GEMBALAKU

Tarrrr……taarrrr……. Shuuuutt…… daaarrr….  Sebuah batu umban  yang licin melayang dan tepat mengenai badan seekor singa. Singapun terhenyak kaget dan segera melarikan diri. Daud berhasil mengusir seekor singa yang hendak menerkam seekor dari kawanan dombanya. Daud adalah seorang gembala yang baik, ia tahu bahwa domba adalah binatang jinak  dan penurut tetapi domba tidak berdaya menghadapi bahaya dari alam sekitar dan pemangsa seperti singa, beruang atau srigala. Oleh karena itu domba memerlukan seorang gembala untuk melindungi dan memeliharanya.

Daud merawat domba-dombanya dengan lembut,  melatih domba-dombanya untuk mematuhi perintahnya. Kawanan domba dibawa ke padang rumput, di sana Daud bekerja dan tidur di alam terbuka berhari-hari, supaya domba-dombanya bisa makan rumput yang segar. Bila musim panas tiba kawanan domba dibawa ke padang dataran tinggi yang lebih sejuk.

Pada malam hari Daud sering tidak tidur untuk menjaga dari serangan binatang buas atau membawa kawanan dombanya ke gua. Setiap malam Daud menghitung domba-dombanya dan memastikan kesehatan setiap dombanya. Pagi hari Daud memanggil domba-dombanya, untuk dibawa ke padang rumput. Pada tengah hari, Daud menuntun domba-dombanya ke kolam air yang sejuk. Saat kolam mengering maka Daud harus menimba air dari sumur untuk memberi minum domba-dombanya. Ketika musim dingin tiba, Daud membawa domba-dombanya ke kandang yang tertutup, agar domba-domba tidak mati  karena  hujan dan badai.

Daud bukan saja baik dan rajin bahkan Daud menjaga domba-dombanya dari binatang buas. Bila binatang buas datang menyerang, Daud akan menghadapinya, Daud berani berkelahi dengan binatang buas agar domba-dombanya aman. Daud tidak takut padahal Daud bisa diterkam dan mati oleh binatang buas itu.

Anak-anak, kita seperti domba tidak berdaya menghadapi dosa dan setan, tetapi Tuhan Yesus adalah Gembala Agung yang baik. Seperti Daud menjaga dan memelihara kawanan dombanya, demikian juga Tuhan Yesus menjadi gembala bagi kita. Tuhan Yesus bahkan rela mati di kayu salib agar kita selamat dari hukuman kekal akibat dosa kita. Kematian Tuhan Yesus di kayu salib bukan saja mengalahkan setan dan kuasa dosa, tapi mengangkat kita menjadi anak-anak-Nya, sehingga kita memiliki kuasa mengalahkan dosa.

Tuhan Yesus menyatakan tentang dirinya dalam kitab Yohanes 10:11, “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya”.

Anak-anak , kita harus taat dan percaya pada Gembala kita, Tuhan Yesus yang menyelamatkan kita dari hukuman dosa dengan jalan mati di kayu salib.

Oleh: Erly

 

 

 

Check Also

Kolase RETREAT ABI 19 24

GAP GENERATION-ABI

Oleh: Nana Wiratna Octalina Puji Tuhan akhirnya setelah 6 tahun berselang, ABI kembali bisa mengadakan …