
Sekarang baca cerita yang berharga tentang seorang ibu dan anaknya dari 1 Samuel 12: 24. JATI DIRI SEORANG IBU (PERSEMBAHAN HANA)
Siapakah yang menutup rahim Hana? Mengapa? Apa yang Hana persembahkan kepada Tuhan?
Hana sungguh membuat saya kagum. Dia memohon kepada Allah untuk mendapat anak kemudian secara nyata memberikan dia kembali kepada Allah ketika anak ini mungkin baru berusia sekitar 3 tahun. Persembahannya memacu saya untuk mempersembahkan anak-anak saya sebagai “persembahan yang hidup”. Jika dia dapat melakukannya, begitu juga saya! JATI DIRI SEORANG IBU (PERSEMBAHAN HANA)
Allah memadukan doa perempuan yang putus asa ini dengan kerinduannya untuk memberikan Israel seorang nabi. Dalam perhitungan ekonomi Allah, Dia dapat memenuhi kedua kebutuhan ini sekaligus melalui kehidupan dari seorang bayi laki-laki yang akan dipersembahkan kepada-Nya.
Ada 1 perbedaan yang kontras antara anak Hana dan anak-anak Eli, imam yang membesarkan Samuel.
Baca 1 Samuel 2 :11,12 ada hubungan apakah diantara anak-anak Eli dan Tuhan?
Dapatkah Anda bayangkan bahwa anak-anak Eli bahkan tidak mengenal Allah? Dr. Patricia Morgan menulis, “Ada banyak waktu kita terlalu mengenyangkan diri kita sementara anak-anak kita tetap berada dalam keadaan kurus dan kekurangan gizi secara rohani. Kita boleh jadi menghadiri atau bahkan mengadakan banyak konferensi-konferensi orang dewasa setiap tahun, tetapi bagaimana dengan anak kita? Anak-anak kita sedang menunggu untuk belajar. JATI DIRI SEORANG IBU (PERSEMBAHAN HANA)
Baca 1 Samuel 2:22-25 Jelaskan tentang anak-anak Eli.
Apa yang dilakukan atas perilaku mereka? Apakah itu pendisiplinan yang efektif?
Anak-anak lelaki ini tidak mau mendengarkan Eli. Mereka melakukan tindakan seks yang haram di depan pintu Kemah Pertemuan! Sangat berbeda dengan Samuel yang bertumbuh secara spiritual, fisik dan emosi.
1 Samuel 2: 26 “Tetapi Samuel yang muda itu, semakin besar dan semakin disukai, baik di hadapan TUHAN maupun di hadapan manusia”.
Mengapa mereka berbeda? Mengapa anak-anak lelaki Eli pemberontak dan anak-anak Hana bertumbuh dalam Tuhan? Alkitab menunjukkan kepada kita sebagian gambaran tentang asuhan yang mereka terima.
Lihat di ayat 22. Eli mendengar tentang apa yang dilakukan anak-anak lelakinya di depan Kemah Pertemuan. Kemudian dia menanyakan kepada mereka beberapa pertanyaan basa-basi yang dimulai dengan pertanyaan mengasuh anak yang sudah usang “Mengapa kamu melakukan itu?”
Jangan tanyakan pertanyaan itu, ibu. Jawabannya sudah jelas! Itu adalah karena anak Anda adalah seorang manusia yang penuh dosa yang menginginkan apa yang dia inginkan, pada waktu yang diinginkannya, dengan cara yang dia inginkan!
Eli mencoba mencari alasan yang masuk akal dari anak-anak muda yang tidak masuk akal ini. Pertanyaan yang lebih bagus seharusnya, “Apa yang kalian lakukan, Nak?” Setelah dia meminta kepastian atas apa yang telah mereka lakukan, dia seharusnya memberikan pendisiplinan. Allah menuntut pertanggungjawaban atas ketidaktaatan Eli dan anak-anak lelakinya.
Kata-kata menakutkan apakah yang diberitahukan Allah pada Eli di 1 Samuel 2: 31,33?
Eli harus membayar mahal atas pengasuhannya yang tidak efektif. Eli adalah seorang imam dan fungsi utamanya adalah meneruskan peranan keimaman kepada anak-anaknya. Untuk itu mereka perlu pelatihan yang seksama dan tekun. Tetapi Eli gagal dalam tugas utamanya. Dia gagal untuk cukup mengasihi anak-anaknya dengan mendisiplinkan mereka sehingga mereka dapat menerima jubah keimaman. Itu mengingatkan saya akan kata-kata hikmat untuk para orangtua di Kitab Amsal.
Amsal 19:18 “Hajarlah anakmu selama ada harapan, tetapi jangan engkau menginginkan kematiannya.”
Apa yang Hana lakukan bagi Samuel setelah dia meninggalkan anaknya pada Imam Eli menurut 1 Samuel 2:19?
Hanya membuatkan Samuel satu jubah imam ukuran anak yang baru setiap tahun. Tidakkah Anda tahu bahwa setiap jahitannya dijahit dengan kasih dan doa dan air mata? Saya yakin kita memiliki wawasan yang cukup atas kehidupan doa Hana untuk beranggapan bahwa dia terus berdoa bagi anaknya setiap hari, sepanjang hidupnya.
1 Samuel 2:26 adalah buku riwayat bayi Samuel. Apa yang dicatat mengenai perkembangannya di sana?
Apa yang Tuhan katakan atas anak-anak di 1 Samuel 2:35?
Sangatlah mahal harganya bagaimana untuk melahirkan Samuel. Pertama, dia bergumul dalam doa untuk kehamilannya. Kemudian, sebelum melahirkan dia memberikannya kepada Tuhan. Ketika dia masih seorang anak kecil, dia menyerahkan haknya untuk membesarkan dia. Hana membayar harga yang tinggi dengan memberikan hidup — baik hidup secara jasmani maupun rohani untuk anaknya.
Akankah Anda menyerahkan diri Anda kepada Tuhan untuk memberikan hidup kepada anak Anda? (Ya atau tidak?)
Akankah Anda doakan 1 Samuel 2:35 kembali kepada Allah sebagai satu doa untuk anak Anda?
“Tuhan saya mempersembahkan anak saya, ____________ kepada-Mu. Saya minta Engkau membesarkan dia bagi Diri-Mu sendiri sebagai seorang imam yang setia yang akan melakukan apa yang ada di hati-Mu dan pikiran-Mu, dan saya berdoa supaya dia akan berjalan di hadapan-Mu senantiasa.
Kiat-kiat untuk ibu
Untuk menciptakan satu iklim bagi iman anak Anda, ajarkan kepadanya firman Tuhan dari sejak dini. Saya menggunakan materi Scripture Memory Fellowship (penghafalan ayat). Mereka mempunyai satu metode yang luar biasa dalam pengajaran anak-anak yang masih kecil untuk menghafal ayat. Buku yang saya pakai dengan anak-anak saya adalah “ABC’s of Scripture Memory” (Penghafalan ayat ABC). Buku kecil ini mempunyai satu ayat untuk setiap huruf dari alphabet, jadi lebih mudah untuk mengingatnya secara teratur. Anda bisa menemukan seri semacam ini dalam bahasa Indonesia di toko buku Kristen.
Anak-anak perempuan saya dan saya mengutip ayat dalam perjalanan ke sekolah tiap pagi di dalam mobil. Untuk keluarga dengan anak-anak yang lebih besar, putarkan lagu-lagu berlirik ayat-ayat firman Tuhan, seperti lagu Mazmur 23, dll. Anda bisa membeli kaset atau CD di toko-toko buku Kristen di daerah Anda.
Untuk membaca artikel WBI yang lain silahkan klik disini
GBI Pasir Koja 39 Bandung