiri) walaupun sudah berusia lanjut. Oleh karena itu mari, kita anak-anak muda melatih diri kita untuk beribadah, bukan hanya di gereja saat akhir pekan saja melainkan dalam keseharian kita baik itu dalam studi maupun di tempat pekerjaan.

Timotius dapat menjadi pemimpin karena meniru teladan yang baik, dalam hal ini ada 3 tokoh sentral yang berperan menjadi teladan dalam kehidupan Timotius, yaitu neneknya Lois, ibunya Eunike, dan mentornya yaitu Paulus. Peran Lois dan Eunike yaitu menjadi teladan iman bagi Timotius. Ini menunjukkan bahwa keluarga memiliki pengaruh besar dalam membentuk kepemimpinan seorang anak muda. Bila kita memiliki orangtua yang dapat kita teladani maka bersyukurlah dan jika belum maka berdoalah bagi mereka.

Selain keluarga, Timotius juga memiliki seorang mentor yang menjadi teladan yang diikutinya yaitu Paulus. Kita sebagai anak muda yang tumbuh di lingkungan GBI Pasirkoja 39 memiliki banyak teladan yang dapat kita ikuti dalam gereja. Mungkin ada orangtua kita yang sudah lama melayani dan aktif mendukung pekerjaan Tuhan atau gembala ibadah atau pembimbing rohani. Tentu setiap orang memiliki kekurangan, namun hal-hal baik secara umum dari teladan yang ada dapat kita ikuti agar kita pun suatu hari kelak (atau bahkan mulai saat ini) dapat menjadi teladan bagi orang-orang di sekitar kita.

Tentunya keteladanan yang paling utama, kita dapatkan dari Tuhan Yesus Kristus, bagaimana ia berdampak besar dengan cara yang sederhana tanpa gelar dan jabatan di usia yang relatif masih muda. Dampak yang Yesus berikan masih terasa beribu-ribu tahun kemudian sejak kematian, kebangkitan, dan kenaikan-Nya. Oleh karena itu, mari setiap kita jangan takut menerima tanggungjawab dalam memimpin (terutama dalam hal pelayanan) hanya dengan alasan bahwa kita masih muda dan belum berpengalaman. Banyak teladan yang dapat kita ikuti, dimana mereka telah memimpin saat di usia muda.

Oleh: Ivan Stefanus

Check Also

Artikel Link

PRAISE AND WORSHIP (TALKSHOW)

Oleh: Tirza Raidishya Fairha Ayumi Handi Minggu, 22 September 2024 Ibadah Link Youth berkesempatan mengadakan …