Doa, Tawaran dan Inisiatif Allah

Yeremia 33:3,  “Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.”

Doa sebenarnya adalah inisiatif Allah, Ia sendiri yang menawarkan pertolongan kepada kita. Ia yang Maha kuasa, Maha besar dan Maha segalanya membuka pintu untuk kita berseru saat membutuhkan jawaban, membutuhkan solusi, membutuhkan sesuatu. Dan sudah pasti bagi Dia tidak ada hal yang sulit dan tidak bisa terselesaikan bahkan dalam firman-Nya dikatakan Allah akan memberitahukan kepada yang berseru kepada-Nya hal-hal yang besar dan bahkan tidak terpahami yakni hal-hal yang tidak kita ketahui.

Hanya, begitu banyak orang yang menganggap bahwa berdoa itu sulit, berdoa itu sesuatu yang hanya bisa dilakukan orang tertentu. Sehingga banyak oang percaya yang berkata: “tidak bisa” saat diminta untuk berdoa. Padahal Allah telah menyediakan segala sesuatu yang baik dan sempurna dan tentunya akan diberikan kepada orang-orang yang setia, berdoa dan meminta kepada-Nya. (Yak. 1:17, Mat. 7:7-8).

Berdoa adalah sarana komunikasi antara kita dengan Allah.

Betapa bangga dan sukacita ketika seorang rakyat biasa diberi kesempatan untuk berdialog dengan Presidennya . Berkomunikasi bahkan ditawarkan apa yang sedang dibutuhkan saat ini atau apa yang ingin disampaikan kepada Presidennya . Nah hal yang sama Allah yang Raja diatas segala raja, Tuhan diatas segala tuhan, Sang pencipta langit dan bumi membuka kesempatan kepada Anda dan saya berkomunikasi (Yer. 33:3 ), menawarkan bantuan, menawarkan kebaikan (Mat. 7:7-8). Kenapa Anda tidak merasa bangga, sukacita dan menggunakan kesempatan itu? Bahkan Allah membuka kesempatan itu setiap saat! Allah sangat ingin menjalin persahabatan dengan kita di dalam doa setiap hari dengan teratur dan konsisten. Setiap pagi, siang, menjelang tidur  dan dilakukan dengan tidak jemu-jemu. Artinya, kita berkomunikasi dengan teratur karena kita mengasihi, menghormati dan membutuhkan Allah. Kita tidak berkomunikasi hanya disaat sedang butuh sesuatu, karena sudah tidak bisa berbuat apa-apa, sudah mepet.

Kita tidak menjadikan berdoa kepada Allah seperti kita datang ke supermarket. Datang karena persediaan bulanan kita sudah habis dan selama kebutuhan masih ada tentu kita tidak mengunjungi supermarket. Atau di hari Natal, menjadikan Allah seperti Santa Klaus. Bertemu menjelang Natal sekedar untuk menerima kado Natal.

Mari berdoa dengan teratur dan setia. Menyediakan waktu khusus setiap hari untuk berkomunikasi dengan Allah karena kita bangga dan suka bertemu dengan-Nya dalam doa. Kita membutuhkan kasih dan nasihat-Nya, kita juga mengasihi dan menghormati-Nya.

Oleh: Dede Imawan

Check Also

Artikel Utama

BERSAKSI ITU MENYENANGKAN

Oleh: Pdt. Dr. A.L. Jantje Haans 2 Timotius 4:2, 8Menginjil itu tidak mudah. Namun, menginjil/bersaksi …