Hidup Berkomunitas dalam Kasih

kasih            Mengapa perlu hidup dalam komunitas? Komunitas merupakan rencana Allah bagi hidup manusia. Manusia tidak dapat hidup sendiri, melainkan saling bergantung satu dengan yang lain. Setiap orang merupakan makhluk sosial yang perlu berinteraksi dalam komunitas dan bagi orang Kristen komunitas memiliki peran yang penting.

Hidup berkomunitas baik di gereja, persekutuan, atau dimana pun perlu mengikuti prinsip kasih. Dalam berkomunitas tentu akan ditemui konflik, permasalahan, dan ketidaksepahaman, namun dengan kasih tentunya semuanya dapat dijalani dengan indah. Kita dapat belajar dari yang Alkitab ajarkan kepada kita di Roma 12 : 9 – 21.

Dalam berkomunitas yang menerapkan kasih, terdapat 5 prinsip yang perlu diterapkan:

Pertama, biarlah kasih yang kita lakukan murni dan tulus bukan karena suatu kepentingan terselubung melainkan karena kita merasa telah terlebih dahulu dikasihi oleh Allah maka kita mengasihi orang lain. Seringkali motivasi terselubung ini membuat kekecewaan yang dalam pada kehidupan berkomunitas, karena ketika tujuan terselubung ini tidak tercapai kasih yang pura – pura akan segera lenyap, dan hal inilah yang seringkali menghasilkan kekecewaan. Berbeda dengan kasih yang tulus, dia akan bertahan menghadapi berbagai hal – hal berat.

Kedua, jadilah rendah hati. Sikap rendah hati yang dimaksud yaitu bukan berarti tidak mau mengambil tanggungjawab pelayanan dan bersikap pasif, melainkan terus bersemangat dalam pelayanan, mau mendahulukan yang lain, dan menjadi pemimpin dengan prinsip pemimpin yang melayani. Mau bertahan dalam masa – masa sukar merupakan salah satu sikap rendah hati, orang yang rendah hati mau melewati proses dan tidak hanya ada saat terjadi sensasi saja. Sikap hati yang merasa lebih hebat dan lebih berjasa terhadap komunitas dibandingkan orang lain akan membawa iri hati dan kekesalan bagi banyak orang yang akhirnya merusak suasana berkomunitas.

Ketiga, mau menunjukkan kasih dengan hal – hal yang sederhana namun dilakukan dengan tulus dan setia. Tidak selalu hal – hal besar yang dilakukan untuk menunjukkan perhatian kita, cukup dengan hal – hal sederhana seperti menyapa dan tersenyum sudah merupakan kasih yang kita tunjukkan. Hal yang penting disini ialah ketulusan hati dan kesetiaan dalam mengasihi.

Keempat, mengusahakan perdamaian dengan semua orang. Alkitab mengajarkan agar kita hidup damai dengan semua orang, usahakanlah sebisa mungkin jika hal itu tergantung pada kita untuk mengampuni dan dan menjaga suasana hidup berdamai. Jangan sampai hal – hal kecil yang membuat suasana persahabatan atau komunitas kita menjadi buruk.

Terakhir, pakailah standar Kristus dalam memperlakukan orang lain. Cara kita menghadapi masalah dan mengampuni orang bukan dengan kemampuan kita, biarlah kita meminta kepada Allah kemampuan untuk mengasihi orang yang membenci kita dan mengampuni orang yang mengecewakan kita. Bukanlah bagian kita dalam memberi pembalasan.

Dengan melakukan hal – hal ini, komunitas dimana kita berada akan menyenangkan dan membawa kita bertumbuh. Kasih yang ditunjukkan dengan perhatian dalam hal – hal yang sederhana didasari motivasi yang tulus, harus menjadi ciri khas komunitas Kristen karena hal itulah yang diteladankan oleh Kristus.

Oleh: Ivan Stefanus

Check Also

Artikel Link

PRAISE AND WORSHIP (TALKSHOW)

Oleh: Tirza Raidishya Fairha Ayumi Handi Minggu, 22 September 2024 Ibadah Link Youth berkesempatan mengadakan …