CERDAS versus BIJAKSANA

Beberapa ibu merasa cemas bahwa mereka mungkin tidak cukup pintar untuk pekerjaan mengasuh anak. Ada banyak sekali buku dan majalah, seminar dan konferensi untuk para orang tua tentang mengasuh anak. Apakah merupakan jawaban yang sebenarnya untuk menjadi orang tua yang lebih baik?

Alkitab memperkenalkan satu pemikiran yang lain. Pemikirannya adalah bahwa hikmat lebih penting dari pada mendapatkan informasi melalui kaum intelek. “Hakam” (bahasa Ibrani) yang diterjemahkan sebagai “bijaksana” (Wisdom). Itu tidak berarti pengumpulan informasi. Pemikiran di balik kata ini adalah menguasai seni kehidupan sesuai dengan keinginan Allah. Menjadi bijak, adalah satu proses menjadikan firman Tuhan sebagai petunjuk dalam pengambilan keputusan hari lepas hari di dalam kehidupan. Pengertian sekuler dari “hakam” adalah “ahli”. Bagi seorang ibu untuk menjadi mahir dalam “bidang” mengasuh anak, dia harus mempelajari dan menerapkan firman di dalam segala keadaan. Sementara “Hokmah” berarti “pengetahuan dan kemampuan untuk mengambil pilihan yang tepat pada kesempatan yang tepat”. Pemikirannya adalah adanya konsistensi dalam pengambilan pilihan yang tepat dan ini merupakan satu indikasi yang menunjukkan kematangan dan kemajuan. Tidakkah anda ingin secara konsisten mampu mengambil pilihan yang tepat di dalam keputusan-keputusan yang berhubungan dengan mengasuh anak? Untuk itu, pelajarilah Alkitab dan carilah hikmat.

Persyaratan “bijaksana” adalah takut akan Tuhan (Amsal 1:7). Takut disini pengertiannya adalah hormat kepada Tuhan, menunjukkan pengagungan dan penghormatan kepada-Nya. Sebelum kita memulai perjalanan untuk mendapatkan hikmat sebagai ibu, pertama-tama kita harus merendahkan hati kita untuk tunduk kepada Allah. Roh yang angkuh dan suka membanggakan diri tidak akan bisa menerima hikmat.

Bacalah Amsal 3:13-26, ada banyak nilai hikmat yang dinyatakan dalam ayat-ayat tersebut. Salah satunya adalah: “… ia lebih berharga daripada permata, apa pun yang kau inginkan tidak dapat menyamainya (ay. 15). Berkat diperuntukkan bagi orang-orang yang mendapatkan hikmat.

Langkah pertama untuk menjadi ibu yang anda inginkan, adalah mencari hikmat. Hikmat tidak langsung ada begitu seorang anak dilahirkan. Hikmat itu tersedia bagimu, tetapi anda harus menginginkannya, anda harus mencarinya. Bila kita berseru meminta hikmat dari Tuhan, Ia akan memberikan apa yang diinginkan hatimu. Tulislah catatan singkat yang menyatakan kerinduan anda untuk mendapatkan hikmat Allah.

Ya Tuhan,

____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Kiat untuk Ibu

Bersyukurlah kepada Tuhan yang telah memberikan kepada anda hak istimewa sebagi ibu dari anak anada. Ini adalah penghargaan dan hadiah yang luar biasa dari Tuhan. Isilah waktu anda hari ini dengan menyatakan betapa anda menghargai Dia atas kepercayaan-Nya kepada anda untuk mengasuh seorang anak. Sebutkan nama setiap anak, pakailah waktu untuk berdoa khusus memberkati kehidupan mereka satu persatu.

Oleh: Indri Haans

 

 

 

Check Also

Artikel Wanita April 26 copy

IMAN UNTUK MENANG – 7

Artikel Wanita April 26 copy Dalam pertandingan yang ditayangkan secara nasional di televisi dari Norman, …