Kamu adalah garam dunia, jika garam itu menjadi tawar dengan apakah ia diasinkan, tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang, kamu adalah terang dunia kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi…(Matius 5:13-14)
Hidup setiap orang membawa pengaruh kepada sekitarnya. Apakah kehidupan dia baik atau buruk. Kata influence berakar kata yang sama dengan influenza (flu,pilek) yang bisa menular pada orang di sekitarnya. Tuhan Yesus dengan tepat menggambarkan hidup kita sebagai garam dan terang.
Garam membawa dampak secara langsung dimana ia ditempatkan akan memberi rasa, mencegah pembusukan dan mengawetkan. Hidup kitapun seharusnya seperti itu; kita bisa memberi rasa bahagia, pengharapan dan kegembiraaan bagi orang sekitar kita, kita juga bisa mencegah pembusukan yang sedang terjadi di masyarakat dengan hidup benar dan memberi teladan kehidupan yang bersih. Sebaliknya kita bisa membawa pengaruh yang buruk bagi sekitar kita, kita membawa ketakutan, kesedihan, kekecewaan bagi keluarga, rumah tangga, tempat kita bekerja, kita bisa menjadi sumber kekacauan, gosip dan pertentangan. Inilah yang digambarkan Tuhan Yesus dengan garam yang telah kehilangan asinnya. Hal ini terjadi karena di Israel pada saat itu garam ditambang dari bebatuan, bukan dengan cara menguapkan air laut seperti saat ini. Garam itu dibungkus dengan kain dan dicelupkan ke dalam makanan yang akan diasinkan, setelah tidak berfungsi lagi sisanya adalah kapur dan kotoran lain yang tidak berguna dan dibuang di pinggir jalan.
Sebagai Terang, pertama-tama kita berfungsi menyingkirkan kegelapan. Dimana kita ada, kegelapan harus lenyap. Kegelapan tidak pernah bisa mengalahkan terang. Kehadiran kita membawa standar baru tentang bagaimana hidup itu dijalani. Bagaimana menjadi seorang pegawai, pengusaha, suami atau isteri atau pemimpin.Terang juga membuka kekotoran- kekotoran sehingga bisa terlihat jelas. Dengan melihat hidup kita orang akan bercermin. Itulah sebabnya terang itu tidak boleh ditutupi dengan gantang atau ditaruh di bawah kasur. Dia harus disimpan di atas kaki dian sehingga semua orang melihat dan mengakui Kekristenan mempunyai standar hidup yang sangat tinggi dan mereka akan memuliakan Tuhan.
Yehezkiel 47 menggambarkan kehidupan Kristen dengan sangat indah, pada ayat 9 dikatakan kemana sungai itu mengalir segala mahluk yang berkeriapan disana akan hidup. Ia membawa kesegaran dan kehidupan. Orang-orang di sepanjang masa suka tinggal dekat sungai, di Kalimantan, di Kambodia, di tempat saya melayani setiap desa berusaha untuk hidup dekat sungai, karena disana mereka menggantungkan hidupnya, sungai menjadi sarana untuk transportasi, mencari penghidupan dan pengairan. Bahkan di India sungai Gangga dihormati dan disebut dengan “Mother Gangga”. Tuhan mau hidup kita seperti ini, orang suka berdekatan dengan kita, orang disegarkan, dipulihkan ketika bersama kita. Bagaimana hidup saudara? Sudahkah kita berfungsi sepenuhnya sebagai garam dan terang? Jika belum, mintalah agar di tahun yang baru ini kita dipenuhi dan dipimpin oleh Roh Kudus seperti sungai yang digambarkan Yehezkel 47 sampai melimpah membawa kehidupan kemanapun kita pergi dan dimanapun kita ada.
Oleh: Pdt. Simon Irianto
GBI Pasir Koja 39 Bandung