KEPAHLAWANAN

Oleh: Pdp. Frans Snae

                Dalam setiap era atau zaman selalu ada kisah-kisah kepahlawanan dalam sejarah perjalanan  suatu bangsa termasuk bangsa kita Indonesia. Bulan Agustus selalu istimewa bagi bangsa Indonesia karena tanggal 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya. Banyak acara yang dilakukan untuk mengekspresikan rasa syukur atas kemerdekaan yang diperoleh. Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia terdapat  tokoh-tokoh pahlawan nasional diantaranya seperti Pangeran Diponegoro, Tuanku Imam Bonjol, Sultan Hasanudin, Jenderal Soedirman, Cut Nyak Dien, Dewi Sartika bahkan tokoh emansipasi wanita R. A. Kartini sampai tokoh proklamator kita Soekarno dan Hatta yang telah berjuang bersama-sama rakyat Indonesia untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Kisah heroik serta kepahlawanan mereka sangat menginspirasi generasi sekarang maupun yang akan  datang  dalam mengisi kemerdekaan yang sudah dimiliki saat ini.

Bagi generasi kita sekarang ini untuk menjadi seorang pahlawan tidak selalu harus dilakukan dengan mengangkat senjata seperti yang dilakukan oleh para pahlawan pendahulu kita tetapi kita bisa melakukannya dalam berbagai bidang pekerjaan kita masing-masing, sebagai contoh nyata: dalam suasana pandemi Covid-19 saat ini kita bisa menyaksikan bagaimana perjuangan para tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam merawat dan menyembuhkan  ribuan bahkan jutaan orang di seluruh dunia termasuk di Indonesia, mereka berjuang dengan mempertaruhkan keselamatan nyawa mereka bahkan keluarga mereka sendiri, mereka sepatutnya disebut pahlawan.

Dalam Perjanjian Lama ada tokoh-tokoh yang menjadi pahlawan bagi bangsanya seperti Musa yang dipakai Tuhan untuk membela bangsa Israel   ketika mereka mengalami penindasan oleh Firaun di Mesir (Keluaran 2-7), Daud menjadi pahlawan bagi bangsanya ketika ia berperang melawan Goliat dan tentara Filistin (1 Samuel 17:40-58), Nehemia menunjukkan sikap kepahlawanannya ketika ia berusaha untuk membangun kembali tembok Yerusalem (Nehemia 2:1-20), Mordekhai dan Ester melakukan tindakan kepahlawanan mereka ketika mereka berusaha untuk membela bangsa Yahudi  dari niat jahat Haman yang hendak memusnahkan mereka (Ester:4-7) dan masih banyak tokoh-tokoh  yang lain. 

Dari seluruh kisah perjuangan para pahlawan baik yang tertulis dalam Alkitab maupun   yang  tertulis dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, bahwa hal yang mendasari mereka untuk berjuang adalah karena rasa cinta mereka yang besar  terhadap kaum, bangsa dan tanah airnya.

Semua sejarah kepahlawanan yang tertulis dalam Perjanjian Lama tersebut menjadi gambaran akan kehadiran satu pribadi yang menjadi Pahlawan Terbesar sepanjang zaman bagi dunia dan seluruh umat manusia yaitu Yesus Kristus Tuhan, Dia rela meninggalkan kemuliaan-Nya di Sorga, turun ke dunia merendahkan diri-Nya menjadi manusia dan menderita sampai mati di atas kayu salib untuk memerdekakan  kita manusia dari kebinasaan akibat dari dosa (Filipi 2:6-8), semua pengorbanan yang dilakukan oleh Yesus Kristus Tuhan Sang Pahlawan Terbesar itu didasari oleh karena begitu  besar cinta dan kasih-Nya bagi dunia ini   (Yohanes 3:16): Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.

Sebagai orang-orang yang telah dimerdekakan dari belenggu dosa dan menerima keselamatan  oleh kepahlawanan dan pengorbanan Tuhan Yesus  Kristus, maka sebagai ucapan syukur kita marilah kita mempersembahkan hidup kita kepada Tuhan untuk menjadi persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah (Roma 12:1).           Setiap kita adalah pahlawan dalam  bidang kehidupan  kita masing-masing, baik dalam usaha, pekerjaan, pelayanan, studi bahkan dalam rumah tangga, sebagaimana firman Tuhan katakan dalam Kolose 3:23, Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Jadilah Pahlawan…

Tuhan Yesus memberkati kita semua, Amin.                                                                                                            

Check Also

Artikel Utama

BERSAKSI ITU MENYENANGKAN

Oleh: Pdt. Dr. A.L. Jantje Haans 2 Timotius 4:2, 8Menginjil itu tidak mudah. Namun, menginjil/bersaksi …