HIDUP DALAM KEKUDUSAN

Roma 12:1, “ Karena itu, saudara-saudara demi kemurahan Allah aku menasihati kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah, itu adalah ibadahmu yang sejati.”

Melalui ayat di atas tertera jelas bahwa ibadah bukan sekedar hanya datang ke gereja, atau pelayanan semata saja, tetapi haruslah kita juga dalam kehidupan kita sehari-hari menjaga kekudusan. Itulah ibadah yang sejati. Lalu bagaimana keadaan kekudusan dalam kehidupan dunia masa kini? Ada tiga tipe kekudusan orang dalam dunia ini:

  • Orang-orang yang sudah tak mengenal lagi kekudusan

Kita melihat dalam kehidupan hari-hari, orang-orang tak mementingkan lagi soal kekudusan. Mereka lebih mementingkan hal-hal duniawi untuk memuaskan hawa nafsunya. Bahkan dalam menjaga kelangsungan hidupnya, mereka bergantung pada sifat ketidakkudusannya. Orang-orang ini adalah tipe-tipe orang yang dibenci Allah.

  • Orang-Orang yang Sombong

Orang-orang yang mulai sombong dan berpikir bahwa mereka dapat mencapai kekudusan dengan mengandalkan kekuatan sendiri untuk menaati berbagai macam “peraturan”.  Mereka mengerahkan seluruh usaha agar secara tidak langsung terlihat kudus, namun usaha mereka sia-sia dalam menjaga kekudusan.

  • Orang-orang yang rendah hati

Sebaliknya ada juga orang-orang yang rendah hati dan tahu bahwa mereka tidak dapat mencapai kekudusan. Mereka bergantung pada anugerah dan kekuatan Allah, dan Allah memberikan anugerah kepada orang-orang yang rendah hati.

Jadi, orang-orang yang rendah hatilah yang paling tepat karena Kekudusan adalah anugerah Allah, bukan hasil kekuatan manusia. Sebab tanpa kasih karunia Tuhan, tidak ada orang yang mampu hidup dalam kekudusan.

Alkitab memberikan contoh Yusuf, orang yang menjaga kekudusannya dengan bergantung pada anugerah dan kekuatan Allah. Yusuf diproses oleh Tuhan melalui berbagai macam peristiwa mulai dari dibenci dan dijual oleh saudara-saudaranya hingga sampai di rumah Potifar. “….Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya” (Kej. 39:6), istri Potifar terus menerus mencobai Yusuf agar tidur bersama dirinya. Namun dengan terus menerus juga Yusuf menolak dan berkata meskipun Potifar mempercayai seluruh isi rumahnya kepadanya, ia tetap bersikukuh karena seorang Istri dari seorang suami, tidak boleh berhubungan dengan orang lain (ay. 8-9). Yusuf berani menolak godaan istri Potifar meskipun seisi rumah tersebut telah dipercayakan kepada Yusuf dan meskipun rumah itu kosong, hanya ada istri Potifar (ay. 11), Yusuf tetap berani menolak bahkan lari keluar rumah. Seringkali dalam keadaan rumah kosong, tidak ada siapa-siapa, bisa membuat kita tergoda untuk melakukan dosa yang mencemari bahkan merusak kekudusan kita. Oleh karena itu teladanilah Yusuf! Meskipun difitnah, namun Yusuf tetap menjadi orang yang berhasil dalam Tuhan, Mengapa? Karena “…Tuhan menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat Tuhan berhasil” (ay. 23). Yusuf selalu rendah hati, bergantung pada Tuhan,  tidak berusaha sendiri untuk menjaga kekudusan sehingga Tuhan selalu menyertai Yusuf.

Jerry Bridges dalam bukunya “Mengejar Kekudusan” (The Pursuit of Holliness), menjelaskan bahwa kekudusan itu terdiri dari 2 hal, yaitu:

  • Kekudusan Jasmani, bicara soal menahan godaan hawa nafsu, dan
  • Kekudusan Rohani, bicara soal hati dan perasaan.

Jerry Bridge mengupas beberapa contoh yang sering membuat seseorang tidak kudus secara rohani antara lain dendam, iri hati, amarah, kepahitan dan lainnya. Dia juga memberikan contoh di Alkitab maupun yang pernah dia alami. Bridge menyarankan  bahwa sangat baik jika seseorang bisa menghafal ayat-ayat Alkitab, hal ini sangat membantu ketika ada godaan yang datang karena Roh Kudus akan mengingatkan  kita.

Oleh karena itu marilah kita menjaga kekudusan bukan dengan kekuatan sendiri melainkan bergantung kepada Tuhan melalui hubungan pribadi dengan Tuhan setiap hari, tetap menjaga kekudusan jasmani dan rohani. Karena kekudusan itu penting dan jelas akibatnya jika tanpa kekudusan, “Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak ada seorangpun yang melihat Tuhan” – Ibrani 12:14.

Oleh: Kevin Eldiwan

Kalian anak muda? Ayo gabung ke ibadah RBI LinK – Community setiap Sabtu pukul 19.00 WIB di Pasko 39 lt 3 , see you there!| line_id : youthgbipasko | ig : link_youthgbipasko

Check Also

Artikel Link

PRAISE AND WORSHIP (TALKSHOW)

Oleh: Tirza Raidishya Fairha Ayumi Handi Minggu, 22 September 2024 Ibadah Link Youth berkesempatan mengadakan …