IMAN UNTUK MENANG – 5

Artikel Wanita Feb 26 copy

Ketika kata-kata dokter itu meresap, Kay berpikir, “Aku tidak boleh mengidap kanker. Ada begitu banyak hal yang harus kulakukan.” Bagi Kay, hanya ada dua pertanyaan penting sekarang: Akankah ia mengalahkan kanker? Akankah ia diizinkan untuk menjadi pelatih basket Olimpiade Amerika? Ia tahu bahwa satu-satunya hal yang harus dilakukan adalah berpaling kepada Tuhan.


Pemeriksaan biopsi menunjukkan bahwa sel kanker telah menjalar, dan mendorong Kay untuk melakukan mastectomy (operasi medis untuk mengangkat payudara perempuan). Usai operasi, para dokter menyimpulkan bahwa penyakit telah ditangani dan mengizinkan kami untuk meneruskan rencananya melatih North Carolina State. Namun, sebagian orang masih ragu apakah ia mempunyai stamina yang diperlukan untuk memimpin tim segera setelah operasi. Kay juga ragu.

Suatu hari, ketika ada banyak hal yang nampak tidak jelas, Kay berdoa agar Tuhan memberinya kekuatan untuk mengatasi apa pun yang terjadi. Selesai berdoa, ia meninggalkan kantornya dan memulai latihan percobaan dengan timnya. Ketika para pemain berkumpul di sekeliling pelatih mereka untuk evaluasi pasca latihan seperti yang biasa dilakukan, hati Kay bangga ketika ia menyadari bahwa secara fisik, ia mampu melakukan tugasnya lagi. Tiba-tiba ia merasa begitu kuat.

Namun, ketika mengamati wajah para pemainnya, ia tahu bahwa mereka sangat mengkhawatirkannya. Bagi sang pelatih, hal ini seperti kembali ke masa lalu, pada hari pertama di kampus Alien Jay High School. Sambil tersenyum, ia berkata, “Ada banyak hal dalam hidup kita yang tidak bisa kita kendalikan, tapi kita selalu dapat mengendalikan sikap kita. Dengan iman dalam Tuhan, kita dapat menghadapi semua tantangan. Kita dapat menemukan cara mengatasi, menghadapi, dan melewati setiap rintangan.”

Beberapa minggu kemudian, ia berbicara kepada kelompok lain, “Kanker memberitahu singkatnya hidup ini, tetapi Tuhan telah menunjukkan padaku bahwa kepanikan tidak akan membantu, demikian pula rasa mengasihani diri sendiri. Ketika aku melawan kanker, aku berfokus pada Tuhan, dan aku tahu bahwa tak ada satu pun yang mustahil bagi Dia.” Kemudian, dengan tersenyum dan menangis, Kay menambahkan, “Kadang-kadang, aku menjadi sangat emosional, tetapi, ini adalah air mata kegembiraan. Anda lihat, aku menjadi bagian dari rencana Tuhan, demikian pula Anda. Tuhan menggunakan sakit untuk membuat kita bertumbuh dan menang. Tanpa Dia, semua kemenangan, bahkan atas kanker, tidak akan sempurna. Tuhan membuat hidup menjadi berarti dan memiliki tujuan.”

Setelah pertemuan, perempuan tua yang juga sedang berjuang melawan kanker, merangkul Kay dan, dengan mata berkaca-kaca, berbisik, “Kamu benar, aku dapat melakukannya.” Perempuan itu hanya yang pertama di antara banyak penderita kanker yang Kay sentuh.

Yow memanfaatkan tahun berikutnya untuk membantu menggalang dana ratusan ribu dolar dengan menjadi ketua kehormatan untuk Lineberger Comprehensif Cancer Center di Chapel Hill. Sama seperti menjadi pelatih, yang merupakan pekerjaan pertama yang dilakoninya, bukanlah sesuatu yang ia inginkan, demikian pula kanker. Namun, dalam kedua hal tersebut, ia berfokus pada kesempatan.
Setelah membuktikan…. bersambung..

Check Also

Artikel Wanita April 26 copy

IMAN UNTUK MENANG – 7

Artikel Wanita April 26 copy Dalam pertandingan yang ditayangkan secara nasional di televisi dari Norman, …