Keluarga yang Dipimpin Oleh Roh Kudus

Surat seorang pecandu kepada Papa dan Mama

“Jangan menguliahi aku, jangan memarahi aku, jangan menyalahkan aku. Apakah engkau sungguh mengenal aku? Di mana kehangatan sebuah keluarga di saat aku membutuhkannya? Aku tidak melihat sebuah teladan dari Papa dan Mama, aku hanya melihat keegoisan, harga diri. Jangan biarkan kecemasan dan kasih sayangmu membuat dirimu melakukan apa yang seharusnya aku lakukan untuk diriku sendiri. Bila kau mengambil alih tanggung jawab yang seharusnya milikku, kau membuat kegagalanku menjadi permanen. Perasaan bersalahku akan berlipat ganda, dan kau sendiri juga akan merasa getir dan benci. Aku sayang kepadamu….! Aku dapat mencintaimu lebih baik bila aku telah pulih! Bantulah membantu pemulihanku…. Kumohon!

Peluk Cium,

Pecandu dalam hidupmu

Sering kali saya menemukan pertanyaan: “Mengapa anak kami bisa menjadi pecandu? Kami keluarga baik-baik, beragama, berpendidikan, dan memberikan perhatian yang cukup? Kita harus mengerti bahwa ada dua hal yang mempengaruhi pertumbuhan manusia:  pikiran dan lingkungan. Dari surat di atas jelas terlihat distorsi dalam pikiran anak tersebut tentang perilaku yang menyimpang dari orangtuanya, seperti: merasa orangtua tidak mengenal dirinya secara utuh; merasakan tidak ada kehangatan, peran keluarga dan penerimaan tidak ada ketika anak bermasalah, yang ada hanya keegoisan dan harga diri; kecemasan yang berlebihan, membuat kasih sayang yang gagal.

Permasalahan seperti di atas akan melahirkan produk yang gagal dalam keluarga. Menikah hanya karena merasa cocok akan menghasilkan keluarga yang penuh dengan cekcok, karenanya kita perlu mengenal konsep yang benar menurut firman Tuhan dalam membangun keluarga. Konsep keluara Kristen adalah:

  1. Pernikahan Merupakan Idenya Allah (Kej. 2:18). Allah sebagai inisiator dan pemimpin keluarga. Allah yang mempertemukan, mempersatukan dan menyempurnakan
  2. Pernikahan yang Monogami dan Heteroseksual. (Mat. 19:5; 1 Tim. 3:12; 1 Tes. 4:4)

C. Keluaga Kristen menghasilkan Keturunan Ilahi.  (Kej. 1:28; Mal. 2:15).

Hanya saja, tidak ada satu keluarga pun yang kebal dengan konflik, akan tetapi kita harus cakap dalam menanggulangi setiap konflik, supaya kita bertumbuh menjadi keluarga yang bahagia dan penuh dengan kemuliaan Allah. Untuk mengatasi konflik, kita harus menyadari sumber-sumber pemicu konflik, antara lain:

  1. Perbedaan karakter dan kepentingan.
  2. Perbedaan bahasa kasih. Menurut Gary Chapman ada 5 cara manusia menyatakan kasihnya kepada orang lain. 5 bahasa kasih itu adalah: Lewat kata penegasan, berupa sentuhan fisik, memberikan waktu berkualitas, pelayanan dan hadiah.
  3. Perbedaan pohon keluarga.
  4. Perbedaan paham, persepsi dan interpretasi.
  5. Tugas dan Tanggung jawab yang tidak dirumuskan dengan jelas.
  6. Adanya dosa yang disembunyikan

Untuk mengatasi konflik, kita harus kembali kepada komitmen dan janji pernikahan yang kita ucapkan di hadapan Tuhan dan jemaat-Nya.  Ada kesepakatan, bahwa suami atau istri adalah anugerah dari Tuhan. Berhati-hati dengan perkataan “saya menyesal menikah dengan kamu”. Dan yang terpenting ada komitmen untuk hidup sesuai dengan Injil Kristus. Inilah yang menjadi dasar pertumbuhan keluarga orang percaya. Janji penikahan diucapkan di hadapan Allah. Ini merupakan pernyataan, bahwa yang mengambil peran penting dalam pernikahan adalah Allah.

Di dunia modern ini, apakah peranan Roh Kudus dalam kehidupan keluarga kita? Firman Tuhan mengatakan Roh Kudus adalah Penghibur dan Penolong. Ia menginsafkan dunia akan dosa (Yoh. 16:18), mengerjakan pembaharuan di dalam kita (Tit. 3:5), memimpin kita ke dalam seluruh kebenaran (Yoh. 16:13), memberikan kepada kita hikmat dan wahyu (Ef. 1:17-18). Dengan pertolongan Roh Kudus kita mematikan perbuatan-perbuatan daging dan memberikan kepada kita buah Roh (Rm. 8:13). Ia menolong kita di dalam berdoa yang benar (Rm. 8:26), memberi kepada kita kuasa untuk menjadi saksi-Nya (Kis. 1:8), memberi keadilan (Yes. 4:4), menyertai orang percaya (Yoh.14:17) dan mengubah orang percaya menjadi seperti Kristus (2 Kor. 3:18). Dan masih banyak lagi yang Roh Kudus dapat lakukan dalam hidup kita, hanya saja kita harus bersedia memberi hidup kita untuk dipimpin oleh-Nya.

Kehadiran Roh Kudus dapat mengatasi konflik dalam keluarga. Ketika Roh Kudus hadir, maka ada damai sejahtera di tengah keluarga.

Selamat melibatkan Roh Kudus dalam keluarga. Tuhan Yesus memberkati.

Oleh: Pdp. Reinhard A. P. Siagian

Check Also

Artikel Utama

BERSAKSI ITU MENYENANGKAN

Oleh: Pdt. Dr. A.L. Jantje Haans 2 Timotius 4:2, 8Menginjil itu tidak mudah. Namun, menginjil/bersaksi …