
Jadi untuk apa kematian Kristus bagi kita, seberapa berharganya kematian Kristus? Kalau hanya sekedar menebus dosa dan menyelamatkan, berarti kita belum mengerti untuk apa Tuhan harus tersiksa kalau hanya untuk itu. Tuhan bisa dengan mudahnya menebus dan memberi keselamatan tanpa harus mati. Tetapi Tuhan mau menunjukkan cinta-Nya kepada kita, seberapa banyak orang yang menunjukkan cintanya untuk kita dan tidak akan pernah ada yang lebih ekstrim dibanding apa yang sudah Tuhan lakukan kepada kita. Kita menyadari atau tidak, bahwa Tuhan ingin bertemu dengan kita setiap hari, Dia selalu memberkati kita, selalu memberi pertolongan dan perlindungan-Nya bagi kita. He can do more than anyone else dan Dia akan melakukan apa pun hanya untuk kita. Apakah kita tetap mau tidak peduli? Apakah kita tetap mau hidup sesuai dengan apa yang kita mau dan membuat hati-Nya bersedih?
Tuhan sangat sayang kepada kita, apa pun yang kita lakukan kepada-Nya. Dan cinta-Nya itu tidak hanya menebus dosa tetapi adalah sebuah paket yang lengkap, cinta-Nya memberi kita kuasa untuk menghadapi segala pergumulan , menaklukkan iri hati, membuat kita sanggup memberikan pengampunan dan kasih-Nya memberikan kita pengharapan. Kasih Allah yang begitu besar tidak hanya berhenti sampai di sana, setelah itu Dia memberikan Roh Kudus-Nya. Roh Kudus itu diam di dalam diri kita untuk menjagai kita, menolong kita, memberi hikmat dalam menjalani kehidupan kita sehari-hari, dalam kita mengambil keputusan, mendorong kita ketika kita sedang tidak bergairah untuk melakukan apa pun dan menjaga kita agar kita tetap setia dalam Tuhan dan hidup benar di dalam Dia.
Kita bukan apa yang kita lakukan, mungkin dosa-dosa kita yang membuat kita merasa buruk, ketika ada hal yang tidak baik terjadi kita merasa kita pantas mendapatkannya karena dosa-dosa yang telah kita lakukan, tapi ingat kita adalah apa yang telah Yesus lakukan untuk kita di kayu salib. Yesus telah menyelesaikan segalanya bagi kita, sehingga kita beroleh kemenangan, bukan hanya atas maut, tapi atas dosa-dosa kita. Kita menjadi lebih dari seorang pemenang dalam segala kehidupan kita. Jadi jangan kalah oleh keadaan! Tuhan tidak akan membiarkan kita untuk terus dalam kerusakan kita, Yesus berkata pergi dan jangan berbuat dosa lagi.
Mereka yang sudah bersatu dengan Kristus menjadi manusia baru dan yang lama sudah tidak ada lagi, semuanya itu dikerjakan oleh Allah sendiri. Melalui Kristus, Allah membuat kita berbalik kembali kepada Dia dan menugaskan kita supaya orang lain pun dapat berbalik juga kepada Dia. Kristus sebagai perantara Allah dengan kita. Allah melakukannya tanpa menuntut kesalahan-kesalahan yang telah kita lakukan kepada-Nya. Maka, bukalah hati kita untuk menerima keselamatan itu.
Karya Kristus sedemikian rupa dan berkelanjutan karena kasih-Nya terhadap kita, apa yang kita khawatirkan akhir-akhir ini, apa yang mendukakan hati kita? Mungkin rencana kita yang tidak terlaksana, atau segala ekspektasi kita yang tidak sesuai dengan realitanya? Kita mau percaya bahwa Tuhan telah memberikan yang terbaik bagi kita yaitu diri-Nya sendiri untuk memberikan keselamatan kepada kita, nyawa saja Ia berikan, apalagi segala yang menjadi kerinduan hati kita. Sangat mudah bagi Tuhan untuk menjadikan segala sesuatunya. Jadi, percaya kepada-Nya dan serahkan segalanya karena kita tahu Tuhan telah menyediakan yang terbaik bagi kita.
GBI Pasir Koja 39 Bandung