Hati Hamba

artikel_utamaFilipi 2:5-11

Dalam kitab Perjanjian Lama, Paskah menandakan peristiwa Tuhan telah melewati rumah-rumah umat Israel di Mesir, sehingga mereka luput dari kutuk kematian anak sulung/ tulah (Keluaran 12:27). Dalam Perjanjian Baru, Paskah berarti pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib. Yang melalui-Nya membebaskan setiap mereka yang percaya atas karya Yesus dari seluruh perbudakan dosa. Paskah juga sebagai tindakan Allah dalam mengasihi manusia dengan mengorbankan anak-Nya yang tunggal yaitu Yesus Kristus sehingga manusia mengalami pendamaian dengan Allah (2Kor 5:18).

Melihat pemaparan arti Paskah tersebut diatas, khususnya dalam Perjanjian Baru, ada satu hal yang mendasar sehingga Paskah terjadi yakni kerelaan Kristus Yesus melepaskan hak-Nya sebagai anak Allah dan menjadi manusia bahkan manusia terkutuk karena harus mati disalib.

Rasul Paulus menuliskan dalam Filipi 2:5-11 langkah-langkah yang diambil Yesus sebagai seorang hamba yang berkenan di hati Bapa-Nya yakni:

  1. Melepaskan kesetaraan-Nya dengan Bapa (ayat 6).
  2. Melepaskan milik yang harus dipertahankan.
  3. Mengosongkan diri Nya (ayat 7).
  4. Mengambil rupa seorang hamba.
  5. Menjadi sama dengan manusia.
  6. Taat sampai mati, bahkan mati dikayu salib (ayat 8).

Seorang hamba itu seperti tangan yang terbuka yang siap mengerjakan apa yang telah diperintahkan sang tuan kepadanya. Bukan tangan yang mengepal, bersikukuh tidak mau melakukan tugas yang diberikan kepadanya, dan hanya ingin mengerjakan kemauannya sendiri.

Ada banyak tangan yang mau menjadi hamba karena mereka mengerjakan apa yang mereka sukai. Ujian kehambaan itu adalah melakukan sesuatu dengan tulus ikhlas, sesuatu yang tidak suka mereka lakukan. Bila hanya mengerjakan apa yang disukai   Di manakah nilai-nilai kehambaan yang keluar dari sebuah kualitas dan kapasitas hati seorang hamba?.

Tangan seorang hamba yang berkenan adalah tangan yang dikosongkan, bersedia melepaskan agendanya dan mengerjakan agenda tuannya, tangan yang mengerjakan apa yang membuat perkenanan hati tuannya. Fokus hati seorang hamba yang mengejar perkenanan hati Tuhan adalah hati yang mengejar hati Tuhan sendiri dengan jalan mengosongkan hatinya untuk diisi kehendak Tuhan.

Yesus adalah pribadi yang menjadi teladan sebagai pribadi yang memiliki hati hamba. Dialah Tuhan diatas segala tuhan, Raja di atas segala raja, tuan di atas segala tuan namun juga Hamba di atas segala hamba. Siapakah Anda saat ini ?

Oleh: Dede Imawan

 

Check Also

Artikel Utama

BERSAKSI ITU MENYENANGKAN

Oleh: Pdt. Dr. A.L. Jantje Haans 2 Timotius 4:2, 8Menginjil itu tidak mudah. Namun, menginjil/bersaksi …