Care Cell di Masa Pandemi COVID-19

Oleh: Pdm. N. Tonny Saputra

Kisah Para Rasul 2:47b. “Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.”

Memang pandemi Covid-19 yang melanda dunia saat ini memberi dampak dan perubahan besar terhadap aktivitas sehari-hari, termasuk kelompok sel atau Care Cell yang tidak bisa dilaksanakan karena pembatasan sosial yang ditetapkan pemerintah  (Social Distancing). Hal ini tentu menjadi tantangan bagi ketua maupun anggota Care Cell untuk memikirkan cara yang tepat dalam menjawab kebutuhan para anggotanya  dan bagaimana supaya setiap jemaat untuk tetap bersekutu dan membangun hubungan yang baik dengan Tuhan maupun dengan sesama.

Untuk  membangun hubungan yang akrab dengan anggota maka ketua care cell bisa  saja mempergunakan atau melalui sarana-sarana yang ada , WA, telp dll untuk sekedar menanyakan kabar atau mengajak persekutuan melalui video call atau zoom meeting, namun yang menjadi pertanyaannya adalah seberapa lama itu bisa terus dilakukan?

Lalu apa sih yang menjadi kunci pertumbuhan gereja yang sehat dan benar? Apakah karena Care Cell? Atau pada kejeniusan para pemimpin gereja mengelola dan mengembangkan gereja atau juga karena kemampuan promosi program-program gereja yang menarik peminat sehingga simpatisan akhirnya mau menjadi anggota gereja.

Kita bersyukur ternyata kalau kita baca dengan teliti kunci sukses gereja perdana sehingga setiap hari jumlah jemaat bertambah ada pada Tuhan sendiri. Tuhan menambahkan jumlah orang yang diselamatkan. Bagaimana caranya? Lewat kehidupan jemaat yang mau dipimpin oleh Tuhan. Jemaat yang mau bertekun dalam firman, yaitu pengajaran rasul-rasul yang bersumberkan pada pengajaran Yesus. Ini hal yang paling utama. Firman Tuhan yang direnungkan setiap hari membawa perubahan hidup yang signifikan. Hidup jemaat yang bergaul dengan firman Tuhan adalah kunci kehidupan orang yang diperkenan Tuhan.

Di dalam hidup ini ada tiga hal yang harus kita perhatikan dan bedakan dengan tepat: (1) Apa yang ingin kita lakukan, (2) Apa yang dapat kita lakukan, dan (3) Apa yang harus kita lakukan. Kadang kita gagal membedakan ketiganya dan justru menggabungkannya. Kita lalai melakukan apa yang harus kita lakukan dan hanya memimpikan apa yang ingin kita lakukan (namun gagal kita lakukan). Kita seharusnya memulai dari apa yang harus kita kerjakan, yaitu, melakukan kehendak Tuhan.

Mulailah dari yang harus dilakukan, yaitu buat jemaat atau anggota care cell untuk merenungkan dan melaksanakan firman Tuhan, oleh sebab itu ada baiknya setiap ketua bisa melakukan dengan hal yang sederhana yaitu mengirimkan firman Tuhan melalui pesan chat baik berupa renungan sederhana ataupun melalui ayat mas setiap hari.

Karena itu, setiap ketua Care Cell harus terus-menerus mencari kehendak-Nya. Saat kita bersedia mengerjakan kehendak Tuhan maka Tuhan akan memampukan kita melaksanakannya.

Marilah kita membangun hidup anggota Care Cell melalui kebiasaan-kebiasaan yang membuat jemaat atau anggotanya hidup intim serasi dengan Tuhan.

Check Also

Artikel Utama

BERSAKSI ITU MENYENANGKAN

Oleh: Pdt. Dr. A.L. Jantje Haans 2 Timotius 4:2, 8Menginjil itu tidak mudah. Namun, menginjil/bersaksi …