IMAN UNTUK MENANG – 6

Artikel Wanita Maret 26 copy

Setelah membuktikan ia bisa melatih Wolfpack, Kay mengambil alih tim Olimpiade. Di Seoul pada September 1988, tim perempuan Amerika memenangkan pertandingan pertama dari empat pertandingan mereka. Sebelum pertandingan final melawan tim lama yang lebih berpengalaman dari Yugoslavia, Kay mengumpulkan para pemainnya di ruang ganti. Sembari mengamati wajah para pemain perempuan itu, Kay dalam diam meminta Tuhan agar memberinya kata-kata yang tepat untuk menunjukkan bahwa ia mempunyai keyakinan pada mereka.

“Kalian sudah berusaha keras untuk kesempatan ini,” Kay memulai. “Hari ini, kalian mempunyai kesempatan untuk membuktikan bahwa kalianlah yang terbaik. Bekerja keras, tekun, tidak pernah kalah. Dalam hidup, tak seorang pun tahu apa yang bisa mengalahkan kalian. Sekalipun hal itu tidak di bawah kendali kita, tapi cara kita bermain dan gairah yang kita tunjukkan ada dalam kendali kita.” Ketika bel final berbunyi, papan angka menunjukkan Kay dan timnya telah mendapatkan kemenangan yang lain dan meraih medali emas.

Pertempuran Kay melawan kanker jauh dari kata selesai. Lebih dari satu dekade kemudian, kanker datang kembali. Meskipun kali ini perjuangannya lebih sulit, penyakit ini bukan musuh sebanding bagi sang pelatih dan imannya. Kemudian, pada November 2006, energinya hilang; bahkan pekerjaan yang paling mudah pun membuatnya kelelahan. Dibutuhkan profesional  medis untuk secara resmi memberinya penjelasan tentang penyakitnya, tetapi Kay yakin bahwa musuh lamanya telah datang kembali untuk ronde yang lain. Tes membuktikan ia benar.

Pada dua masa pertama ia berhadapan dengan kanker, Kay tetap bisa melatih. Kali ini, pukulan yang diberikan oleh penyakit ini terlalu berat untuk ditanggung oleh sang pelatih. Selama berminggu-minggu, kanker membuatnya roboh. Ia hampir terlalu lemah untuk bisa menyikat gigi. Setiap gerakan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa. Bahkan berjalan beberapa langkah pun merupakan tantangan. Paru-paru nya yang kuat, yang telah membawanya melalui pertandingan- pertandingan panjang, kini nampak lupa cara mengambil udara. Akhirnya, dengan mengakui bahwa ia bukan lawan sepadan untuk musuh menakutkan ini, Kay menyerahkan tugas pelatihan kepada asisten. Hatinya remuk karena jauh dari kampus dan anak-anak yang ia cintai.

Kay tahu rintangan yang menghadangnya. Ia telah melawan penjahat ini dua kali sebelumnya. Keberhasilannya dalam pertempuran telah menjadi landasan untuk mengumpulkan uang guna mendanai riset baru demi perjuangan melawan kanker payudara. Namun, ia sadar bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk terjadinya keajaiban medis yang dapat menyembuhkan penyakit yang menyerangnya. Meski setan stadium IV tersebut tengah membinasakan tubuhnya, dan pengobatan menyebabkan makanan terasa seperti logam, rambutnya rontok, dan tangan serta wajahnya menjadi gelap, ia masih melihat setiap pertandingan di televisi semampunya. Selama rentang waktu inilah, ketika ia semakin dekat dengan kematian, ia boleh melihat seberapa banyak pertempurannya yang berharga telah dituntaskan. Ia merasa terhormat ketika satu minggu dalam musim NCCA dikhususkan untuk memberi perhatian pada kanker payudara. Ia berbesar hati ketika melihat bahwa orang-orang menunjuk keberanian dan imannya sebagai alasan untuk menyoroti perjuangan melawan penyakit itu.

Dalam pertandingan…. bersambung..

Check Also

Artikel Wanita April 26 copy

IMAN UNTUK MENANG – 7

Artikel Wanita April 26 copy Dalam pertandingan yang ditayangkan secara nasional di televisi dari Norman, …