
“Menjadi Garam dan Terang Di Tengah Kegelapan Dunia” adalah tema umum GBI Pasirkoja tahun 2023, yang terambil dari Matius 5: 13-16. Sedangkan tema pada bulan Februari adalah “DOA”, maka kita akan melihat bagaimana kuasa doa sanggup menjadikan setiap kita menjadi garam dan terang, sesuai yang sudah dicanangkan oleh gembala kita.
Kata “doa” dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) artinya: permohonan (harapan, permintaan, pujian) kepada Tuhan.
Mengutip dalam buku “Sekolah Doa”, salah satu definisi doa adalah melayani sebagai dewan eksekutif untuk penginjilan dunia. E.W. Kenyon berkhotbah, “Doa berarti kita telah masuk dengan berani ke ruang tahta dan kita sedang berdiri dalam hadirat Allah. Hal itu berarti lebih dari sekedar hanya membawa-Nya ke dalam urusan-urusan kita. Doa berarti masuk dalam hadirat Allah dan Yesus dalam rapat eksekutif, membawa kebutuhan-kebutuhan kita di hadapan mereka dan membuat daftar kebutuhan kita akan kemampuan, kasih karunia, kesembuhan seseorang, kemenangan bagi seseorang atau untuk kebutuhan keuangan kita”. Untuk berdoa bagi penginjilan dunia, karena itu, adalah untuk melayani dalam “Komite Pemenuhan Amanat Agung” yang bertemu secara berkala dalam pengadilan sorga. Doa bukanlah hanya saat untuk bersekutu. Doa adalah waktu untuk tindakan syafaat. (hal.16)
Di tengah kegelapan dunia ini, Yesus menyuruh kita menjadi garam dan terang dunia. Salah satu fungsi garam adalah untuk mengawetkan, mencegah kebusukan. Arti rohaninya adalah kita harus mencegah dunia dari kebusukan rohani/dosa. Setiap kita bisa melakukannya dengan memberitakan Injil pada dunia yang penuh dosa ini, disertai dengan kesaksian hidup dan juga dengan berdoa. Tujuannya adalah membawa orang kepada Kristus untuk diselamatkan.
Kemudian Yesus juga menyuruh kita menjadi terang dunia. Kita memang bukan terang dunia, karena Yesuslah terang dunia (Yoh. 1:6-9). Kita adalah terang di dalam Tuhan, artinya kita harus memantulkan terang dari Tuhan.
Itulah yang Yesus inginkan dari setiap kita, orang-orang yang sudah diselamatkan, agar kita juga bisa menyelamatkan mereka yang sedang terbelenggu karena kegelapan dunia ini.
Nah, bagaimana caranya supaya kita bisa mewujudkannya dalam kehidupan kita sehari-hari?
1. Doa untuk menjangkau dunia yang terhilang
– Mazmur 2:8. Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu.
2. Doa untuk hamba-hamba Tuhan.
– Efesus 6:19-20, juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.
3. Doa pribadi agar Tuhan memampukan kita menjadi garam dan terang di tengah kegelapan dunia, membawa bangsa-bangsa kembali kepada Allah.
– Markus 9:50b. Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain.”
– Kisah Para Rasul 13:47. Sebab inilah yang diperintahkan kepada kami: Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi.”
Begitu penting dan berkuasanya sebuah doa yang dipanjatkan di hadirat Allah yang Maha Kuasa. Doa kita sanggup menembus tahta Allah. Jadi tidak ada alasan bagi kita untuk tidak berdoa, kalau kita mau melihat dunia diselamatkan-Nya.
Wahyu 5:8. Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus.
Wahyu 8:3-4. Maka datanglah seorang malaikat lain, dan ia pergi berdiri dekat mezbah dengan sebuah pedupaan emas. Dan kepadanya diberikan banyak kemenyan untuk dipersembahkannya bersama-sama dengan doa semua orang kudus di atas mezbah emas di hadapan takhta itu. Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah.
Doa-doa orang kudus yang disinggung berulang-ulang (Wahyu 5:8; 8:3-4) menunjukkan bahwa doa syafaat dari orang percaya sangat penting dalam pembinasan kejahatan dan penegakan kebenaran di atas bumi.
“Prayer is simply talking to God like a friend and should be the easiest thing we do each day.” ~ Joyce Meyer
GBI Pasir Koja 39 Bandung