Hidup dalam Panggilan Tuhan

1. Diciptakan untuk Tujuan Mulia

“Sebab Engkaulah yang menenun buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku” (Mzm. 139:13).

Dalam “menenun” ada banyak warna benang yang dipakai untuk menghasilkan satu lembar kain, dibutuhkan konsentrasi yang tinggi, karena setiap warna benang itu harus secara bergiliran disatukan sehingga membentuk motif yang diinginkan. Demikian juga dengan manusia, yang diciptakan sangat spesifik dan ditenun oleh Allah sendiri, merupakan sebuah kesatuan dari berbagai macam DNA, sel, jaringan, organ dan menentukan fungsi, sifat, karakter dan banyak hal lainnya. Tuhan membentuk semua itu dengan sempurna tanpa kesalahan sedikit pun.

“Sejak dalam kandungan ibuku” artinya Tuhan sejak awal merancangkan segala sesuatu dalam hidup kita, tidak untuk jangka waktu yang singkat (10, 20 atau 50 tahun), semua detail-detailnya sudah Dia rancangkan secara sempurna. Namun, kita banyak terjebak dalam kondisi hanya tahu tentang Tuhan tanpa mengenal siapa Pencipta kita dan tujuan kita diciptakan.

Dengan menenun kita, Tuhan mempunyai tujuan yang spesifik untuk semua manusia. Dalam perjalanannya, kita tidak tahu, kebingungan atau bahkan kehilangan identitas diri sebagai anak Allah karena Dosa dan pilihan-pilihan kehidupan kita yang tidak melibatkan Tuhan di dalamnya. Namun dengan kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, hubungan kita dengan Allah dipulihkan dan semestinya kita menyadari betul identitas kita sebagai anak anak Allah yang bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan dan menuntun kita untuk hidup dalam panggilan-Nya. Mengenal Tuhan, artinya kita memiliki hubungan yang dekat dan aktif dengan Tuhan dan  kunci untuk memahami tujuan penciptaan serta mengerti panggilan kita.

Karena kuasa Ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia yang telah memangil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. (2 Ptr. 1:3).

  1. Mengenal Tuhan Adalah Kunci untuk Hidup dalam Panggilan Tuhan

Kita akan merespon dengan baik dan menjawab panggilan jika kita mendengar  dan mengenal suara panggilan tersebut. Sebaliknya suara yang kita tidak pernah kita dengar, akan terasa sangat asing dan cenderung kita tidak jawab/abaikan. Suara dari orang-orang yang dekat atau kita kenal pasti sangat mudah kita kenali. Seperti itulah seharusnya kita dapat mengenali saat mendengar suara Tuhan dan menjawab-Nya. Suara Tuhan seharusnya bisa kita dengar dalam segala aspek kehidupan dan menuntun kita untuk selalu hidup dalam tuntunan-Nya. Mengenal Tuhan adalah kunci untuk dapat mendengar dan menjawab panggilan TUHAN. Setiap orang perlu komitmen dan membina hubungan pribadi yang baik dengan Allah, mengenal Tuhan tidak menjamin untuk kita meresponi dengan benar, kita butuh Roh Kudus.

Kita bisa belajar dari tokoh-tokoh Alkitab (Musa – Keluaran 4:1-31; Samuel – 1 Samuel 3:10; Yesaya – Yesaya 6:8; Esther 4;15;  Maria – Lukas 1:38; Yunus – Yunus 1:2-3), bagaimana mereka meresponi panggilan Tuhan sehingga kita tahu bagaimana kita semestinya meresponi panggilan Tuhan di dalam kehidupan kita.

  1. Memuridkan

Setiap anak Tuhan adalah murid Kristus, Tuhan Yesus mencari murid yang mau bertumbuh dalam Dia. Tuhan tidak mencari Jesus Christ Fans Club! Ia mencari orang yang mau terus dibentuk, diproses dan bertumbuh di dalam Dia, bekerja bersama-Nya sebagai rekan sekerja di ladang Tuhan.

Sehingga setiap orang yang mengaku dirinya Kristen atau anak Tuhan seharusnya terbeban untuk untuk menggenapi Amanat Agung (Mat. 28:19-20).

Untuk dapat memuridkan dan membawa orang kepada Kristus, setiap kita mempunyai peranan masing-masing sesuai dengan panggilan kita.

Prinsip hidup dan pelayanan kita :

  1. Menyatakan dalam kasih dan kebaikan (Mat. 22:37-40)

Ciri-ciri Kasih (Rm. 12: 9-21): tidak pura-pura (ay 9), tindakan nyata (ay 13-14), membantu kekurangan orang kudus (ay 13), memberi kepada siapa saja termasuk musuh kita (ay 14, 17, 19-21)

  1. Melayani dalam tekad dan roh yang menyala-nyala

Keberhasilan ditentukan oleh tekad, semangat (ay 12), kerajinan dan kemahiran, ditentukan juga oleh kesempatan yang diraih (Pkh. 9:10; Yoh.  4:35).

  1. Fokus pada talenta kita dan kembangkan sebaik mungkin (ay 16). Jangan memikirkan talenta yang dimiliki oleh orang lain (Ef. 5:17; 1 Kor. 2:12; 1 Kor. 7:7). Talenta bukan hanya untuk pribadi, tetapi Allah memiliki rencana yang lain di dalam kita (1 Ptr. 4:10-11; Fil. 1:9-11). Talenta bisa bermacam-macam.
  2. Allah juga memakai kesaksian dan pengalaman hidup kita bersama Tuhan untuk memberkati orang lain.

Take Home Message

Orang Kristen dipanggil untuk membawa suatu perubahan bagi dunia ke arah yang lebih baik. ”Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Mat. 5:13-16). Ini adalah rancangan Tuhan yang utama buat setiap kehidupan kita; kita dijadikan secara ajaib dan mulia adanya. Diciptakan menjadi karya cipta yang sangat berharga, berada di dalam rencana-Nya yang mulia dan diperlengkapi untuk menjadi maksimal di dalam kehidupan.

“Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib. Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh.”  (2 Ptr. 1: 9-10a).

Hiduplah di dalam panggilan Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati.

Oleh: Ronny Lesmana

 

 

 

 

Check Also

Artikel Utama

BERSAKSI ITU MENYENANGKAN

Oleh: Pdt. Dr. A.L. Jantje Haans 2 Timotius 4:2, 8Menginjil itu tidak mudah. Namun, menginjil/bersaksi …