Iman dalam Kebangkitan Kristus

Rasul Paulus, salah seorang pengikut Kristus yang sebelum bertobat adalah penantang Tuhan bahkan membunuh orang-orang yang percaya kepada Yesus, menulis dalam 1 Korintus 15:14 dan 17, “Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu. Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.” Ini membuktikan bahwa iman Kristiani di dasarkan pada kebangkitan dan bukan saja iman Kristiani yang kokoh tetapi juga yang menjadi sumber sukacita dan harapan yang tidak akan surut dalam hidup orang percaya ketika dihayati dengan sungguh-sungguh.

Sejak manusia pertama jatuh dalam dosa, manusia berusaha dengan berbagai cara untuk kembali kepada Allah. Maka manusia yang berdosa menganggap bahwa untuk memperoleh pengampunan Allah adalah dengan melakukan perbuatan baik, amal dan memberikan korban atau sajian. Namun sayang semuanya itu tidak berhasil, semuanya itu tidak menjamin pengampunan dosa umat manusia. Yesaya 64:6, “Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin.” Itulah sebabnya semua agama di dunia ini mendoakan kerabat dan keluarganya yang meninggal supaya dosa-dosa mereka diampuni dan semoga diterima di sisi Allah. Ini membuktikan bahwa pengampunan dosa bagi mereka melalui apa yang mereka lakukan belum merupakan kepastian, pengampunan dosa belum terjamin sekali pun selama hidupnya mereka dikenal sebagai orang baik, saleh bahkan sebagai tokoh agama atau rohaniawan sekali pun.

Namun tidak demikian dengan iman Kristiani. Alkitab mengajarkan bahwa pengampunan dosa dan kepastian memasuki sorga hanya dapat tercapai apabila kita mengikuti cara yang ditentukan oleh Allah yang empunya sorga. Seperti halnya kita yang datang ke Amerika, kita bisa ke negara tersebut secara sah apabila kita mendapatkan visa yang dikeluarkan oleh pemerintah negara Amerika. Hanya dengan visa tersebut barulah kita secara resmi bisa masuk ke negara ini. Anda boleh saja menganggap, berpikir, merencanakan akan melakukan apa saja, tetapi tanpa visa yang dikeluarkan pemerintah Amerika, Anda tetap tidak bisa memasuki Amerika. Siapa pun Anda, pejabat atau rakyat jelata, konglomerat atau kaum melarat, profesor atau buta huruf, persyaratannya sama  harus memiliki visa! Kita tidak bisa masuk menurut kehendak dan cara sendiri, tanpa visa kita adalah ilegal dan dapat dideportasi.

Bersyukurlah, Yohanes 3:16 mengatakan “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Anak-Nya telah mati di kayu salib, dikuburkan, namun BANGKIT dari antara orang mati pada hari ketiga, seperti yang telah dinubuatkan-Nya sendiri dalam Markus 9:30-32, “Yesus dan murid-murid-Nya berangkat dari situ dan melewati Galilea, dan Yesus tidak mau hal itu diketahui orang; sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya. Ia berkata kepada mereka: “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit. Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada-Nya.” Kebangkitan tersebut bukan saja menyatakan bahwa pegorbanan-Nya berkenan kepada Allah namun juga sebagai pembenaran Allah sebagai penebusan dan pengampunan dosa umat manusia. Itulah berita sukacita teragung dan yang didambakan seluruh umat manusia. Pengampunan dan penebusan bagi umat manusia dijamin oleh kematian dan kebangkitan KRISTUS. Yesus Kristus adalah VISA ke surga. Hanya Dialah satu-satunya jalan, kebenaran dan hidup untuk sampai kepada Bapa di Sorga (Yohanes 14:6).

Tanpa kebangkitan Kristus tiada harapan hidup kekal. Kebangkitan Kristus dapat menjadi sumber harapan kekal karena hal itu menyatakan bahwa Kristus adalah Allah yang tidak terkalahkan oleh maut sekali pun, sehingga kematian bagi orang Kristen tidak lagi menakutkan. Melalui kebangkitan, maut dan kematian telah dikalahkan. Kebangkitan Kristus menyatakan bahwa maut tidak sanggup dan tidak berkuasa menawan atau mengalahkan Kristus, karena Dia adalah Allah, sumber hidup sendiri.

Maut bukanlah akhir dari segala-galanya melainkan awal dari kekekalan. Kematian bagi orang percaya bukanlah perpisahan yang abadi melainkan perpisahan sementara yang menuju pertemuan kekal, penuh sukacita sorgawi. Dan kelak pada kedatangan-Nya yang kedua kali, semua orang percaya baik yang sudah mati atau yang masih hidup dalam sekejap mata akan memperoleh tubuh kemuliaan, tubuh yang layak sebagai penghuni sorga. Ini semua dijamin oleh kebangkitan Kristus sebagai buah sulung! (1 Korintus 15:19,20).

Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.

Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.

Bersyukur, bahwa kebangkitan Kristus bukanlah suatu khayalan atau harapan melainkan kenyataan yang telah terjadi. Kebangkitan Kristus adalah fakta sejarah sehingga diperingati kenaikan-Nya ke sorga. Milikilah iman dalam kebangkitan-Nya, ini akan mengubah cara pandang hidupmu. Selamat Paskah, Tuhan Yesus memberkati.

Oleh: Dede Imawan

 

 

 

 

 

Check Also

Artikel Utama

BERSAKSI ITU MENYENANGKAN

Oleh: Pdt. Dr. A.L. Jantje Haans 2 Timotius 4:2, 8Menginjil itu tidak mudah. Namun, menginjil/bersaksi …