
HARI KEEMPAT
Satu Persembahan yang Hidup
Roma 12:1-2 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Untuk menghasilkan keturunan yang saleh, dibutuhkan pengorbanan. Pengorbanan Anda yang hidup adalah tindakan penyembahan kepada Allah. Pernahkah Anda berpikir seperti itu?
Untuk menghasilkan keturunan yang saleh Anda tidak bisa menjadi sama seperti dunia ini. Anda tidak bisa melakukan hal-hal yang dilakukan setiap orang. Anda perlu membuat beberapa perubahan dalam gaya hidup Anda. Anda mungkin harus menyerahkan sesuatu yang Anda benar-benar suka. Orang-orang lain mungkin tidak mengerti Anda. Teman-teman dan keluarga mungkin mengolok-olok Anda.
Untuk menghasilkan keturunan yang saleh, pikiran Anda perlu diprogram kembali oleh Allah untuk berpikir dengan pikiran-Nya. Anda perlu mengetahui kehendak Allah. Pemrograman ulang itu datangnya dari pembacaan firman-Nya dan melalui doa.
Melalui bukunya, Shattering Your Strongholds, penulis dan pembicara, Liberty Savand, telah memperkenalkan kepada kita satu cara berdoa dalam Matius 16:19 yang mempercepat proses transformasi pikiran kita. Cara berdoa seperti ini adalah mengikat dan melepaskan pikiran-pikiran kita sesuai dengan Matius 16:19.
Matius 16:19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”
Kita disarankan untuk berdoa:
“Tuhan, saya ikat pikiran saya dengan pikiran Kristus, saya ikat keinginan saya kepada keinginan Allah, saya ikat hati saya kepada hati Tuhan Yesus Kristus. Saya mengikatkan diri saya sendiri kepada kebenaran firman-Mu. Saya melepaskan diri saya dari setiap sikap yang salah, pola pikir yang salah, pemikiran-pemikiran diri saya dari setiap sikap yang salah, pola keinginan yang salah, kebiasaan dan perilaku yang salah, semua ikatan generasi turun temurun, dan dari kuasa dan akibat dari setiap kata-kata yang salah yang telah saya ucapkan, yang telah diucapkan kepada saya atau yang telah diucapkan di belakang saya!”
Ini adalah satu doa yang penuh kuasa yang akan mengizinkan Allah untuk mulai mengubah pikiran Anda menjadi sejalan dengan pikiran-Nya. Saya mengalami sendiri kuasa dari doa ini dalam pengalaman praktis! Sebagai hasil dari berdoa dengan cara ini. Allah mengerjakan kembali proses pemikiran saya yang berhubungan dengan anak saya dan bagian-bagian lain dalam kehidupan saya! Saya berterima kasih kepada Tuhan karena telah menyingkapkan “kunci-kunci kerajaan Allah” ini.
Ibu, melalui pengorbanan Anda, Allah akan menghasilkan kembali hidup-Nya dalam Anda. Ketika anggur kehidupan-Nya telah memenuhi Anda, Anda tidak perlu bergumul dan berusaha untuk menjadi seorang ibu yang salah untuk menghasilkan keturunan yang saleh. Dia akan melakukan semuanya bagi Anda!
Dr. Billy Graham, penulis dan penasihat dari Lifetime Guarantee Ministries di Ft. Worth, Texas, mempunyai satu pelatihan yang begitu sering membekati saya. Ambil setiap kata dalam kalimat, “Saya akan melakukan semua itu untuk Anda” dan letakkan tekanan pada kata yang berbeda, setiap kali Anda mengatakannya. Yesus sedang berbicara secara pribadi kepada Anda pada hari ini.
Bacalah Filipi 2:5-11
Apakah Anda bersedia untuk mengorbankan kehidupan Anda sehingga keinginan Allah bisa dinyatakan dalam kehidupan anak Anda?
Tuhan, saya mempersembahkan hidupku pada-Mu. Pakailah saya dalam kehidupan anak saya untuk menggenapi tujuan-Mu. Saya berdoa di dalam nama Yesus. Amin.
Kiat untuk Ibu
Pandang mata anak Anda dari sejak si kecil dilahirkan. Ketika anak-anak kecil ingin berkomunikasi dengan Anda, mereka akan menatap ke dalam mata Anda. Tataplah kembali mata mereka! Ketika anak-anak bertambah besar, Anda harus mengingatkan mereka untuk menatap mata Anda pada saat mereka berbicara kepada Anda. Jika ada kontak mata, setiap orang sedang memberi perhatian!
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
GBI Pasir Koja 39 Bandung